CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 2 CHAPTER 34 PETARUNGAN



Aku yang sedang bersama dengan 8 ular itu menuju ke arah sungai,


"Oi kalian!, awas saja jika sampai ada predator yang masuk ke saluran air kalian akan kena hukuman yang menyakitkan" tegas ku dengan mengancam mereka kemudian 8 ular itu berkeringat sembari memgangguk ngangguk.


Setelah itu pun kami sampai di pinggir sungai itu, di sana airnya tenang karena sungai ini dalam mungkin dan juga buaya buaya di sini besar besar sial. Sesampainya kami di pinggir sungai kami di sambut dengan banyak buaya besar yang di tepi dan berenang.


8 ular itu mereka membuka rahang mereka selebar lebarnya dengan lidah yang menujulur keluar masuk sembari menyiapkan racun di taring mereka, "baiklah kalian siap?" Tanya ku serius kemudian 8 ular itu sudah bersiap untuk menerkam.


Aku yang berada di tengah tengah menjulurkan tangan kanan ku ke arah buaya buaya itu sembari tangan kiri memegangi wajah ku perpose keren kemudian " serang anak anak!" Tegas ku, tak butuh waktu lama para ular dengan dorongan ekor, mereka melesat dengan cepat bahkan langsung menancapkan taring mereka ke kulit keras buaya itu.


Swiiss!!!....swiis!!..


Para ular seketika menancapkan taring mereka ke tubuh buaya lalu melilitnya sang buaya juga tak mau kalah mereka menggunakan cakar mereka untuk mencakar kulit ular yang sama keras itu.


Cakar buaya buaya itu sangat tajam para ular terpukul mundur sejenak mereka kalah jumlah akan tetapi tak butuh waktu lama para puaya yang jumlahnya 17 itu yang mengepung mereka langsung terbunuh 8 buaya terkena racun dan mati akibat racun merusak organ tubuh mereka menggerogoti dari dalam.


Para buaya pun panik mereka agak mundur sedikit sekarang mereka seimbang lalu aku pun mengambil senapan AKM di punggung ku lalu menembidik tepat di mata buaya buaya itu.


"Bagian mata kalian titik lemah" pikir ku serius sembari membidik, aku menarik pelatuk senjata ku.


Dor...dor...dor..dor..!!


Setelah menembak mengenaik sasaran dengan cepat aku mengganti ke target lain , aku berhasil mengenai 4 buaya saja yang buta sebelah lalu 5 buaya lainya menyadari mereka waspada ke 2 arah.


"Maaju!!" Tegas ku sembari berjalan perlahan menembak ke arah buaya kemudian ular ular itu melesat dengan cepat menerkam buaya buaya itu, suara tembakan terdengar di tengah hutan itu dan petarungan sengit pun di mulai.


Aku memberhentikan tembakan tepat saat para ular melesat dan mencover mereka dari jauh, para ular menyemprot kan racun dan menancapkan taring mereka lalu para buaya melukai tubuh ular dengan cakar dan gigi gigi mereka.


Ular melilit dan buaya menggigit ini adalah petarungan sengit antara 2 makhluk besar dan kuat, aku tidak tinggal diam dengan hanya menonton saja. Aku memgambil granat di saku ku kemudian berlari menuju petarungan.


"Baiklah!, sasaran di kunci" pikir ku serius sembari berlari dengan tangan kanan siap melempar granat, aku mengunci seekor buaya yang di lilit salah satu ular tetapi si ular terlihat kesulitan untuk menancapkan taringnya.


Si buaya itu melebarkan taringnya selebar lebarnya dan itu adalah kesempatan bagi ku untuk menyerang, "terima ini!!" Pikir ku sembari berhenti lalu perpose melempar kemudian aku menarik pengunci granat lalu melemparnya tepat ke dalam mulut buaya.


Buaya itu terkejut lalu dia mencoba memuntahkan itu namun aku segera menembak bagian dalam mulutnya yang tidak tetlapisi kulit kerasnya, "jangan macam macam, oii nak pergi dari situ!!" Tegas ku sembari menembak.


Buaya yang terkena tembakan itu kesakitan lalu ular yang melilitnya pun menjauh kemudian dia bertarung dengan buaya lainya seketika tak butuh waktu lama granat itu meledak.


"Home run!"ucap ku serius berbalik kemudian tubuh buaya itu terlempar dan menjadi kepingan kepingan kecil dan besar, isi perut serta organ dalam buaya itu terlempar dengan darah nya yang muncrat kemana mana.


Para buaya lainya yang tersisa tinggal 4 buaya mereka melarikan diri akibat kalah jumlah dan terluka parah di tambah ledakan tadi yang membuat mereka ketar ketir.


Aku pun membersihkan percikan darah di muka ku lalu tersenyum mengarah arah sungai yang terdapat buaya buaya yang ketakutan mengawasi kami dari dalam sungai kemudian 8 ular dengan tubuh berlumuran darah buaya itu mengelilingi ku bagaikan raja duduk di singasana.


"Siapa bos nya" ucap pelan ku tersenyum senang ke arah sungai kemudian para buaya buaya itu pun masuk ke dalam air dengan cepat mereka menghilang, aku pun setelah itu mengecek kesehatan 8 ular itu dan mereka tidak begitu terluka parah hanya luka gores ringan.


"Baiklah kita akan pulang terlebih dahulu dan besok mulai pembuatan saluran air" ucap pelan ku sembari berjalan menjauhi sungai bersama para ular kemudian setelah beberapa saat setelah aku kembali.


Sesuatu yang besar sebesar truck biasa dengan panjang 7M dan berat belum di ketahui, seekor buaya besar muncul dari dalam sungai lalu memakan mayat mayat buaya yang tergeletak bagaikan memakan cemilan lalu buaya itu menatap tajam ke arah hutan dari lubang hidung nya keluar asap nafasnya.


"Krrrggggg!!" Geram buaya itu kemudian dia kembali masuk ke sungai itu kemudian menghilang dengan meninggalkan bekas kaki yang lumayan besar dengan ukuran panjang 50cm dan lebar 37cm.


Sheva tidak menyadari bahwa terdapat hewan buas yang lebih besar di dalam sungai itu sama mengerikanya dengan ibu 8 ular itu yang hampir membuat sheva terbunuh.


Setelah kembali ke desa aku langsung menyiapkan rancangan pembuatan saluran air untuk memenuhi kebutuhan desa dan lain lain, aku merancang dengan 01 dan pak ardia di sebuah ruangan.


"Baiklah, kita akan membuat saluran air sejajar dengan garis lurus ke arah sungai"ucap 01 menjelaskan kemudian aku pun mengangkat tangan kanan ku.


"Bukanya itu sedikit beresiko?, begini jika kita membuat garis lurus seperti itu bukanya kita harus menebang pohon pohon sekitar?" Ujar ku.


"Hmm, masuk akal.... lantas kita ganti rencana menjadi garis S yang membentang dari sungai lalu sedikit ke barat 100m lalu lurus 260m lalu miring ke timur 60m dan lurus 70m " jelas 01 kemudian kami pun sedikit setuju kenapa.


Jika membuat nya menjadi garis lurus itu bisa saja kita harus menebang pohon jadi sebisa kungkin kita tidak menebang pohon karena tidak berguna untuk sekarang.


BERSAMBUNG ………


Tugas sekolah gw cok numpuk gak ada waktu buat update sorry banget nih, nanti kalau udah ada waktu luang bakal di usahain update banyak atau crezy up tenang saja ( kalau ada waktu)


Nambahin kata aja kurang 30 kata wk wk wk wk :v


Komen like yaa kasih saran atau kritik byee....