
Setelah itu aku pergi kembali ke desa, setelah beberapa saat berjalan di pinggir pantai aku menyadari ada sesuatu yang terapung di laut entah apa itu.
"apa itu?, rasanya kok penasaran ya...."ucap ku bingung, aku berhenti sejenak kemudian aku memperhatikan benda yang terapung di laut dan terbawa arus itu kemudian aku menyadarinya.
"Itu!!,sebuah kapal kayu?"
Aku pun seketika berlari ke bibir pantai dan berenang di laut, jarak kapal kayu dengan ku sekitar 600m dan semakin jauh.
"Hup!,hah!,hup,hah!" Aku berenang seperti atlit renang dengan bernafas membuang dan menarik.
Setelah beberapa saat akhirnya aku sampai di kapal kayu itu dan ternyta saat aku sampai di kapal kayu itu ternyata kapal ini seperti kapal kayu besar abad pertengahan, "ini....membuatku merinding...ayo naik ke kapalnya!"pikir ku dengan sedikit bingung kemudian aku pun memanjat naik.
Aku dengan belati ku mencoba menaiki kapal itu dengan cara
menacapkan belati ke kapal lalu aku berdiri di atas belati itu dan melompat saat setelah melompat dengan reflek cepat aku mengambil belati yang jadi pinjakan ku lalu aku menancapkan nya lagi setelah aku sampai di tempat yang aku tuju dengan lomptan ku lalu itu ku ulng ulang sampai akhirnya bisa sampai ke atas kapal.
Aku melihat kabin depan kapal kosong dan kayu kayu kapal terlihat lembab berati kapal ini telah di terjang badai saat berlayar, aku pun berjalan ke tengah kapal di sebuah tiang tempat layar kapal dan untuk meneropong.
"Hmm, ada sebuah pedang?..." gumam ku sembari melihat pedang yang tertancap di tiang kapal itu sepertinya di gunakan untuk bertahan dari terhempasnya orang itu dari kapal, aku mengambil pedang itu dan mengayunkanya.
"Ini ringan.... bagus nih buat ku" pikir ku sembari mengayunkan pedang itu kemudian aku pun menoleh ke kabin belakang kapal , bagian belakang kapal seperti kapal kapal kuno lainya terdapat sebuah ruangan dengan tangga di kanan kirinya menuju ke atas ruangan itu atau di atas ruangan itu adalah tempat mengendalikan kapal.
"Hmm?,logo?"gumam ku dengan menatap sebuah logo di atas sebuah pintu masuk ruangan itu kemudian aku pun menoleh ke atas dan melihat bendera yang sama dengan logo itu, "hmm, kapal ini milik seseorang bangsawan atau orang yang berpengaruh kah..."
Aku pun berjalan menujuke ruangan itu setelah sampai di depan pintu aku menyiapkan belati ku untuk berjaga jaga sembari membuka pintu l, "baiklah ayo!" Pikir ku serius sembari memutar ganggang pintu itu.
Kreeek!.... (pintu)
Aku membuka pintu kanan dengan pelan pelan setelah pintu di buka aiu hanya melihat sesuatu yang gelap kemudian aku pun membuka pintu satunya, "dahlah.... gelap banget" pikir ku dengan kecewa kemudian aku pun menutup pintu kembali.
Aku ke atas ruangan itu atau tepatnya tempat kendali dan mencoba kendali kapal ini, "bentar bentar, udah aku putar putar gak belok nih kapal" ucap ku sembari memutar mutar kendali layaknya mainan.
Aku pun menyerah untuk bermain dengan kendali itu lalu aku pun pergi ke tempat layar kapal kemudian melihat lihat tali yang mengikat layar kapal, "aku punya ide!"ucap ku dengan serius menatap tali pengikat itu.
Beberapasaat kemudian.....
Kapal mulai bergerak mengikuti arah angin yang menuju ke arah pulau kemudian aku pun memutar haluan agar tidak terdampar,
"Hohoho~, ini beneran berbalik arah!" Ucap ku dengan senang memutar mutar kendali ke kiri dan kapal pun membelok.
Aku mengendalikan kapal dan menuju ke pantai desa beberapa saat kemudian desa sudah terlihat aku pun senang,"oke!, saatnya rem...eh?.... remnya mana!!" Ucap ku sembari mencati cari rem kapal ini kemudian aku pun sadar kapal ini tidak ada rem nya.
Kapal melaju kencang ke arah kapal albert kemudian aku pun panik bukan main tanpa pikir panjang aku banting kemudi ke kanan dan mengakibatkan kapal ini terdampar di pantai.
Bruuuuuuss!!!....(kapal membuat bekas di pasir)
"Haaa!!" Teriak ku mencoba bertahan kemudian kapal berhenti bergerak saat menabrak sebuah batu besar.
Bruuk!!!.....
Bagian depan kapal rusak tetapi tidak begitu parah syukurlah, tak lama aku turun lalu kembali mengambil senter setelah itu aku kembali ke kapal dengan perasaan campur aduk.
Aku membawa senter kemudian aku pun membuka ruangan itu sekali lagi dan kini aku bisa melihat isi ruangan ini, "baiklah " pikir ku serius kemudian aku pun membuka pintu itu.
Setelah pintu terbuka aku pun menyalahkan senter , ruangan yang gelap dan aku tidak bisa melihat sekarang aku bisa melihat isi ruangan itu. Ini hanya seperti ruangan kapten biasa ada kursi meja dan lain lain.
Aku meihat lentera di ujung ujung ruangan kemudian aku pun mengambil korek dari saku ku, dengan menyalakan korek itu ke lentera yang sudah berisi minyak dan isinya aku tinggal menyalakan saja.
Aku menyalakan 5 lentera semuanya yang ada di dalam ruangan ini kemudian ruangan ini terlihat terang, "hmm, ada jendelah?" Ucap ku melirik ke arah jendela jendela itu kemudian aku pun membuka jendela itu berserta penutupnya lalu cahaya mulai masuk.
"Isi ruangan ini biasa biasa saja...."ucap ku kecewa kemudian aku pun menoleh ke arah pintu di sampingku lantas berkata "apakah ada ruangan lagi ? Ruangan bawah kah?" Dengan rasa penasaran aku pun mendekati pintu itu lalu memegang ganggang pintu dan memutarnya.
Clik....
"Di kunci!"pikir ku terkejut kemudian aku pun mengeluarkan pistol ku sembari mendekatkan ke ganggang pintu tersebut lalu menarik pelatuknya, suara pistol tidak begitu keras karena peredam suara sudah ku lengkapi.
Pintu terbuka dengan paksa kemudian aku pun mendorongnya lalu terlihat sebuah tangga menuju ke bawah,"ayo!"pikir ku sembari tangan kanan memegang pistol dan tangan kiri memegang senter aku berjalan ke bawah.
BERSAMBUNG ……………