
Di pinggir sungai jalaan yang aku lewati sembari menggendong,alicia terbangun dia terlihat masih mengingat ngingat.
"Eum~,di mana aku?" Ucap pelanya mengusap mata, dia masihkebingungan lalu aku pun tersenyum. "Yoo~, udah bangun?" Ujar ku dengan melirik ke belakang kemudian alicia pun teringat.
Seketika alicia menjadi ketakutan dan memeluk erat ku, "tenang saja kau sudah selamat" ucap ku menatap ke depan kemudian alicia pun berhenti gemetaran, "maaf sheva, seharusnya aku tidak mengusirmu ini salahku" ucap alicia dengan murung dan merenung.
Aku berhenti berjalan lalu aku menyentil jidat alicia dengan keras,
"Aduh...kenapa sih" ucap alicia dia memengelus jidatnya kemudian aku tersenyum "ini bukan salah mu cuma nasib mu aja sedang sial" ucap ku dengan senyum lembut.
"Sheva..."alicia menatap ku dengan kagum kemudian dia sadar lalu menunujuk ke tangan kanan ku "bukankah itu masih belum sembuh?" Tanya alicia.
Aku pun sadar bahwa tangan kanan ku sudah tidak sakit lagi lalu aku pun menggerakkan semau ku dan aku pun berhenti, "tolong cek tangan ku alicia keknya udah sembuh..." ucap ku berkeringat dingin.
Alicia turun lalu dia pun mengecek tangan ku dan seketika setelah perban di lepas dia berkeringat dengan tatapan kosong karem terkejut " ti...tidak mungkin...dalam waktu singkat sudah....sembuh.."alicia terkejut.
Aku pun mengeceknya semdiri dan melihat tangan kanan ku, "wow ini keren sudah sembuh" ucap senang ku kemudian alicia pun geram.
"Bukan keren tapi mengejutkan!, wajarnya itu perlu 2th untuk sembuh total apa lagi itu patah tulang dan luka bakar kalaau itu di rumah sakit harus amutasi loh!!"geram alicia menunjuk tangan ku.
Aku terkejut mendengar apa yang alicia katakan, "a..apa amputasi?"ucap ku berkeringat dingin lalu alicia mengangguk dan aku pun menghela nafas "kalau udah sembuh gak usah amputasi kan heheh yeey" ucap senang ku.
Kemudian kami pun berjalan menuju ke goa bersama sembari berbincajg bincang dan sepertinya alicia sudah semakin akrab dan tebuka dengan ku tidak seperti kemarin yang cuek.
Setelah sampai di goa hari sudah malam dan kami pun makan malam bersama sama, alicia melihat ku dengan pipi memerah dan saat aku melihatnya dia menoleh membuang pandangan.
Albert dan tifa yang melihat itu mereka tersenyum dengan senyuman mengejek, "fufufu, albert adik mu sudah jatuh cinta tuh.." ujar tifa bisik ke albert kemudian albert dengan pipi memerah karena tifa dekat sekali dia pun berkata.
"Ehem!, kalau itu sheva mungkin akan baik baik saja lagian alicia sudah mulai tersenyum saat bersamanya itu lebih baik" ucap albert dan mereka pun berbincang bincang.
"A..apa yang kalian bisikan sialan" pikir ku denga geram mengepalkan tangan ku kemudian alicia mendekatiku, "sheva, aaa~"ucap nya sembari mengarahkan sendok nya ke mulutku.
Angel yang melihat itu dia cemberut lalu dia mendekatiku dan melakukan hal yang sama, "sheva, buka mulutmu aaa~" ucap angel dengan mengarahkan sendok ke mulut ku.
Lalu aku cuma bisa pasrah dan membuka mulut lalu mereka mulai menyuapi ku, "aku tidak akan kalah " pikir mereka berdua dengan penuh semangat dan aku pun hanya bisa diam dan mengunyah makanaan.
"Fufufu"albert dan tifa tersenyum berbisik bisik di sebelah sana itu membuat ku geram tapi apa daya ku, aku tidak bisa pergi karena mereka berdua terus terusan nempel.
"Sialan ini bukan sinetron indosiar bangs*t!"pikir ku dengan kerut di wajah tersenyum ke arah albert dan tifa kemudian setelah itu hal ini berlanjut sampai di tempat tidur mereka berdua menempel ke padaa ku seperti mangnet.
"Sialan kanan kiri kena oppai semua, aku gak bisa tidur!!"pikir ku dengaan mata terbuka lebar menatap ke langit langit goa dengan di gempit di tengah tengah.
Keesokan harinya.
"Hooaam~, pagi sheva"ujar angel.
Aku hanya mengangkat tangan ku dengan mata seperti panda gemetaran "y..yaa.. pagi.."ucap ku, aku tidak tidur semalaman, setelah itu aku mencuci muka di air terjun dan pergi ke gimle.
"Masih banyak musuh yang harus di lawan" pikir ku dengan serius aku berjalan ke arah pantai dan aku sepertinya melupakan sesuatu yang harusnya aku beritahu teman teman ku.
Sesampainya di gimle aku mendapatkan informasi bahwa para bangsawan semalaman mencari bangsawan wanita itu sampai sampai membunuh warga tak berdosa.
Dan karena kejadian itu semua warga desa 287 orang yang ada bergabung ke gimle dan sekarang semuanya sudah nergabung kecuali yang bekerja denga para bangsawan.
"Baiklah lancarkan rencana utama pemberontakan"tegas ku di meja bundar kemudian semua orang di sana yang sudah terbakar api kebencian dan amarah tersenyum dengan nafsu membunuh.
Malam harinya rencana di mulai kami mengerahkan 60 orang yang di bagi menjadi 38 tim untuk penangkapan para bangsawan lalu kami berhasil menangkap semuanya.
Para bangsawan itu di buat pingsan dan di tali di tengah kerumunan warga dengan leadaan telanjang bulat, mereka menunggu perintah ku.
Aku berjalan lalu aku berada di depan para bangsawan itu dan berpidato,
"mereka telah membunuh menyiksa bahkan memperkejakan paksa kita semua, mengambil anak perempuan kita istri kita bahkan menjadikan orang budak. Daripada di bunuh mari buat hidup mereka menderita di sisa hidup mereka dan membuat mereka seperti hewan."
Semua orang terdiam lalu tak lama semuanya bertepuk tangan dan bersorak.
Tepukan tangan....
Sorakan.....
"Baiklah lakukan sesuka kalian aku akan pergi dulu" ucap ku dengan sopan pamit kemudian mereka semua membangunkan dan menyiksa para bangsawan itu.
Author: aku gak mau nulis karena di imajinasiku hmm... bisa kena sensor jangan lah.
Aku dan 01 melihat dari jauh dan 01 pun berkata, "tuan jadilah kepala des-" aku menyela ucapanya "masih banyak urusan ku, jadilah ketua desa sementara ini perintah" ucap ku kemudian 01 pun terkejut dan tersenyum.
"Baiklah tuan kalau itu perintah" ucap senang nya kemudia aku pun melirik ke belakang "aku tau itu tugas yang cocok untuk mu, lagian masih ada di dalan kapal para buruan " pikir ku.
Setelah itu aku kembali ke goa dengan keadaan memikirkan rencana untuk memburu babi gemuk di dalam sarang harimau, aku berjalan dengan penuh pikiran kemudian aku teringat.
"Ah!, urusan ku tentang suku yang aku temui belum aku selesaikan!!" Pikri ku denga terkejut kemudia aku berlari kembali ke goa.
BERSAMBUNG............
Kemungkinan aku gak up atau up 1 aja sehari karena aku sudah mulai sekolah 100% sial!, kalau ada waktu aku nanti up 2chpater 1 hari.
Makasih sudah membaca novel aku dan buat yang komentar aku juga mau ucapin terimakasih udah menyemangati ku untuk uodate.