
"Albert bagaimana kalau kau dengan 05 dan 02, aku masih harus menjalankan rencana 1C "ucap ku gelisah kemudian albert pun menoleh lalu dia paham dengan masalah sheva, "tenang saja, selesaikan dulu perang ini dan menangkan!"ucap halus albert kemudian dia memberiku semangat.
Albert mengepalkan tanganya ke arah ku lalu aku pun terkejut dan tersenyum " yaa!!, sampai jumpa di kemenangan!"tegas ku semangat memukul kepalan tangan albert dan kami pun berpisah di hari itu.
Setelah itu albert bersama warga desa saim dan 05 mereka menambang di gunung, di waktu yang sama aku mempersiapkan rencana 1C dengan 03 yang sudah kembali.
Membagi 3TIM dengan tugas sendiri sendiri dan aku berada di tim 1 untuk menerobos masuk bersama tim 2 tugas kami adalah menangkap dan membebaskan anak anak atau orang dewasa lainya.
Waktu pukul..... 20:00..... malam.....
Dan rencana di mulai, tim3 memancing pasukan musuh untuk keluar dengan serangan dadakan dari arah utara dan kami berada di selatan kapal, suara tembakan terdengar....
Sura tembakan......
Suara tembakan.....
Musuh yang sedang mengintai dari atas kapal tertembak jatuh semua nya,
"Keuuak!!"
"Serangan musuh!!"
"Semuanya cepat kuaak!!"
Respon cepat musuh mereka langsung keluar dengan pasukan penuh dan mobil tempur berjumlah 2 ke arah utara dengan cepat tim3 pun mundur mereka kejar kejaran dengan musuh sembari mengurangi jumlah musuh dengan perlahan.
"Pintu terbuka lebar ayo!!"tegas ku kemudia tim 1 dan tim 2 yang masing masing berjumlah 5 orang masuk ke dalam kapal, dikarenakan penjaga kapal sebagian mati dan sebagian sedang mengatasi yang terluka kami masuk mengendap ngendap.
"Tim 2 cari orang orang kita, tim 1 ikuti aku bantai mereka yang melawan"ucap pelan ku sembari memneri aba aba kemudian kami berpencar, tim 1 dengan ku menjelajah lantai 2-3 di dalam kapal dan tim 2 mencari di ruang mesin sampai lantai 1.
Kami mengendap ngendap, perlahan tapi pasti berjalan di lorong kamar kamar penghuni kapal lalu menggeledah satu per satu,
Kami hanya menemukan barang barang tidak berguna sama sekali.
"Ayo lanjut lantai 2"ucap ku memberi aba aba ke lantai 2 kemudian kami pun berjalan serentak ke arah tangga akan tetapi kami mendengar suara langkah kaki banyak sekali sekitar 10orang.
"Berhenti!"ucap ku memberi aba aba berhenti kemudian kami pun berhati dengan formasi menyerang lalu suara langkah kaki iti semakin dekat dan suara gemrisik terdengar.
"Ayo cepat cepat!"
"Musuh menyerang!!"
"Para budak itu mereka memberontak"
"Tidak berguna sama sekali!"
"Hahahah"
Ucap ucap orang orang itu dan saat mereka sedang berbelok ke lorong yang kami sudah siap menembak mereka tertawa dan zetelah mereka melihat kami mereka terkejut.
"Tembak!"tegas ku kemudian tanpa butuh waktu lama tim ku menyerang dengan brutal sembari berjalan perlahan.
Suara tembakan.......
"Kueak!!"
"Kenpa kuaak!!"
"Sialan!!arg!!"
"Lari aarg!!"
Kami memakai peredam suara di lorong yang menyerap suara dan itu membantu kami agar tidak ketaahuan lalu tumpukan mayat di ujung lorong itu kami biarkan dengan mengambil senjata mereka.
"Baaiklah kerja bagus, reload dulu baru kita naik" ucap ku memuji mereka lalu mereka pun reload peluru mereka setelah selesai kami menuju ke atas dengan tangga.
Kami pun sampai di lantai 2 dengan lancar akan tetapi aku menyuruh tim ku untuk ke lantai 3 langsung dan tinggalkan aku di lantai 2 sendiri, "kalian ke lantai 3 dulu"ucap ku serius kemudian salah satu anggota tim bertanya "kenapa ketua?".
"Aman kan lantai 3 yang kemungkinan berisi para bangsawan itu , berhati hatilah kemungkinan penjagaan mereka ketat aku akan menyusul" ucap ku serius kemudian seluruh anggota tim pun mau menuruti perkataan ku dan mereka bergegas ke lantai 3.
Wanita itu mengenakan gaun merah cantik dengan sebuah senjata bertipe SMG senjata serangan bruntun di kedua tanganya(MP5)
Rambutnya yang berwarna semerah darah dan kulitnya yang putih serta mata merah nya menatap tajam ku dengan bibir imutnya yang merah.
"Wow~, tubuh yang bagus nona...."sanjung ku tersenyum menatap tajam nya kemudian wanita itu mengangkat gaunnya seperti bangsawan.
"Perkenalkan nama saya athena walaupun nama saya seperti dewi kebijaksanaan akan tetapi saya lebih suka membunuh dan menyiksa hehe♡"ucap halus nya memperkenalkan diri kemudian dia menatap ku dengan senyum jahat nya.
"Hooo~, salam kenal nama ku sheva orang yang akan membunuh mu!"tegas ku tersenyum menatap nya kemudian aku menembak nya dengan akurat.
Suara tembakan....
Dengan cepat wanita itu menghindar masuk ke lorong sebelah kanan,"cih!,meleset" ucap kesal ku kemudian wanita itu menampakan senjatanya dan mengarahkanya tepat ke arah ku.
"Salam yang kasar tuan~♡"ucap nya kemudian dia pun menarik pelatuk senjatanya.
Suara tembakan beruntun.....
Aku pun reflek menghindari masuk ke lorong sebelah kanan ku dengan cepat "sial!!"pikir ku kemudian aku pun berhasil menghindar dengan luka gores di pipi ku dan di tangan kiri ku.
"Gih!, dia mengenaiku tetapi itu tidak dalam!"pikir ku serius kemudian aku pun memojok ke tembok dan mengintip dengan cermin yang di tangan ku.
"Dimana dia?.........jangan jangan!!"pikir ku mencari wanita itu lewat pantulan cermin dengan cermin di tangan ku dan cermin di ujung ruangan aku melihat dengan gambaran yang di pantulkan.
Kemudian aku sadar bahwa wanita itu menghilang lalu aku menoleh ke kiri dan mendengar suara langkah kaki menuju ke mari, kemudian aku mempersiapkan senjata lalu menembak ke lorong sebelah kiri ku.
Tepat sekali aku melihat wanita itu berlari ke sini dan sesaat sebelum aku menembak wanita itu menghindar dengan masuk ke sebuah kamar di sebelah kanan nya.
Suara tembakan beruntun.....
"Sial!!, dia lolos lagi"pikir ku berkeringat dingin kemudian wanita yang tadi pun memojok di dinding dan mengintip sedikit dari pintu, dia terkena luka tembak di kaki kirinya yang telat masuk ke kamar itu.
"Jari kaki hilang 2!!, sialan kau akan ku kulitin hidup hidup kamu!!"pikir wanita itu dengan kesal kemudian dia pun mengintip aku yang sudah menargetkanya dengan mengawasi pergerakan kecilnya dengan scope/bidikan senjata.
Suara tembakan....
Perempuan itu terkejut bahwa di depan matanya terlintas sebuah peluru yang hanya beberapa inci saja akan mengenai matanya.
"A...apa...itu tadi!!, monster!!" Pikir wanita itu dia terkejut lalu dia menjauh dari pintu dengan berkeringat dingin.
"Anjirt, gak kena dikit lagi headshot padahal huh...."pikir ku kesal dengan kegagalan ku kemudian aku pun bersembunyi di lorong dengan mencoba mengintip dengan kaca lagi.
Di tempat wanita itu dia berkeringat dingin lalu dia tersenyum
"Ini menarik!!"pikir wanita itu tersenyum kemudian dia pun berlari keluar dan dia berlari kembali ke lorongnya yang tadi lagi.
Suara lngkah kaki....
"Mati kau!"pikir ku tersenyum lalu aku pun membidik dan menembak dengan tanpa ampun.
Suara tembakan......
"Argg!!......."wanita itu berhasil bersembunyi dengan luka tembak di kaki dan perutnya kemudian dia pun memegangi perutnya yang berdatah itu.
"Sialan!, penolongan pertama dulu!"pikir nya berkeringat kemudian dia mengeluarkan beberapa obat obatan lalu meminumnya dan memasang perban ke lukanya.
"Baiklah ayo bokong saja !!" Pikir ku kesal menunggu lalu aku pun berlari ke ujung lorong kanan lalu berlari maju ke depan, aku berlari dengan mengendap ngendap dan sebisa mungkin meredakan suara langkah kaki ku.
Setelah sampai di ujung aku mengintip melihat wanita itu sedang mengobati lukanya dengan berkeringat dan sedikit gemetar,
"Hmmmm?.... bunuh kah?,mubazir cok cakep soalnya dia hmmm..... bunuh lah lagian aku sudah punya"pikir ku bimbang lalu aku pun membidik dan aku keluar dari persembunyian ku.
"Woe!!"tegas ku kemudian wanita itu terkejut dan panik lalu menoleh ke arah suara dan menatap suram ku saat mengetahui dia akan mati dengan satu tembakan lagi.
"Sial!!"ucapnya gemetar lalu.
BERSAMBUNG ………