CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 1 CHAPTER 5 KITA EXPLORE



Sangat susah mengajari cewe manja untuk bertahan hidup di sebuah pulau ternyata, "kalau tau seribet ini mending dia mati aja" pikir ku dengan kesal.


Cewe itu dia sangat takut dengan serangga hewan liar dan lain lain bahkan dia takut di gigit nyamuk bngts emang ribet.


"Ah..maaf kalau aku beban..." ucap pelan dia dengan sedih melihat ke bawah nya aku berbalik dan melihat ke arah nya.


"Yah... semua butuh proses..." pikir ku dan kemudian aku tersenyum lalu berkata.


" yah...kau beban...tetapi semua orang pasti butuh proses untuk terbiasa jadi tenang saja " ucap ku.


Wanita itu sempat murung tetapi dia tresenyum senang karena kata kata terakhirnku dan dia bersemangat lagi.


Wanita ini sungguh yang terburuk, aku menyuruhnya memanjat pohon dia tidak bisa.


"Ini sangat tinggi dan aku tidak bisa memanjat" ujar angel dengan kecewa, dan begitulah .


Lalu aku menyuruh nya memasak eh dia malah membuat gosong masakanya,


"Uwaa~, sheva ini gosong" dia menangis sungguh ironis, " bukanya kau yang membiarkanya gosong " ucap ku dengan mengangkat wajan.


Kemudian aku menyuruh nya berburu,


"Tidak tidak aku tidak berani plise yang lain aja " ucap nya dengan gelisah kemudian aku menanyainya.


"Apaa yang kau bisa?" Tanya ku dengan menatap datar dia kemudian angel menjawab dengan patah patah.


"A...aku pernah ikut...klub.. menjahit.." ucap angel dengan gelisah kemudian aku yang mendengar itu gerkejut.


"Apakah aku memang tidak berguna..." pikir angel dia murung kemudian aku menepuk pundak nya, angel terkejut melihat ku tersenyum.


"Bagus!, kau bisa buat baju dan lain lain kan!" Tegas ku dengan senyum menatap mata nya angel kemudian angel mengangguk.


"Baiklah, kau akan menjadi penjahit... gampang kan.." ucap ku dengan menatap mata angel lalu angel terkejut dan dia dengan penuh percaya diri setuju.


Dan begitulah angel menjadi penjahit yang membuat apapun dengan kain dan jarum jahit, yaa aku mau buat jaring ikan sih harusnya dia bisa.


Di karenakan persediaan makanan lumayan banyak aku memilih untuk meng explore wilayah pulau.


Aku membagi wilayah wilayahnya yaitu, di bibir pantai sampai air terjun adalah wilayah 1 dan batas wilayah 1 dan 2 adalah sungai.


Lalu wilayah 3 dan 4 ada di balik gunung, aku mengexplore wilayah 1 terlebih dahulu karena aku sudah terbiasa di hutan wilayah 1.


Aku membawa sebuah pisau belati yang di tinggal di bawah meja mungkin jatuh, aku berjalan menebas rumput liar yang tinggi.


wilayah 1 yang aku tau berisi beberapa serangga dan ular yang aku tau akan tetapi aku mau meng explore penuh wilayah 1.


Tidak jauh dari pantai aku menemukan beberapa serangga, "apakah mereka beracun?... entahlah" pikir ku sembari melihat lihat.


Aku berhati hati karena aku tidak tau mereka beracun atau tidak, kemudian aku juga menemukan beberapa tanaman umbi umbian.


Seperti talas dan singkong, "mantab nih!, ambil beberapa lah..." ucap ku kemudian aku pun mengambill beberapa singkong dan talas.


Aku menancapkan lagi batang singkong yang tua karena itu bisa tumbuh lagi loh,"baiklah segini cukup" ucap ku sembari mengelap keringat.


Kemudian aku pun melanjutkan explore nya, setelah beberapa jam aku hanya melihat pepohonan dan tanaman liar lainya.


Aku masih belum 50% mengexplore wilayah 1 karena pulau ini sangat besar, "huh... air terjun masih jauh padahal..." ucap pelan ku.


Aku teringat, "ah...biawak tadi pagi sial!" tegas ku dengan terkejut kemudian aku berlari ke arah sungai.


Setelah sampai di sungai aku melihat kanan kiri dan berlari ke kanan setelah beberapa saat aku sampai di lubang itu.


Kemudian aku pun mengangkat batu batuan yang aku taruh lalu aku mengangkat biawak itu, "sepertinya masih seperti tadi..aman.." pikir ku sembari meutar biawak itu.


Kemudian aku sekalian membersihkan biawak itu untuk dibambil daging dan kulitnya, aku berhati hati saat memmotong dan membersihkan.


Biawa kulitnyan tajam jadi harus hati hati kalau tidak ingin tersayat dan berdarah, setelah beberapa saat akhirnya aku berhasil.


"Fyuh....akhirnya selesai" ucap lega ku sembari duduk kemudian aku pun membawa daging biawak dan kulitnya saja.


Bagian dalam tubuh aku kubur di lubang itu dan aku tinggal, daging biawak yaang sudah aku potong potong aku masukkan ke kotak.


Tadi sempat bawa kotak di tas karena buat berjaga jaga,"hahah, untung aku ingat yah hahaha" tawa ku sembari berjalan.


Hari mulai sore dan aku sampai di kapal itu, "btw, barang barang di goa besok aja aku ambil yah...." pikir ku.


Angel yang melihat aku kembali dia turun dari kapal lalu menghampiri ku dengan kebingungan.


"Kotak itu isinya apaan?" Tanya angel dengan bingung menunjuk ke arah kotak itu dan aku dapat ide unjuk jahil.


"Ini... jasad manusia..." ucap ku dengan melototin angel dan mengeluarkan belati penuh darah, angel terkejut dia ketakutan.


"A...apa...ka...kau...bercanda....kan...sheva?" Ucap patah patah nya dengan ketakutan dan gemetar kemudian aku pun tertawa.


"Pfft,hahaha aku bercanda.... ini daging biawak kok" ucap ku dengan menertawai angel yang ketakutan.


Kemudian angel terdiam lalu dia marah dan berteriak, "haaah!!, sheva bodoh!!" Aku tersenyum lalu mendakinya.


Angel menutup mata sembari marah ke arah ku setelah bertetiak, aku mendekatinya dan mengelus kepalanya.


"Hehehe maaf yah, lagian kamu imut kok kalau marah" ucap pelan ku dengan senyum kemudian angel mukanya memerah.


Kemudian aku mencium bau amis dari tangan ku


"EH?, ops.. tangan ku bau amis heheh maaf" ucap ku sembari sedikit menjauh.


Angel juga menciun bau amis kemudian dia marah, "sheva bodoh!.. aku jadi harus keramas lagi dan mandi lagi hiks...uwaa!" Angel menangis sembari marah.


Dan setelah itu aku menaruh daging ke dapur dan kulit biawak aku keringkan, angel mandi sembari menunggu gantian aku mencari kayu bakar.


Entah mengapa ini menjadi kebiasaan aja, setelah selesai mencari kayu bakar aku menghidupkan api dengan seperti biasa.


Setelah angel selesai dia keluar dari dalam kapal dia melihatku dari kapal, aku sedang duduk di samping api unggun.


"Sheva...." pikir angel sembari menatap ku yang sedang menatap laut kemudian angel pun tersenyum.


"Ooii!, aku udah selesai"teriak angel kemudian aku pun menoleh dan berjalan ke arah kapal.


"Sheva apa apaan api unggun itu?" Tanya angel sembari melihat ku yang naik ke dalam kapal.


"Sudah kebiasaan " jawaab ku sembari naik ke kapal kemudian aku pun bergumam " lihat sunset nya sangat indah..".


Angel terkejut dan bingung dia melihat ku yang tersenyum berjalan masuk ke kapal dan mulai mandi.


"Sunset?,hmmm.... pfft baiklah" ucap pelan angel dengan terkejut kemudian dia tertawa kecil lalu duduk dan melihat sunset.


"Benar sekali, sunset ini beneran indah yaa...akan tetapi dalam kondisi seperti ini bukanya ini terlihat dramatis huh..." pikir angel sembari menatap sunset.


BERSAMBUNG ………