
Di sebuah goa tepatnya di sebuah pulau asing dan di sana Sheva sedang tertidur, seseorang menemukan Sheva tergeletak di hutan dan membawanya ke goa untuk di obati.
"euurrg..." Sheva membuka matanya dia terasa asing dengan tempat yang dia tinggali ini, "dimana aku?" pikirnya sembari duduk di kasur kayu itu.
Sheva melihat lengan kirinya tampak sudah baikkan, di perban dengan kain dan sepertinya sudah di jatih lalu di olesi tanaman obat.
"siapa yang menolong ku?, ini bukan jahitan biasa ini adalah kepala semut yang lumayan besar lalu di sengaja untuk di gigitkan ke luka ku dan di potong tubuhnya untuk merekatkan kulit yang sobek" pikir Sheva sembari mengamati tangan kirinya, "orang yang menyelamatkanku bukan orang biasa sepertinya...."
Tak lama seorang pemuda memasuki ruangan goa Sheva, pemuda itu adalah kazuma seorang yang dadi bumi sana seperti Sheva.
"hallo apakah luka anda sudah baikkan? bagaimana perasaan anda?" tanya kazuma sembari menatap Sheva dengan gugup, Sheva pun tersenyum karena melihat kazuma yang memakai pakaian anak SMA.
"yaa terimakasih sudah menolong ku, apakah kah juga dari bumi?" ujar Sheva sembari melihat ke tanganya lalu dia bertanya ke kazuma, kazuma yang mendengar itu pun terkejut sampai-sampai dia menjatuhkan tanaman obat yang dia bawa.
"apakah kau juga dari bumi!!!" tanya kazuma dengan penuh semangat dan penasaran, kazuma sangat dekat dengan Sheva dia sangat bersemangat sehingga matanya penuh dengan bintang. "y-ya aku dari bumi sama seperti mu" ucap Sheva dengan sedikit berkeringat.
"ah..maaf saya lupa memperkenalkan diri" ucap kazuma setelah melihat tingkahlaku Sheva, "perkenalkan nama saya satou kazuma orang Jepang!" dengan penuh semangat sembari menempelkan tangan kanannya ke dadanya kazuma memperkenalkan diri.
Sheva pun berdiri lalu menjulurkan tangan kanannya ke kazuma dan memperkenalkan diri, "perkenalkan nama ku Sheva dari Indonesia " dengan senyum ramah Sheva pun mendapatkan teman baru dengan jabat tangan.
Sheva dan kazuma berbincang-bincang dan semakin akrab, Sheva sempat bertanya apa yang di pakai untuk mengobati luka di tanganya kazuma menjawab dengan menjahitnya sebisanya dan sisanya dengan gigitan semut aneh yang lumayan besar.
"tunggu kau mengunakan semut aneh yang engkau sendiri tidak tau itu beracun atau tidak ke diri ku?" ucap Sheva sembari sedikit suram dan menunjuk ke drinya sendiri, kazuma pun tersenyum dengan berkeringat.
"maaf itu karena aku tidak kepikiran hehehe" ucap kazuma sembari menggaruk kepalanya kemudian Sheva pun menghela nafasnya, "yaah tetapi ini sudah sangat baik...ohhiyaa kazuma bagaimana kalau kau ikut aku?' " ucap Sheva sembari menatapi perapian.
Kazuma pun menoleh ke arah Sheva, "maksud mu? ikut ke mana?" ucap kazuma dengan bingung dan penasaran, Sheva pun menjelaskan semua tentang dirinya ke kazuma.
Butuh waktu yang sangat panjang untuk menjelaskan semuanya, kazuma menyimak dengan sangat serius tentang cerita yang Sheva katakan.
Keesokan harinya...
Jam 09:12 pagi....
Di bibir pantai kazuma telah selesai membuat sebuah kapal rakit kecil untuk berlayar menuju pulaunya Sheva, "baiklah Sheva apakah kau siap!" ucap kazuma sembari tersenyum ke arah Sheva kemudian Sheva pun tersenyum lebar. "aku siap!!"
Sheva yang sudah berada di atas rakit tersebut hanya duduk, kazuma mendorong rakit menuju ke laut lepas setelah terbawa ombak kazuma bergegas naik ke atas rakit.
"Lest gooo!!!" mereka berdua tampak riang dan senang berteriak seperti itu sembari mengangkat tangan kanan yang di kepal ke atas.
\=\=\=kembali ke desa\=\=\=\=
Pembangunan saluran iritasi sudah hampir 50% selesai, Albert sedang mengatasi masalah hama di perkebunan.
"Bagaimana jika aku membuat antioksidan dengan beberapa tanaman yang tidak di sukai serangga?" pikir Albert sembari memijat dagunya menatap ke kertas kosong di tanganya, dia duduk di kursi ruangan kepala desa.
"okelah aku akan membuat pestisida organik yang terjangkau untuk sekarang ini" ucap Albert sembari tersenyum kemudian dia pun mencatat bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat pestisida, setelah selesai Albert menghampiri para petani untuk di tanya-tanya.
Kebanyakan para petani di desa ini tidak begitu tau cara membuat pestisida karena mereka hanya terbiasa membeli di toko, Albert pun kembali dari pertanian ke ruangan experiment miliknya yang di buat di dekat rumah nya.
Albert melakukan pembuatan bio started, Albert mendidihkan air sekitar 5-6liter air setelah itu dia sisihkan ke sebuah wadah. setelah selesai masukan 1/4kg terasi dan aduk sampai merata setelah selesai kemudian masukan 1kg gula pasir lalu aduk, masukan pula 1kg bekatul dan aduk sampai merata semua. ketika sudah selesai dinginkan sambil di aduk.
"baiklah ini sudah jadi laku mari buat pestisida nya!" ucap pelan Albert dengan senyum kemudian dia pun membuat pestisida dengan cara-cara yang dia ketahui.
Daun-daunan dicincang dan selanjutnya diberi larutan Bio-Starter.
Bahan selanjutnya direndam selama 3-5 hari. selama direndam bahan ditutupi dengan plastik hitam.
Setelah 5 hari larutan dapat digunakan sebagai pestisida. dosis pemakaian adalah 5 ml/ L air.
"okey ini tinggal menunggu 3-5hari kedepan jika ini berhasil.....aku sangat puas" ucap Albert sembari bersantay di kursinya dan menghela nafas.
Sementara itu....
Sheva dan kazuma sedang panik di karenakan rakit mereka di kejar-kejar oleh seekor hiu putih yang ganas.
"hoaaaaa!!!" teriak mereka sembari dengan panik mendayung rakit sekuat tenaga, "ahahaha anjirt ahahaha!!" Sheva tertawa sembari mendayung dengan kayu.
"wuuuuu!!! di kejar hiuu!!! ahahhahahann!!" kazuma pun ikut ketawa sembari panik mendayung, mereka asik dengan ketawa mereka padahal kematian di belakang mereka.
Hiu putih tadi pun menggigit rakit di bagian belakang, kapal mulai agak goyah dan tidak stabil. "cok!!! cok!!! anjirtt kaget!!!" teriak Sheva dengan paniknya karena bagian belakang nya yang di serang hiu, kazuma menertawai Sheva. "ahahahah panik panik ahahaha"
"sialan!!!!" teriak Sheva kemudian dia pun melempar dayungnya ke kazuma, "kamu dayung aku akan byone dengan si sialan ini!!" ucap Sheva kemudian dia pun mengeluarkan pistolnya. "yakin dek?" ucap kazuma sembari tersenyum ke arah Sheva dan Sheva pun tampak percaya diri.
"baiklah kalau begitu bunuh hiu itu bro!!!" tegas kazuma sembari mendayung dengan 2 dayung yang sangat menguras tenaganya, "hooraaa!!!" teriak Sheva kemudian hiu tadi pun muncul di permukaan.
"ahaha mati kau!!" teriak Sheva sembari melempar kayu yang ada di bawah nya, hiu tadi pun terkena lemparan kayu Sheva dan membuatnya semakin marah.
Lempar!!....lempar!!!
Punk!!.....punk....
"woe gobl*k itu kayu rakit jangan di lempar lu mau kita berenang?" tegas kazuma sembari memarahi Sheva kemudian Sheva pun tertawa sembari meminta maaf. "heheh maaf"
Hiu tadi pun melihat kesempatan dan langsung melompat menerjang Sheva, Sheva yang sudah terbiasa dengan hall seperti ini pun menoleh dan seketika mulut hiu sudah berada di depan kepalanya sejauh 2meter.
SWOOSS!!!
GIGIT!!!
"tangan kiri? tangan kanan lah!!" pikir Sheva kemudian dia pun tersenyum lalu tangan kanan yang memegang pistol pun dia julurkan dan di gigit oleh hiu terebut, "hahahah to*ol!! mati kau!!" tegas Sheva sembari tertawa kemudian dia menarik pelatuk pistolnya dan menempak tepat ke arah otak hiu tersebut.
Dor!Dor!Dor!
Kepala hiu tadi berlubang dan hiu pun mati di tempat, Sheva yang mengeluarkan tanganya dari mulut hiu pun memperlihatkan ke kazuma, "oit lihat !! aku menang!!" ucap nya dengan senyum riang. kazuma yang melihat itu pun berpikir "otak nya miring nih bocah kayak nya deh..."
Bersambung.....