CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 1 CHAPTER 15 BANGKAI PESAWAT



Aku menemukan sebuah phone dan itu membuat ku semakin penasaran dan ingin menjelajah lebih dalam tanpa memikirkan kondisi ku, aku berjalan semakin dalam dan di hutan ini semakin lebat semakin ke dalam.


Suara kicauan burung....


"Hmm...entah mengapa semakin ke dalan semakin menarik rasa penasaranku" pikir ku serius, aku melirik ke kanan dan ke kiri dengan tajam dan berhati hati. Aku berjalan mulai perlahan menginjak dedaunan kering.


Suasana semakin mencekam setiap langkah akan tetapi rasa penasaranku sangat besar dan aku tidak memperdulikan rasa takut ku kemudian aku pun sampai di sebuah dataran tanpa pohon.


Di sana aku terkejut dan berkeringat melihat sesuatu yang ada di depanku, ini sangat mengejutkan karena di depan ku ada sebuah pesawat jatuh yang sudah berlumut dan sudah sangat lama.


"Apakah ini beneran...."ucap pelan ku dengan menatap suram di depan ku kemudian aku pun berjalan dan menginjak sesuatu.


Kreekk!!.....


Aku seketika langsung melihat ke bawah dan terkejut kemudian aku pun mundur , itu adalah kerangka manusia yang tertutup kain hijau lalu aku pun membuka kain yang menutupi mayat itu.


Kerangka itu menggunakan baju orang kantoran rapi dengan lubang di dada kirinya tepatnya jantungnya lubang itu seperti bekas tembakan senjata api, aku pun langsung berlari ke arah pesawat yang terbelah itu dan tinggal puing puing.


Di sana aku terkejut bahwa aku menemukan tumpukan makanan kaleng terbuka semuanya lalu aku pun mencari di setiap sudut apkah ada seseorang yang selamat, "kotak kaleng sebanyak ini.... dia tidak sendiri" pikir ku serius.


Setelah mencari lama alhasil aku tidak menemukan siapa siapa kemudian aku pun mengubur tulang itu tidak begitu dalam, "fyuh~, segini saja cukup.... " ujar ku tersenyum, aku pun mejaruh sebuah batu untuk menjadi penanda.


Kemudian aku meminum air kelapa yang aku siapkan di botol pelastik dan setelah itu aku melanjutkan explore, "apakah mesin pesawat itu akan berguna bagi albert?" Pikir ku serius.


Aku melanjutkan explore dan tanpa sadar aku di bututi seseorang sendari aku pergi dari bangkai pesawat itu, tak lama aku pun menyadari ada yang mengikuti ku.


"Hmm!?, ready?...." pikir ku serius, aku melirik ke belakang kemudian melihat bayang bayang orang dan aku pun mengeluarkan pistol ku kemudian tersenyum.


Tanpa basa basi seketika aku menembak arah suara orang itu berjalan, "baiklah!" Ujar ku serius, kemudian aku pun berbalik dan menembak ke arah suara.


DOR!!...


"Kyaa!..." teriak orang itu suaranya seperti perempuan remaja dia terkejut karena suara tembaka dan dia pun terjatuh, aku pun bingung siapa wanita ini.


Tanpa berpikir lama aku pun mendekati wanita itu yang terjatuh sesampainya di sana aku terkejut dan menodongkan senjata ku ke kepalanya.


"Eh?!, tu...tunggu....aku tidak berniat menyerang mu.... sumpah!, kumohon jangan bunuh aku..." ucap wanita itu ketakutan, dengan memohon wanita itu tidak ingin mati sampai sampai dia menangis.


Aku pun menarik kembali senjata ku, wanita itu dia seperti remaia permpuan biasa dengan rambut merah dan mata nya yang merah seperti ruby dan yah... kulitnya mulus dan oppainya lebih kecil masih besaran angel.


"Baiklah, bisa jelaskan?" Tegas ku serius, dengan menatap tajam ke wanit itu kemudian wanita itu menjadi suram dan berkerirangat, aku merasa curiga dengan wanita ini.


"Ba...baiklah" ucap wanita itu gemetar, aku yang melihatnya gemetaran semakin curiga dengan nya dan semakin ingin bertanya tanya kemudian wanita itu menjelaskan semuanya.


Saat mereka di bajak mereka tepat berada di tengah badai di lautan dan pesawat kehilangan kendali lalu pilot mencoba untuk sebisa mungkin mendarat.


Mereka mendarat di sebuah pulau dan pesawat mereka menabrak pepohonan akhirnya terbelah menjadi 2 akan tetapi pesawat yang terbakar itu tidak terbakar dengan api besar dan lama akan tetapi cuma butuh beberapa jam untuk padam di karenakan hujan lebat.


Setelah itu mereka sadar bahwa hanya perempuan itu lalu ayaahnya dan di ******* yang masih hidup lainya mati , ayah wanita itu mencoba menyerang si ******* tapi na as nasibnya dia mati tertembak oleh ******* itu.


Dan kemudian sang ******* yang panik pun membawa senjata nya pergi memasukki hutan dan tidak telihat lagi , wanita itu hanya duduk menangis di dalam pesawat dengan mayt ibunnya dan kakaknya.


Wanita itu menjelaskan semuanya dengan sedih dan menangis, "be..begitulah hiks...hiks.." ujar nya sedih, dia mengusap air mata nya kemudian dia memandang ke bawah.


Aku pun masih curiga dengan ceritnya lalu aku bertanya, " dimana tubuh pelayan, ibumu, kakak mu?" Tanya ku curiga, kemudian wanita itu pun terkejut dan dia pun berkeringat.


"Me...mereka...su.....sudah aku.... kubur" jawab nya panik, kemudian aku pun tambah semakin curiga lalu aku bertanya sekali lagi dengan tatapan tajak dan expresi dingin.


"Di mana kuburan mereka berada?"tanya ku serius, wanita itu terdiam lalu dia pun secara tiba tiba menyerangku dengan pisaunya aku dengan reflek melompat mundur.


Slaas!!!...


Aku berhasil menghindari serangan lambat itu, "kamu!" Tegas ku menatap geram wanita itu, tanpa di duga sang wanita tersenyum dengan menatap ku , "hahaha, kamu matilah matilah matilah!" Tegas sang wanita dia marah.


Dia berlari ke arah ku dengan penuh amarah seperti orang gila kemudian aku pun menatap wanita itu dan mencoba bertahan, wanita itu menyerang ku dengan pisau tanpa ketrampilan sama sekali.


Aku herhasil menghindari serangan bertubi tubi wanita itu kemudian aku pun sudah muak dengan permainan ini lalu aku menendang perut wanita itu sampai terpental beberapa meter.


"Keuuk!!, ka...kau... i...ini sakit....mama...hiks..." ucap nya sedih, dia muntah darah akibat tendangan ku yang sangat kuat kemudian aku pun menodongkan pistol ku ke arahnya.


Cklik....


Wanita itu menoleh ke atas dan melihat ku yang sedang menodongkan ujung pistol ke kepalanya kemudian dia mengeluarkan air mata dari matanya yang menatap ujung pistol.


"Aku tidak mau mati, aku hanya mencoba bertahan hidup hiks..." ucap nya dengan menangis, aku tak bersimpati lagi lalu aku pun mau menarik pelatuk.


Aku menatap dingin wanita yang menangis di depan ku ini , aku sempat berfikir "jadiin budak sgs tak apa kah?"


Akan tetapi aku teringat dia mencoba membunuh ku " jangan bunuh saja siapa tau dia bisa membahaya kan angel dan yang lain?" Pikir ku.


Tanpa di duga sesaat aku mau menarik pelatuk aku terkejut angel berlari ke arah kami dari dalam hutan dia berteriak " tunggu sheva!!"


Waanita itu menatao terkejut angel dan angel berlari dengan edpresi sedih ke arah wanita itu dan aku hanya terkejut dan bingung.


BERSAMBUNG....