CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 2 CHAPTER 39 APAKAH BENAR AKU SENDIRI?



Jam 17:20 sore, Sheva yang sudah mengumpulkan beberapa persediaan yang bisa dia dapatkan di pulau tersebut.


"aku baru bisa mengumpulkan 4buah kelapa muda dan beberapa dedaunan" ucap Sheva sembari duduk di perapian yang dia buat, Sheva pun membuka satu kelapa dengan batu.


Setelah selesai mengupasnya kemudian dia mengeringkan kulit kelapa yang lembab tersebut di pinggir api, Sheva meminum air kelapa tersebut lalu setelah puas dia membelah kelapa tersebut dan memakan isinya.


"apa mungkin aku seharusnya menulis surat sebelum pergi yaa??....." gumam Sheva sembari duduk meluruskan kedua kakinya ke depan dan santay di pinggir perapian, "ya aku juga tidak akan lama di sini, mungkin 3hari.."


Malam itu Sheva tidur dengan beralaskan daun pisang dan dedaunan yang lebar, malam yang dingin di hutan serta pulau asing. "ini adalah perasaan nostalgia...." pikir Sheva sembari mengenang masa lalunya.


Keesokan harinya, Jam 05:45 pagi hari.


Sheva bangun dengan keadaan segar bugar, "huaaah... pagi" ucap Sheva sembari menguap lalu dia membuka matanya tak lama Sheva berdiri dan menuju ke sungai.


"aku mau cuci muka dulu..." gumamnya sembari duduk di pinggir sungai lalu dia memasukkan kedua tanganya ke air dan mulai mencuci muka.


Setelah selesai mencuci muka Sheva pun pergi ke tempat dia beristirahat tadi, "mari meminum air kelapa setelah itu mencari ikan di pantai.." ucap Sheva kemudian dia pun membelah kepala dan meminumnya sembari berjalan menuju laut.


Di waktu yang sama, Goa tempat kazuma tinggal. Kazuma sedang memakan ikan panggang di depan goa, "aku sudah di sini selama 1bulan dan masih belum bertemu manusia sama sekali...." gumamnya kemudian dia pun memakan ikan panggangnya.


Setelah selesai makan kazuma pun mulai mengambil tombak,pisau dan tas miliknya lalu dia bersiap mengekplorasi pulau. "baiklah saatnya pergi!!" ucapnya dengan penuh percaya diri kemudian kazuma pun pergi mengekplorasi pulau.


Kembali ke Sheva\=\=\=


Sheva yang memanfaatkan pasang air laut pun mendapatkan tangkapan yang lumayan di daerah pulau misterius ini, "lumayan aku dapat ikan-ikan besar yang terjebak di karang hehehe" ucap Sheva yang membawa 5ekor ikan seukuran telapak tangan yang di ikat di tangkai kelapa yang membuat kelapa menggantung.


"kalau bisa tadi aku akan mengambil banyak ikan tetapi karena aku sendiri di sini jadi aku mengambil yang sesuai kebutuhan saja" pikir Sheva dengan riang dan senang membawa ikan-ikan di tanganya dan berjalan kembali ke pantai.


Setelah sampai di pantai Sheva pun memakan hasil tangkapannya dengan sangat lahap , setelah selesai Sheva merasa kenyang lalu dia pun memulai mengekplorasi pulau ini.


"baiklah saatnya memulai mencari tahu penghuni dan sumber daya di pulau ini" ucapnya dengan menatap tajam ke hutan dan penuh percaya diri Sheva pun memasuki hutan sekali lagi.


"Aku akan menemukan manusia dan bertahan hidup di sini!!" pikir kazuma sembari berjalan di semak-semak.


"aku akan membawa sesuatu yang bagus setelah ini!!" pikir Sheva sembari berjalan mengurusi hutan yang lebat tersebut.


Info pulau.


Pulau memiliki luas sekitar 16km.


Panjang sekitar 8km dengan lebar seluas 8km.


Memiliki 1gunung setinggi 370m di atas permukaan laut.


Memiliki sebuah jurang dengan lebar 200m/panjang 8km dan dalam 3,5km di bagian Utara pulau yang membuat garis miring ke arah barat dan berjarak 1km dari gunung.


Dengan beberapa sungai yang luas.


Beberapa pohon dengan buah dan beberapa sayuran.


Kazuma berada di selatan pulau lalu Sheva berada di Utara pulau menuju selatan pulau.


Sementara itu di desa....


Azizah pergi ke tempat Albert di sana dia berbincang-bincang dengan Albert, "tuan Albert apakah anda tau keberadaan tuan Sheva?" tanya Azizah sembari duduk berhadapan dengan Albert. Albert yang kala itu tidak tau di mana Sheva pun bertanya "apakah ada masalah di desa?" dengan muka gelisah Azizah menjawab "ya! tuan masalah di desa lumayan serius!".


Albert yang lumayan pintar membaca wajah pun mengerti sebesar apa masalah tersebut, "baiklah sebagai wakil kepala desa aku akan mengambil alih tugas kepala desa saat dia tidak ada di desa" ucap Albert dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab.


Azizah pun merasa lega kemudian dia pun berdiri, "terimakasih tuan, kalau begitu sampai jumpa nanti siang" ucap Azizah sembari memeberi salam dan pergi.


Albert pun setelah Azizah pergi dia berjalan ke sebuah aquarium kaca yang di dalamnya terdapat sebuah ikan koi kecil dengan warna yang berubah-ubah, "kemana si Sheva itu pergi? dia selalu saja suka menghilang huh..." ucap pelan Albert sembari memberi makan ikan tersebut sebuah cairan berwarna hijau kehitaman.


"padahal aku ingin memberitahunya sesuatu yang bagus heheheh" ucap pelan Albert sembari tersenyum tipis dan mata yang menatap tajam ke arah ikan tersebut.


Jam 11:45 siang hari, Albert yang sekarang berada di desa pun di jelaskan tentang masalah di desa ini.


Masalah pertama adalah kekuarangan tempat iritasi/ tempat buang air besar, kalau ini di biarkan akan menimbulkan penyakit dan wabah.


Masalah ke dua adalah musim dingin yang akan datang, persediaan akan kurang jika tidak segera mencari persediaan makanan dan lain-lain.


Masalah ke tiga adalah beberapa tanaman yang di tanaman rusak dan kayu karena hama ini adalah salah satu kenapa persediaan kurang saat musim dingin mendatang.


Masalah ke empat adalah tim yang mengekplorasi pulau menemukan sebuah desa yang sangat kecil di sebelah timur ujung dan terdapat sebuah kapal pesiar besar di sana yang karam.


Masalah ke lima adalah bagaimana cara melewati musim dingin dengan hangat dan nyaman di dalam rumah.


"sialan masalahnya banyak sekali, tunggu aku harus memulainya dari yang pertama terlebih dahulu karena ini bisa gawat!!" pikir Albert kemudian dia pun mengambil sebuah kertas yang menggambarkan peta desa.


Setelah Berjam-jam membuat denah saluran iritasi untuk desa akhirnya jadi juga, "fyuuh walapun aku bukan insinyur sebuah proyek tetapi aku yakin skill ku sudah lumayan untuk ukuran sebuah desa" ucap Albert sembari mengelap keringatnya.


Albert pun keluar dari ruangan dan bertemu Azizah, "Azizah kumpulkan semua pasukan di desa dan orang yang nganggur khusus yang masih muda saja" ucap Albert sembari berjalan di lorong rumah. "baik tuan saya akan mengumpulkan semuanya " ucap Azizah kemudian dia pun pergi.


"baiklah saatnya kuli bangunan beraksi!!" ucap Albert dengan senyum dan percaya diri menatap ke depan dengan bangga.


Sementara itu...


"hmmm??" Sheva tampak bingun karena dia melihat sebuah Bunga bangkai yang sangat besar 4meter tingginya, "ini Bunga sangat di lindungi boleh tidak ku potong saja ganggu banget baunya sumpah!!" ucap Sheva dengan menutup hidungnya sembari tangan kanannya memegang sebuah pisau.


BERSAMBUNG.....


Allo para readers kenapa aku membuat alur ceritanya mencoba ke sebuah pulau misterius, itu karena aku lupa apa pekerjaan para charakter yang ada jadi lebih baik di mencongin dikit terus nanti lurus lagi :b