CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 1 CHAPTER 19 RENCANA



Setelah diskusi yang lama dan serius itu kami menyimpulkan bahwa kita semua berada di masa depan di mana sebuah bagian bumi tertutup air atau mungkin sebaliknya para manusia kembuat teknologi maju dan membawa pulau pulau terbang, Ya walupun terdengar konyol itu mungkin saja terjadi.


Besok harinya pagi pagi sekali aku pergi ke tempat itu dan tepat berada di posisiku kemarin,"aku akan menunggu mereka..." pikir ku serius.tanpa di duga terdengar suara langkah kaki dan itu menghampiri ku.


Seketika aku menoleh dan melihat 2 orang kemarin menatap ku dengan penuh semangat kemudian aku pun tersenyum, "apakah kalian mendapat kan anggota?" Ujar ku senang, kemudian dua orang itu pun tersenyum ke arah ku.


"Kami... mendapatkan semuanya" ujar sang pembawa pistol temanya pun menjentikkan jari seketika gerombolan orang keluar dan berjalan ke belakang mereka dengan rapi.


"Kami berhasil mengumpulakan 78 orang yang akan bergabung" ujar 01 serius, dia tersenyum dengan tatapan dalam karena kebencian nya, aku menamainya 01 si pembawa pistol dan wakil ny 02.


"Dan juga tuan, kemarin ada berita salah satu bangsawan mati tertembak di jantung apa itu,anda yang melakukanya?"tanya 02 bingung, aku pun mengangguk lalu mereka pun menatap ku dengan panuh kagum dan berbintang bintang.


"Baiklah, nama organisasi kita adalah GIMLE" tegas ku serius, kemudian mereka semua melongo dan kemudian kagum.


"Seperti yang di harapkan dari bos"


"Hidup bos , bantai bangsawan!"


"Hooraa!!"


Semua orang bersorak dengan bahagia lalu aku pun tersenyum,"nah begini harusnya tidak tegang" pikir ku tersenyum lalu 01 melihat ku tersenyum jahat dia pun berkeringat dingin.


"Se...semuanya iti tidak sopan!"tegas 01 panik, semuanya pun langsung kaku dan meminta maaf sambil membungkuk.


"Maafkan kami bos" seru mereka sangat kompak kemudian aku pun bingung kemudian aku tersenyum"baiklah" ucap ku pelan. Setelah itu kami pun pergi memasukki desa dan ke markas yang di siapkan anggota gimle.


Markas ada di peinggir sebelah timur desa dekat pantai, aku terkejut dengan jumlah orang yang sudah bergabung menaik terus dan hampir semuanya ikut dalam pemberontakan.


"Hmm, para bangsawan itu berjumlah 40 dengan 1 yang sudah mati kemarin jadi tinggal 39"ujar ku serius, kami duduk di meja bundar dengan orang berjumlah 5 di dalam ruangan.


"Benar tuan, tetapi kami punya kabar bagus yaitu para bangsawan waspada dengan pihak keamanan mereka bukanya ke rakyat boasa dan budak" ujar 01 senang.


"Hmmm, begitu kah... ini kesempatan kita!" Tegas ku sembari tersenyum.


"Tapi tuan, bukanya akan lebih bagus jika kita mencuri senjata mereka yang tersisa dari ledakan waktu itu" ujar 02 keringat dingin.


"Benar juga pelaku pencuri dan pembakaran gudang makanan belum di tangkap, kira kira siapa dia yah?" Ujar 03 bingung. 03 adalah orang yang sangat bagus dalam menyelinap dan mencari informasi dan 04 adalah orang yang memiliki pengetahuan kedokteran lalu 05 adalah seorang otak otot.


"Kita fokus ke rencana kita dulu jangan bahas yang lainya"tegas 04 serius, kemudian semua orang terdiam memikirkan rencana.


"Bagaimana kalau kita melakukan yang di usulkan 02?" Ujar ku keringatan kemudian semua orang menatap ku lalu mereka mengangguk.


"Itu lebih efisien menurut ku" ujar 03 setuju.


"Benar juga kita harus mendapat senjata agar korban berkurang"ujar 04 tersenyum senang.


"Aku akan meretakan kepala bajing*n bajing*n itu!! " tegas 05 sembari mengepalkan tanganya.


"Baiklah tuan" ujar 01 dan 02 dengan tenang dan tersenyum lebar seperti penjahat, setelah itu malam hari kemudian kami dengan 3 orang aku,03,05 memasuki rumah bangsawan yang menyimpan senjata.


Rumah nya lumayan besar dan juga pengamanya tidak begitu ketat hanya 5 parang dengan parang dan 4 orang dengan akm lalu aku juga mendapat informasi bahwa bangsawanya perempuan bersama seorang maid{pelayan} yang memiliki ketrampilan seni bela diri.


Aku berhasil membunuh 4 orang bersenjata api dan senjata itu kami simpan setelah itu dua orang itu membunuh penjaga lainya dengan cepat mereka menyusul ku yang sudah memasuki rumah.


"2 tingakat?, prediksi mulai" pikir ku sembari memejamkan mata ku seketika imajinasi ku membayangkan kerangka rumah ini dan di mana letak letak kamar nya, "baiklah selesaikan si maid terlebih dahulu" pikir ku serius, aku berjalan ke depan dan ke samping tangga.


Sebelah kiri aku menemukan toilet dan dapur lalu pintu belakang kemudian sebelah kanan adalah gudang senjata dan makanan lalu sebuah kamar aku menebak itu kamar maid.


"Baiklah" pikir ku serius, aku membuka kamar itu dan melihat sesuatu yang mengerikan yaitu tempat penyiksaan manusia, ada 3 mayat tertumpuk dengan penuh luka dan 1 manusia sekarat dengan tubuh cacat dan di belenggu.


03 dan 05 memalingkan pandangan mereka karena kasihan lalu aku menambak si wanita yang di belenggu itu karena tatapan matanya seperti tidak mau hidup lebih lama lagi, "tenang lah di sana" ucap pelan ku seketika.


Suara tembakan dengan peredam suara.....


Wanita itu mati dan kami pun melanjutkan ke lantai 2, sebelah kanan aku menemukan 2 kamar kemungkinan salah satu kamar maid atau si bangsaawan, akan tetapi saat aku membuka itu hanya kamar kosong kami pun melanjutkan mencari ke sebelah kiri.


Di sana ada 2 kamar dan aku yakin itu kamar maid dan si bangsawam akan tetapi salah satu kamar itu hanya toilet lalu aku yakin di kmar satunya pasti!.


"Baiklah" pikir ku serius kemudian 03 menghentikanku dia mengisaratkan seperti dengar baik baik lalu aku mendekatkan telinga ku ke pintu dan mendengar suara suara DES*HAN wanita.


"Nnn~♡ lanjutkan♡.... aah!!♡... enak enak enak~♡" suara ini aku mengenalnya ini adalah suara bangsawan wanita yang aku lihat di pantai dan membuat permainan mematikan.


"Nona, apakah saya boleh... masuk?" Suara perempuan dengan nada berat kemudian mereka pun yah lu pasti tau lahya aku malas ngetiknya kemudian aku pun mundur dengan muka memerah.


"Me...mereka yuri?" Tanya ku ke 03 kemudian 03 dengan muka memerah mengangguk ngangguk lalu 05 pun bingung dan dengan tergesa gesa dia pun berteriak.


"Akan saya dobrak tuan!" Dengan semangat dia mendobrak pintu seketika mereka berdua yang sedang telanjang dan melakukan kegiatan mereka pun terkejut, aku hanya merasa sedikit bersalah telah mengganggu akan tetapi ini harus di lakukan.


"Eh?!!"


"Kyaaaa!, sayang bunuh mereka!!" Tegas wanita itu panik, dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lalu si wanita maid tadi mengambil pisau di bawah lalu melesat menyerang 05.


"Tidak semudah itu fergusho~" ucap pelan ku serius, aku pun membidik dengan cepat refrek menbak tepat di pisau yang dia bawa dan hampir saja menggorok leher 05.


Dut!!....


Pisau jatuh......


Pelayan itu menatap suram tangan nya yang tidak memegang pisau lalu aku pun bersiul," suuit~, kan sudah ku bilang tidak semudah itu fergusho" pelayan itu langsung menoleh dan menatap tajam ku sembari megeramkan giginya lalu dia mundur dan melindungi si bangsawan itu.


"Baiklah 05 tangan maid sialan itu dan 03 tali wanita itu " ucap ku menatap rendah mereka lalu 05 dan 03 pun yang tadinya hanya iseng bergabung setelah melihat di lantai 1 tadi mereka yakin bahwa bangsawan itu kep*rat sialan.


05 bertarung dengan si maid dengan sengit, si maid dengan tubuh lenturnya menendang dan memberikan serangan ke arah 05 akan tetapi 05 yang tubuhnya besar dan berotot seperti armor itu tidak merasa sakit lalu dia menangkap dan membuat si maid tidak bisa bergerak.


"Ti..tidak!!, sayang!!... sialan kau...apa mau mu bangs*t" tegas wanita itu sedih kemudian 03 tanpa basa basi dia membuat pingsan si wanita itu dengan memukul bagian belakang lehernya.


"Kauk!" Pingsan.


"Ti..tidak!!" Teriak maid itu dia menangis lalu 05 pun membuat nya pingsan dan kami pun menali mereka lalu setelah itu para anggota gimle datang dan membawa semua barang rampasan berserta wanita dan mengubur mayat mayat di lantai 1 itu dengan layak.


BERSAMBUNG…………