CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 1 CHAPTER 23 SUKU KECIL..



Setelah sampai di goa hari sudah tengah malam mereka semua sudah tertidur akan tetapi aku tidak melihat angel di tempat tidurnya, "dimana dia?"pikir ku bingung kemudian aku mencarinya ternyata angel berada di ujung goa sedang duduk.


Aku mendekatinya lalu aku mendengar dia bergumam gumam sendiri dan aku mendengarkan nya, angel memegang sebuah bunga dan memetik satu persatu bunganya.


"Suka,tidak,suka,tidak,suka-"ucap angel sembari memetik satu persatu daun bunga itu dan akhirnya sampai gundul setelah itu mukanya memerah dan dia mengambil bunga satu lagi.


"Jujur, tidak,jujur,tidak,jujur,tidak,jujur- eh?.. apakah aku harus berkata yang sebenarnya ke sheva?" Ucap pelan nya dengan tersipu malu kemudian angel menaruh bunga nya lalu dia memandangi bulan yang tepat di atasnya.


"Aku menyukaimu...sheva...tapi...aku juga punya saingan sial..."gumam angel sembari menatap bulan yang bersinar indah malam ini, aku mengepalkan tangan ku


"jadi begitu...aku harus bertanggung jawab kah sebagai laki laki yang membuat dia se0erti itu?" Pikir ku, kemudian aku pun mendekati angel dan berkata "ak-..sedang apa kau" angel terkejut lalu dia menoleh dengan tatapan hampa.


"S..sheva?,a..apa kau mendengar yang ku katakan tadi?.. maaf"ucap angel dia terkejut lalu memalingkan pandanganya aku pun terdiam lalu aku memguap.


"Hooaam!, apa yang kau bicarakan? Aku aja baru sampai di goa dan melihat mu duduk sendiri jadi aku menghampiri mu" ucap ku mengantuk kemudian angel lega dan dia pun tersenyum ke arah ku.


"Tidak, tidak ada ayo tidur udah malam"ucap angel dengan senyum ke arah ku kemudian aku pun pergi bersama angel ke tempat tidur,


"Untung saja.."pikir angel dengan pearasaan lega.


"Maaf kan aku..." pikir ku serius.


Keesokan harinya aku mengadakan perkumpulan dan kami berkumpul, semua nya menatap ku dengan bingung kemudian alicia bertanya "ada apa ini sheva?"


Kemudian aku serius "kalian tau mayat ular waktu itu!" Kemudian semua orang menelan ludah dan menatap serius aku kecuali tifa kemudian albert pun bertanya.


"Ada apa dengan mayat ular itu sheva?"dengan berkeringat dingin dia bertanya kemudian aku pun berdiri. "Ikuti aku sekalian agar tifa tau juga" ucap ku serius kemudian kami pun berjalan ke tempat bangkai ular itu.


Setelah sampai mereka terkejut bukan main karena mengetahui bahwa mayat ular yang beberapa hari yang lalu masih utuh sekarang cuma menhisahkan tulang dan darah kering.


"A..apa...ini...apakah di makan hewan?" Ucap alicia gemetar kemudian aku menggelangkan kepala dan semua pun bingung lalu aku mendekat ke tulang dan menyentuhnya.


"Lihat masih ada bekas dagingnya dan juga ini bekas sayatan pisau...."ucap ku serius kemudian suasana menjadi hening dan mencekam, tifa bertanya tanya "apa maksudmu dan juga tulang ini.."


Kemudian angel pun berjalan ke arah tifa lalu menjelaskan nya dengan rinci setelah selesai tifa menatap suram ke arah ku "pantesan, aku tidak bisa mengalahkanmu......."ucap nya.


"Bukanya ini aneh?, bahwa mayat ular ini di ambil dagingnya... oleh siapa!"ucap albert serius kemudian aku pun menatap nya dan berkata " aku melihat sebuah suku pedalaman tak jauh dari sini"


Semuanya terkejut lalu terdiam, "kalau begitu, ini masuk akal.... apa kau ingin membunuh mereka atau membuat jadi teman?"tanya albert dengan menatap mata ku kemudian semuanya menatap ku dengan penuh penasaran.


"Ya...pastilah aku akan membuat mereka membayar, karena berani mencuri barang milik orang lain"tegas ku dengan penuh semangat aku tersenyum lalu semua orang merasa lega.


"Ya begitulan dia..."


"Yaa biarkan saja kalau dia butuh bantuan pasti akan bilang ke kita"


"Terserah apa mau mu sheva..."


"Ya... aku kasihan pada suku itu mencuri dari seorang monster"


"Ayo berangkat!" Tegas ku dan kami pun berangkaat dengan persiapan penuh untuk berjaga jaga, setelah kami sampai di tempat suku itu berada kami masih mengintai.


"Hmm... menarik, jumlah mereka sekitar 120 orang."ucap alicia serius dia mengintai dengan teropong lalu albert pun berkeringat dingin.


"Lumayan banyak untuk seukuran suku kecil..." ucap albert kemudian aku pun berdiri.


"Ayo maju sesuai rencana"tegas ku kemudian aku dan albert maju dengan senapa yang kami pakai, rencana adalah aku masuk dengan albert dan mencoba untuk terlihat oleh warga suku kalau mereka menyerang kami pun akan menyerang dengan support 1 orang di belakang dan di kover 1orang orang tambahan 1 orang.


Kami berdua memasuki suku itu dan tak lama kami di lihat oleh warga suku kemudian mereka pun panik dan berlarian.


"Apa yang mereka lakukan?"ucap pelan albert melihat mereka pada panik akan tetapi mereka hanya berlari lari tak menentu kemudian aku pun juga bingung.


Setelah beberapa saat suasana menjadi sepi dan kami pun duduk di


Bawah pohon karena bingung kami saling bertanya,


"Woe sheva apa apaan tadi itu?" Tanya albert bingung dia pun meminum air di botol kemudian aku pun bermain dengan senapan ku


"Ntahlah, aku kira mereka akan lebih waspada dan akan melempari kita batu...."jawab ku serius.


Setelah beberapa saat suara langkah kaki terdengan dan bukan hanya satu akantetapi banyak sekali orsng yang secara tiba tiba berjalan ke arah kami.


"Sheva....ini..."ucap albert dengan berkeringat dingin kemudian aku pun berdiri dengan senapan siap tembak lalu albert pun juga mengikuti di belang ku, tanpa di duga warga suku itu berkumpul dan berjalan ke arah kami dengan senjata lengkap dan seorang yang di bawa dengan cara seperti persembahan tertutup kain putih tubuhnya.


"Apa ini?"bisik albert kemudian aku pun menurunkan senjata ku lalu setelah sampai mereka berlutut dan orang yang seperti persembahan itu di hadapkan ke depan ku.


"S...sheva?....."bisik albert panik dia bingung dengan suasana di sini lalu aku pun menatap orang di depan ku kemudian seorang dari suku itu orang tua.


Dia berjalan dengan di pandu seorang remaja mereka berjalan ke arah ku kemudian orang tua itu berkata,


"Terimakasih.... tuan telah membunuh...dewa kehancuran..." ucap patah patah orang tua itu kemudian aku bertanya tanya, "maksudmu dewa kehancuran? Ular itu kah?" Dengan bingung aku bertanya kemudian orang tua itu mengangguk.


"Ini...hanya sebagai hadiah....walau kecil... terimalah...wanita ini adalah wanita tercantik dan masih belum di sentuh pria mana pun....kami persembahkan kepada anda...." orang tua itu seperti memaksa bernicara dengan bahasa yang aku gunakan.


"Aku terima ini, tetapi aku juga punya permintaan untuk kalian..." ucap ku serius, albert pun panik dan mendekat ke telinga ku,


"Oioioi!, kau ingin tambah harem kah!" Bisik albert dengan keringat dingin.


"Bukan gitu bego!, kalau ku tolak... mereka pasti akan kecewa dengan diri sendiri" pikir ku dengan kesal kemudian orang tua itu berbicara dengan warga suku.


"геройларның безнең өчен үтенече бар(para pahlawan memiliki permintaan) " teriak orang tua itu kemudian semua warga suku bersorak.


"Sepertinya aku paham bahasa mereka sedikit..."bisik albert tenang kemudian aku pun menoleh dan bertanya "bagus kalau begitu!"ucap ku senang.


BERSAMBUNG........