
Si saat aku mau menembak wanita di depan ku seketika angel dengan nafas terengah-engah berlari sempoyongan ke arah ku dia berteriak " tunnggu!!" Aku pun terkejut begitupula wanita itu.
Angel berlari kemudian dia pun menatap gadis itu dan gadis itu pun sama menatap balik kemudian mereka mengeluarkan air mata ,
"Tifa!"
"A..angel?"
Kemudian mereka pun berpelukan dan menangis, "hiks...hiks..ku...kurika kau sudah mati" ucap angel dengan menangis kemudian tifa pun menjawab "a..aku terjebak di pulau ini hiks...dan...semuanya terbunuh... hiks...menyeramkan...hiks."
Aku yang menatap mereka pun memasukkan pistol ku lagi lalu aku pun melihat mereka beedua, "jadi dia kenalan angel kah...untung saja" pikir ku bengong.
"A..anu, bagaiman kalau kita pindah tempat" ujar ku menyela reuni mereka dengan sedikit rasa tak enak kemudian mereka pun mengangguk dan kami pun kembali.
Sesampainya di goa kami semua berkumpul dan saling mendengarkan penjelasan tifania/ tifa, dia menjelaskan.
Dia mencoba berpergia ke jepang dengan pesawat pribadi nya dan sendiri denang pilot dan beberapa pramugari akan tetapi mereka mengalami masalah saat melewati laut yang tiba tiba cuaca memburuk dan membentuk badai.
Alat komunikasi terputus dan singnal eroro pilot terpaksa untuk tetap terbang entah kemana dan setelah beberapa jam terombang ambing di badai itu pesawat mengalami kebocoran tangki yang mengakibatkan pilot terpaksa mendarat di sebuah pulau.
Pesawat meendarat dengan tidak sempurna dan mengakibatkan terbelah nya pesawat dan terbakar, kondisi cuaca hujan lebat dan angin membuat pesawat tidak terbakar semuanya.
1 pilot dan 4 pramugari selamat beserta tifa kemudian mereka pun mencoba bertahan hidup di pulau itu sembari menunggu tim penyelamat tiba akan tetapi setelah seminggu menunggu belum ada tanda tanda.
1bulan berlalu mereka mulai kehabisan stok makanan dan mulai mencoba berburu lalu mereka hanya bisa berburu kelinci dan burung .
2 bulan berlalu tanpa adanya tanda tanda tim penyelamat di situ mereka sudah pasrah dengan hidup mereka, tifa pergi ke hutan untuk berburu akan tetapi saat dia kembali hanya tersisa si pilot yang sekarat.
Tifa terkejut dan menangis doa bertanya tanya "apa yang terjadi?" Kemudian sang pilot mengucapkan " mereka bersenjata, jangan ke sana.... ber...ba...ha...ya" kemudian dia mati perlahan.
Tifa menangis dan dia pun memutuskan untuk tetap hidup dan dia hanya berburu , berburu,berburu, sampai 1th lama nya dia sudah terdampar.
Kemudian dia melihat seorang laki laki dengan tangan kanan yang di perban dan dia melihat mayat sang pilot dengan tersenyum dan dia melihat lihat pesawat lalu mencari cari di setiap sudut hal itu membuat tifa yakin bahwa sheva adalah salah satj yang membunuh pilot.
Dia mengikuti sheva perlahan akan tetapi dia ketahuan dan dia terkejut saag sheva menembak lalu dia terjatuh dia mencoba menipu sheva dengan cerita yang dibuat buat akan tetapi sheva sangat pintar itu membuat tifa kesal dan menyerangnya.
Tifa heran kenapa dia tidak bisa meninggalkan gores atau luka ke sheva padahal tangan kanan nya di perban tetapi sheva bisa meenghindari semua serangan nya tifa dan kemudian tifa di tendang dan terpental.
Di situlah tifa mengira itu adalah akhir hidupnya akan tetapi suara yang sangat familiar terdengar dan dia adalah sahabatnya yaitu angel.
"Ohoho~, bagitu" ujar albert serius, dia pun menatap ke arah ku dan kemudian menatap ke arah tifa lalu dia seperti menyimpulkan sesuatu "ku tidak mungkin bisa mengalahkan monster ini" ujar nya.
Kemudian angel dan alicia mengangguk ngangguk kemudian tifa bingung dan bertanya "memangnya dia tak terkalahkan?" Kemudian semua orang berkeringat kecuali aku.
"Bukan...manusiaa" bisik alicia di kuping tifa kemudian angel pun geram " sheva manusia tapi kelewatan kuat itu aja" ujar angel.
"A..apa itu pujian?" Ucap pelan ku dengan bingung menatap mereka kemudian tifa pun terkejut lalu berkata " begitukah pantesa dia kuat" ujar nya dengan menatap ku.
"Apa kau ingin kenala sama anak anak?" Tanya angel tersenyum, kemudian tifa yang mendengar itu menatap kosong angel dengan mlongo dan berkata "ka...kau pu..punya anak!!"
Angel pun terkejut dan berkata " bukan anak ku tapi anak ular" kemudian tifa pun kembali seperti semula dan tersenyu,
"Pertanyaam mu tadi ambigu, aku ingin melihat mereka" ujar tifa serius, dan angel pun memanggil 8 ular itu.
"Palingn ular biasa seperti ular kayu" pikir tifa percaya diri, tifa tidak takut kepada ular yang seperti itu biasa dia lihat di hutan kemudian angel berkata " buka mata mu dan lihat mereka lucu".
Tifa dengan percaya diri membuka matanya kemudian yang dia harapkan berbeda dari kenyataan dari yang dia kira ular kayu tapi yang dia lihat adalah 8 ular sebesar ular piton dewasa yang sedang menampakan diri di belakang angel seolah olah angel seperti siluman ular dan tifa pun pingsan dengan tersenyum kaku.
"Tifaa!!" Teriak angel panik, kemudian angel pun membawa tifa ke tempat tidur dan menyuruh alicia memeriksanya.
"Di baik baik saja hanya pingsan"
"Begitukah begitukah... maaf merepotkan"
"Ya...yang penting singkirkan 8 anak itu, itu menakutian" suram.
"Eh?... baiklah"
Setelah itu aku pun mencoba mengintai pergerakan para orang di desa itu dari atas pohon dan aku melihat mereka yang lemah di perbudak untuk berburu.
"Hohoho~, bagaimana kalau kita ke rencana 2 ?, yah... membuat pemberontak" ucap pelan ku serius, aku melihat mereka yang di tendang di bullly dan bahkan di bunuh karena tidak efisien membuatku senang karena rencanku pasti akan berhasil.
Aku pun kembali ke rumah dan menghilsngkan bekas jejak aku pernah di sini dan kembali, aku melewati hutan karena lebih efisien.
Aku melihat 2 atau 4 orang berkelompon membawa tombak kayu.
Mereka terlihat kurus dan kurang gizi mereka di perbudak 24 jam non stop untuk mencari makanan dan di berikan ke para petinggi, aku tak mau melewatkan kesempatan ini dan aku pun mendekati mereka.
"Aku belum makan lapar"
"Ki..kita harus berkerja kalau tidak mau mati... ayo semangat"
"T.a...tapi.."
"Aku paham, kita teman aku akan meembantu mu"
"Terimakasih"
Aku pun secara tiba tiba muncul di hadapan mereka dan mereka pun terkejut dan kemudian menodongkan ujung tombak mereka ke arah ku lalu aku menatap mereka dengan senyum.
"Aku punya kesepakatan yang bagus hehehe" ucap pelan ku serius, menatap tajam mereka sembari mematahkan tombak mereka.
BERSAMBUNG.....