CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 1 CHAPTER 26 RENCANA 1A



Aku dan albert ke gimle untuk merancang rencana dan di sana aku di sambut 01-05 yabg sedang menunggu ku kemudian kami pun mengadakan rapat meja bundar bersama albert.


"Perkenalkan, dia albert asisten ku"ucap ku memperkenalkan albert dan seketika albert berdiri lalu semua orang pun mengangguk.


"Baiklah kalau begitu ayo bahas rencana"tegas ku serius.


Kapal pesiar ini memiliki berat 236 ribu ton dan memiliki ukuran dengan panjang 362 meter dan lebar 64 meter. Kapal ini memiliki 18 dek dengan kapasitas daya tampung mencapai 6.988 penumpang dan 2.300 awak kapal.


Akan tetapi kapal ini hanya di huni 1.273 orang biasa dan 200 elite global serta 1.362 awak kapal dan 600 penjaga elite bersenjata penuh, mobil militer yang terlihat 5 serta banyak senapa api berat dan ringan.


Rencana adalah membiarkan mereka menyerang dengan kekuatan seperti biasa dan kita akan mengintai saja dan tidak menyerang setelah itu buat mereka kembali dengan hasil seluruh desa kosong.


Mereka akan mengirim informasi bahwa desa telah kosong dan akan membuat orang orang berfikir kami melarikak diri dan mereka akan mengerahkan seluruh atau setengah kekuatan mereka untuk mencari elite global yang tertangkap dan memburu kami seperti hewan.


"Bukanya itu akan terlihat sekali bahwa mereka bisa saja tidak mencari elite global dan hanya berdiam diri di sana"ujar albert dengan mengangkat tangan nya.


"Pertanyaan yang bagus, jika mereka tidak mencari kita atau teman mereka yang kita sekap bukanya ada cara yang akan membuat mereka mengerahkan seluruh kekuatan..." ujar ku serius dengan tersenyum tipis.


"Tuan!, apa yng anda maksut saya tidak paham..." ujar 05 dia bingung dan berkeringat kemudian aku pun menatap matanya.


"Apa kau lupa, kapal mereka juga karam...."ucap pelan ku dengan tatapan dalam kemudian semua orang pun sadar.


"Sheva..... jangan jangan!"tegas albert dengan berkeringat dingin kemudian dia menatap ku yang tersenyum dengan tatapan dalam menatap ke depan.


"Yaa...musuh terbesar mu saat perang adalah lapar~"ucap ku dengan tersenyum bagaikan villain di suatu cerita novel, semua prang pun tercenganh dan seketika mereka terdiam lalu tersenyum mwngikuti ku.


"Aku ingin membunuh mereka tidak...menyiksa mereka akan lebih baik!"tegas 02 dengan menggerutu karena menahan rasa benci nya kemudian 04 pun mengeluarkan suntikan nya.


"Aku ingin membedah tubuh mereka"ucap 04 dengan wajah psikopatnya dan kemudian 05 mengepalkan tanganya dengan erat dan otot otot di tubuhnya terlihat.


"Ehehehe aku ingin wanita mereka..."tegas 05 dengan kesal, albert hanya bisa ikut ikutan rencana ku karena itu menarik.


"Ini menarik....."pikir albert semangat.


"Bukanya harus ada rencana 2atau b untuk berjaga jaga rencana kita gagal atau mengalami kesalahan?"ujar 01 kemudian semua orang yang menggerutu tadi terdiam dan menatap 01.


"Kau merusak suasan...."ucap kami semua dengan kompak menatap dingin 01 kemudian 01 pun berkeringat dingin "lah??" Dia bingung.


Setelah itu kami seharian memikirkan rencana dan sudah tiba waktunya untuk memulai rencana pertama 1A dengan cara teknik ancaman yaitu menyerang lalu mundur saat musuh tidak menyerang.


Suara tembakan....


Suara tembakan beruntun....


Suara granat......


"Semuanya mundur!!"teriak komandan lalu semua pleton 1 -5 mundur dari garis depan dengan membawa 16 orang luka luka dan 3 meninggal, rencana 1A berhasil musuh kebingungan lalu mereka mengejar para pleton.


"Semuanya bagi 5 jalur dan berpencar" tegas komandan lalu setiap pleton di pimpin ketua pleton menuju rute yang sudah di beritahukan, dengan melewati jalur yang di penuhi rerumput tinggi dan pepohonan lebat.


Para musuh yang berjumlah 170 orang dengan 10pleton dan 3 mobil militer dengan senapan mesin otomatis kesusahan mencari pasukan gimle yang bersembunyi di bawah tanah.


Kemudian setelah pasukan baris depan membawa para musuh ke hutan, pasukan serbu yang sudah mengepung pasukan musuh ketika mereka memasuki hutan sudah siap dengan 40orang elite berserta aku.


Aku berjalan perlahan melewati semak semak tinggi dan sudah di samping pasukan musuh lalu aku mengisyaratkan berhenti,


"Musuh lumayan banyak juga yah..... akm siap?..."pikir ku serius kemudian aku pun tersenyum.


"Baiklah!!"pikir ku menatap tajam ke senjata ku kemudian aku pun berdiri dan berteriak "serang!!!" Teriak ku seketika pasukan ku merespon dengan cepat dan dari jarak lumyan jauh mereka menembak tepat sasaran.


Suara tembakan....


Sura tembakan......


"Keuuak!!!"


"Serangan musuh!!"


"Semuanya bersiap keuuak!!"


"Arah jam 2!!"


"Bukan arah jam 5"


Suara tembakan......


Musuh tersisa sedikit yang masih hidup mereka berhasil bertahan di dalam mobil dan di bawah mobil hanya tersisa 20 orang dalan waktu sekejap tumpukan mayat berada di depan ku dengan darah mengalir di tanah seperti air.


"Darah sudah tumpah.... kalian menyerh atau mati!!"tegas ku kemudian pasukan memberhentikan tembakan lalu mulai mengintai pergerakan aneh dan aku pun berdiri tepat di depan pasukan musuh.


Salah satu pasukan musuh yang menggunakan mobil atau tepatnya penembak senapan otomatis secara tiba tiba muncul dan mengacungkan jari tengahnya ke arah ku.


"Persetanan dengan mu bangs*t!!!"tegas orang itu dengan penuh kesal lalu dia pun memegang pelatuk senapan otomatis dan mencoba menembak ku akan tetapi kepalanya terlebih dahulu berlubang karena senapa pasukan ku.


Suara tembakan.....


"Keuuak!!"orang itu mati dan mayatnya masuk ke mobil dengan penub darah yang keluar lalu aku menghela nafas.


"Menyerah atau mati!! Pilih mana bajing*n aku udah kesal menunggu atau kalian pilih mati haah!!!" Teriak ku dengan kerut di wajah ku dengan penuh kesal.


Kemudian pasukan musuh mulai menampakan diri mereka lalu mereka menyerah mengangkat tangan dengan senjata di bawah tanah tergeletak.


"Bagus kalian memilih menyeraha akan tetapi aku kesal dengan kelian semua..."ucap pelan ku kemudian aku pun berjalan ke seseorang yang di panggil komandan lalu aku menunjuknya.


"Bunuh mereka semua kecuali dia!" Teriak ku kemudian sesanan menjadi mencekam dan kepanikan pun di mulai.


Suara tembakan....


"Haah!!"


"Bajing*n penipu!!!"


"Terkutuk kauu keuuaak!!!"


"Keuuak!!"


Aku menunjuk wanita komandan di depan ku dengan menatap bosan dia lalu dia gemetar dan kaku tidak bergerak menatap tajam ke arah mata ku dengan penuh kemarahan.


Suara tembakan berakhir lalu tumpukan mayat pun bertambah dan sekarang tersisa 1 orang untuk di intograsi dengan cara yang mudah, "kau.!!!"tegas wanita itu dengan mata berkaca kaca.


Seluruh pasukan pun terlihat lalu pasukan pendukung dengan 40 orang membawa mobil militer dengan semua set dan senjata dan peluru ke markas lalu wanita komandan itu aku ikat dan aku bawa untuk intograsi.


Ruangan intograsi.......


Di ruangan ini si wanita kami ikat ke kursi dengan erat dan kami telanjangi bulat lalu peralatan intrograsi ada bayak hal dari senjat tajam senjata tumpul senjata api bahkan yang menyakitkan atau memberinya penyakit dan lain lain.


Wanita itu pingsan di kursi, di dalam ruangan ada aku dan albert lalu 01 kami memulai membangunkan nya terlebih dahulu dengan menggebyurnya dengan air.


Byuurr!!....


Kemudian wanita itu bangun lalu dia melihat sekeliling dengan terkejut dan dia tidak bisa bergerak karena di ikat lalu dia juga malu krena telanjang bulat.


"A...apa.apan ini kalian mesum!!" Tegas wanita itu dengan mata berkaca kaca dan menatap suram kami lalu 01 pun memukul nya dengan keras.


Suara pukulan di wajah....


"Aargg!!,.. sakit sialan!!" Tegas nya dengan mulut yang berdarah menatap tajam ke arah 01 kemudian aku pun maju lalu memegang dagunya dengan jari telunjuk lalu mengarahkan mukanya ke arah ku.


"Hee~ nona komandan~, kau tau kan kau bukan dalam posisi untuk melakukan hal hal bodoh." Ucap pelan ku menatap mata wanita itu yang penuh dengan amarah kemudian aku tersenyum.


"Baiklah, pertanyaan pertama berapa banyak kalian memiliki prajurit sekarang? Atau senjata rahasia?" Tanya ku dengan melirik ke arah wanita itu kemudian wanita itu hanya terdiam.


Aku menghela nafas kemudian 01 pun memukul perut wanita itu dengan keras, "jawab bego!!" Tegas 01 sembari memukul perut wanita itu.


Suara pukulan....


"Kueak!!,....a...aku..tidak...akan...me..memberitahu...mu ...cuih!" Ucap wanita itu dia kesakitan lalu melontarkan ludah merah darah ke arah ku kemudian aku menatap tajam nya.


Aku mendekat lalu mengambil pisau bedah lalu memberinya ke albert yang sedang mengawasi wanita itu kemudian albert pun menerimanya.


"Baiklah~, kadang aku penasaran bagaimana jika kulit manusia di kuliti tanpa bius apakah itu menyakitkan?"ucap albert sembari menatap ke pisau bedah itu lalu melirik ke arah wanita itu seketika wanita itu suram dan gemetar.


"Tidak!!,tidak!,tidak!,tidaaaakkk!!!!" Ucap wanita itu menggelengkan kepala lalu dia berteriak.


BERSAMBUNG …………