
《Thanks udah baca + komen》
Dua orang orang itu menatap suram ke arah ku dengan tubuh gemetaran mereka hanya biss gemetaran dan diam saat aku mengeluarkan senjata api ku, aku yang menatap dingin mereka pun tersenyum.
"Apa kau muak?" Tanya ku bosan, mereka mendengar itu kemudian saling tatap sejenak lalu menatap ku dan salah satu dari mereka pun memberanikan diri berkata.
"A...apa maksudmu!?" Tanya nya curiga, mata nya penuh dengan banyak pertanyaan dan kebencian aku pun tersenyum lalu mengeluarkan pistol dan ku serahkan ke arah nya.
"Apa kau muak?, pada mereka yang mengambil semua!. semuanya yang dimiliki kalian!" ujar ku serius, mereka berdua mendengarkan dengan serius dan kemudian mereka hanya terdiam dan merenung,tanpa butuh waktu lama mereka pun menatap ku dengan tatapan percaya,kebencian,semangat.
"Begitukah,baiklah ambil ini dan kumpulkan anggota sebanyak mungkin..." ucap ku senang, aku tersenyum tipis bagaikan penjahat yang semua rencananya berjalan lancar.
Salah satu mengambil pistol itu dan temanya pun mengikutinya di belakangnya lalu mereka pergi mengumpulkan anggota lainya.
"Dan, rencana 2A di mulai!" Ucap pelan ku dengan senyum di wajah melekat seperti sebuah topeng , aku pun mengawasi mereka dari atas pohon.
"Hmm?, sepertinya mereka berhasil mendapatkan 3 anggota dalam waktu yang cepat"gumam ku senang, aku tiduran di atas pohon besar nan tinggi untuk memantau dengan bidikan senjata.
Aku pun melirik ke arah tempat orang orang yang berkasta itu tinggal dan tersenyum lalu aku mengarahkan ujung senjata ke sana.
"Buat keributan lah ya..." pikir ku tersenyum, aku mengintai mereka dari jarak sejauh 1,789m.
"Itu jarak kira kira sih, bagaimanapun juga aku akan memhunuh dengan acak dan alasan mengisi waktu luang..." pikir ku serius, aku pun membidik dan melihat ada seorang laki laki remaja di sebuah jendela kayu.
Pemuda itu tampak memandangi ke luar jendela dengan tatapan bosan dan di wajah nya ada sepercak darah merah yang ku perkirakan darah anak anak.
"Fyuh~, pangun tidur langsung eue loli" ucap pelan nya sembari menghirup rokok kemudian dia melirik ke balakang dan menghela nafas, "haah~, dia berisik mama~ mama~ jadi ku bunuh " ucap nya.
Kemudian dia menatap ke luar jendela dengan bosan melihat para warga biasa di perlakukan budak dan di perkerjakan sampai mati tanpa bayaran.
"Inin sungguh menyenangkan, mereka hanya budak yang harus melayani ku huhahaha. Pulau ini menakjubkan bagi aku huhahaha" tawa nya dengan senyum lebar yang membuat ku kesal.
Pemuda itu menatap rendah manusian lain dan hanya mengambil keuntungan dari orang yang lebih tinggi dari dia, "huahaha aku bisa mati dengan bahagia sekarang, impian ku sudah terwujud huhahah" tegas nya bahagia.
"Apkaah dia orang gila? Kelakuanya aneh. Bodo lah bunuh aja lagian mukanya ngeselin kek pantat b*bi " pikir ku kesal, kemudian aku mengarahkan ke arah kanan atau jam 9 dengan jarak dari target 5m di karenakan angin tingkat menengah atau lumayan kuat anginya dari atas.
Aku menarik pelatuk dan
Suara senjata menembak menggunakan peredam suara......
Peluru melesat dengan cepat seperti slow motion, angin mengubah arah yang aku buat melenceng menjadi ke arah terget sasaran kepala dan dengan kecepatan tembak 5km/1menit itu di tambah kecepatan angin yang di perkirakan 35km/ 5 menit yang membantu dorongan peluru.
Jarak\= 1000km
Kecepatan \=5km dan 35km : 40 km / 6 menit
Ditanya waktu?
Rumus \= t \= s\v
T\= 1000/40\=25
"Yah kalau dia mati sih lumayan tuh..... baiklah saatnya kembali" pikir ku serius, aku kembali ke goa dan sengaja sekalian explore bentar. Aku berjalan menghindari orang orang dan mengexplore tampat yang jauh dari tempat ku tadi.
"Explore adalah jalan ninja ku" pikir ku semangat, tanpa di duga aku berjalan tanpa sadar seberapa jauh ku explore lalu aku menembus rumpun liar yang tinggi dan menemukan goa di sebuah tumpukan batu besar.
"Lah... goa lagi bro.." ucap pelan ku senang, aku pun mau mendekati goa itu dan tanpa di duga aku mendengar suara raungan.
Suara raungan.....
Aku terkejut dan merinding kemudian aku pun menjauh dari goa dan mengumpet di dalam hutan sembari mengintip dari balik pohon, asal suara itu dari dalam goa dan tanpa di duga suara langkah kaki terdengar.
Suara tulang di injak hancur......
Suaara aungan.....
Tanpa di duga keluar seekor harimau besar dengan taring yang besar dan keluar dari mulutnya, aku mengintip dengan keringat dingin menatap gemetar harimau itu.
"Ini!!, harimau purba kenapa masih hidup?!,tungguh.... ular kemarin itu juga makhluk purba loh.... jangan jangan!" Pikir ku serius, aku berkeringat dingin dan berjalan perlahan menjauh dari harimau itu.
Dan setelah jauh aku berlari sekencang tenaga menuju ke goa,
"Sial!...sial!!...sial!!, mana mungkin kami terdampar dan secara bersamaan terkirim ke waktu purba!" Pikir keras ku sembari berlari dengan keringat dingin bercucuran.
Aku berlari dan melompat memanjat dan berlari sampai akhirnya aku sampai di sebuah sungai yang dalam dan tidak terlihat dasarnya, aku menatap suram sungai itu dengan otak penuh pikiran.
"Ini...aneh... mana mungkin kejadian seperti itu ada....tidak mungkin...tidak mungkin.... itu pasti imajinasi ku saja" pikir ku panik, aku meredakan kepanikan ku dengan mencuci muka di sungai itu.
Saat aku mencelupkan tangan ku ada seekor predator sedang menatap tajam ku dari bawah air dan muntuk muntuk keluar dari air kemudian aku pun menatap itu lalu terkejut.
"Ini!!" Aku seketika reflek berdiri dan melompat ke belakang dan secara bersamaan seeokor buaya besar seukuran panjang 4 m dan bobot sekitar 1ton itu menyerangku dengan mulutnya yang terbuka lebar penuh gigi runcing bagaikan ujung tombak.
Aku berhasil terhindar dari maut dan menatap terkejut buaya di depan ku dengan sedikit gemetar kemudian aku pun mengekuarkan senapan dan menembaknya.
Suara raungan buaya....
Suara tembakan beruntun....
Buta itu cuma terluka dan berdarah akan tetapi itu tidak membuatnya terbunuh tetapi buaya itu menjadi agresif dan mencoba menerkamku sekali lagi.
Aku minghindari itu ke kanan dan buaya itu mengibaskan ekornya dan aku menangkisnya dengan tangan kanan ku yang masih di perban.
"Arrg!!, sakit... anj*ng ku bunuh kau!" Tegas ku serius, kemudian tangan ku berdarah dan bau darah itu mengundang banyak predator air lainya ikut muncul dan di sini aku di keroyok.
"Sialan!, satu aja susah apalagi keroyokan cih..."pikir ku serius, aku berkeringat dingin menatap sekliling penuh buaya yang mendekat perlahan ke arah ku. Aku hanya punya satu pilihan lari ke dalam hutan dan mencari laut.
"Sialan!"ucap pelan ku kesal, aku berlari memasukki hutan dan berlari dengan nafas terengah engah dan sedikit sempoyongan akibat darah masih terus mengalir.
Senjata di punggung ku dan kotak makanan di pinggul dan pisau di pinggul ku aku berlari memegangi luka di tangan ku sekali lagi aku menantang mau dan ngeprank malaikat maut.
BERSAMBUNG ……………