CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL2 CHAPTER 38 PULAU MISTERIUS



Salam sejahtera untuk para pembaca dari author, " gw dah balik siapa yang kangen??" dengan riang author menyapa.


"woe sialan!!!" tegas Sheva sembari melempar kursi ke arah author, "lama banget lu gak lanjut!!"


"hehehe biasalah MLS" sembari berkeringat author mencoba untuk kabur lagi, Sheva dengan cepat menangkapnya lalu mengurungnya di suatu ruangan.


Bruuk!!!


banting pintu!!!


"dahlah...., jangan lupa like sama komen yaaa" ucap author sembari menatap layar hp di ruangan tertutup dan memutuskan untuk melanjutkan novel nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jam 9:45 pagi


Sheva mengajak Alice berjalan-jalan berkeliling desa sembari berbasa-basi.


"Alice, apa kau ingat tanggal berapa sebelum dirimu sampai di pulau ini?" tanya Sheva sembari memakan Apple dan berjalan di jalan, Alice pun berpikir sejenak kemudian dia pun menjawabnya.


"kemungkinan 16 kalender besar Romawi kalau tidak salah" ucapnya sembari tersenyum ceria, Sheva yang menatap nya pun heran.


"jadi benar abad pertengahan" pikirnya sembari memijat hidungnya, Alice terlihat gembira walapun di pedesaan. "ini mulai aneh lalu setting abad ke berapa aku...kami sekarang ini berada?"


Setelah selesai mengajak berkeliling dan mengobrol, Sheva meninggalkan Alice di tempat Angel mengajar anak-anak desa.


Sheva pergi ke tempat Albert, Sesampainya di tempat tambang Sheva bertemu dengan salah satu pekerja di sana.


"hallo permisi" ucap Sheva kemudian pekerja yang sedang istirahat tersebut menoleh lantas dia terkejut melihat kepala desa berada di sini, "!!! kepala desa!!??" ucapnya dengan spontan berdiri tegak.


"S-santay saja lah aku kesini cuma mau cari Albert" ucap Sheva dengan senyum ramahnya ke pada sang pekerja tersebut, "ah...begitukah tuan, tuan Albert sedang di dalam tenda" ucap sang pekerja tersebut dengan ramah.


"baiklah terimakasih" ucap Sheva kemudian dia berjalan memasuki goa, setelah beberapa saat dia pun mendapati sebuah tenda besar milik Albert. "si Albert itu apa yang sedang dia buat kali ini?" pikir Sheva.


Setelah Sheva memasuki tenda dia di kejutkan dengan sebuah ledakan kimia, "hallo albe-" bahkan belum selesai mengucapkan kata sambutan Sheva di sambut dengan ledakan.


DUAARR!!!


Seketika asap hitam memenuhi tenda dan akhirnya Sheva pun membuka pintu tenda lebar-lebar, "uhuk!! uhuk!!" Sheva baru-batu kemudian tak lama asap sudah menghilang.


"woee sialan apa yang kau buat kali ini!!!" tegas Sheva sembari melototi ke depan, Albert yang menggunakan pakaian yang sangat menutupi tubuhnya pun melambaikan tangan ke arah Sheva.


"Yoo Sheva apa kabar?" ucapnya tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.


"memang bang*at nih orang" pikir Sheva sembari jidatnya berkerut menahan marah, kemudian Sheva pun menggenggam tanganya erat-erat. "kabar baik kok sampai-sampai baru ketemu udah di ledakin aja heheh"


Albert merasa bahaya kemudian dia pun berkeringat, "maaf yaa soalnya lagi experiment " ucap Albert sembari tersenyum, Sheva pun menghela nafasnya kemudian dia sudah tidak marah lagi. "baiklah lalu apa yang sedang kau buat itu?" tanya Sheva.


Lalu Albert menjelaskan secara rinci, dia ternyata sedang mencoba membuat bubuk mesiu di karenakan senjata di desa juga tipis oleh karena itu daripada membuat senjata dari kayu dan besi lebih baik membuat peluru dan granat untuk mengisi senjata modern yang lebih unggul.


"yaa itu adalah sesuatu yang akan membuat kekuatan desa menjadi lebih kuat" ucap Albert dengan senyum di wajahnya.


Setelah beberapa saat kemudian Sheva pun keluar dari tenda dan pergi menuju ke hutan daerah tempat desa suku dulu.


"sepertinya aku membunuhnya di daerah sini..."ucap Sheva kemudian dia pun melihat benda putih lantas dia pun berlari ke sana, "ketemu!!" Sheva ternyata mencari tulang ular yang dia bunuh di waktu itu pertama kali ke sini.


"baiklah saatnya mengambil beberapa tulang" ucapnya sembari mengeluarkan gergaji dari tas miliknya, "sungguh aku tidak tau kenapa dia membubuhkan tulang hewan yang kering" pikir Sheva sembari menggergaji tulang tersebut.


Setelah mendapatkan kurang lebih 20kilogram tulang ular Sheva pun mengangkat dan membawanya ke Albert, tak butuh waktu lama bagi Sheva untuk berjalan ke sana.


"Albert ini pesanan mu!" ucap Sheva sembari menaruh tulang-tulang tersebut ke lantai kemudian Albert pun tersenyum, "terimakasih kawan, sekarang aku bisa melanjutkan penelitian ku!" ucap Albert sembari menepuk pundak Sheva.


"okelah, kalau butuh sesuatu bilang saja" ucap Sheva sembari berjalan keluar dari tenda kemudian dia pun berhenti, "aku pergi dulu baybay" lalu dia pergi meninggalkan tenda dan berjalan menuju ke pantai.


Jam 14:13 siang hari.


Sheva tampak memandangi pantai hampir 1setengah jam lamanya, "apakah itu pulau?" pikirnya sembari memastikan apakah itu sebuah pulau.


Sheva yang tampaknya penasaran pun akhirnya merakit sebuah rakit kecil dari berbagai batang pohon seperti bambu di pinggir sungai, "baiklah saatnya pergi!" ucapnya kemudian dia pun menaruh rakitnya ke bibir laut kemudian dia berlayar menuju pulau yang dia lihat dari jauh tersebut.


Ombak dan angin yang lumayan besar membuat rakitnya semakin cepat ke arah pulau misterius tersebut.


Di pulau tersebut, satou kazuma sedang berburu kelinci dengan tomba kayu dengan ujung sebuah batu tajam dan runcing yang dia buat sendiri.


"hiyaaa!!" teriaknya kemudian tombak yang dia lemparkan mengenai kelinci besar di bawah pohon tersebut.


Swooss!!


"kieek!" kelinci tersebut tertancap tombak menembus perutnya dan tak lama dia meninggal, kazuma mengambil kelinci tersebut lalu dia membawa nya ke sungai untuk membersihkan dan mengeringkan darahnya.


"haaah" kazuma menghela nafasnya sembari duduk menatapi air sungai yang mengalir, "sampai kapan aku sendirian seperti ini..." ucap kazuma.


Di waktu yang sama, Sheva yang menaiki rakit tersebut pun sedang panik karena rakitnya terombang-ambing oleh ombak laut yang sangat kuat.


"uwwooouwwoo!!!!!" ucap Sheva dengan panik dan mencoba tenang, "sialan ini sangat menegangkan!!" teriaknya sembari rakitnya terguling ke kanan karena ombak kemudian Sheva pun melayang di atas air.


"ohh... sudah kuduga...sial" ucap Sheva sebelum dia akhirnya terjatuh ke laut dan basah.


Ombak laut membawa Sheva ke tepi pantai pulau misterius tersebut, "euurrg....apakah aku akhirnya sampai??" ucap Sheva sembari membuka matanya.


Dia terdampar lagi di sebuah pulau misterius untuk ke 2kalinya, "sungguh akhrinya aku menemukan pulau lain yeey!!" ucap senangnya akan tetapi dia tidak tau bahwa di pulau ini dia sendirian.


"tunggu.... aku tidak kenal siapa-siapa di sini.....tetapi kenapa tampak seperti pulau sepi yaaa??" ucap sheva tak lama dia pun mencoba memasuki hutan.


Bersambung.....