CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 1 CHAPTER 4 KITA LOOTING



Aku memasukki kapal itu, kapal ini terlihat bagus di luar akan tetapi di dalam nya begitu hancur dan berantakan.


Aku menemukan 4 kamar yang terkunci dan ruang bawah untuk penyimpanan dan mesin.


"Uwaa..... gelap banget cok..."ucap pelan ku sembari melihat sekeliling di dalam ruang bawah.


Aku memutuskan untuk naik ke ruang atas karena gak bisa lihat apa apa kemudian aku pun mencoba membuka pintu.


Cklik....


Pintu terkunci dan pintu lainya juga terkunci, "fu*k kunci aja semuanya anj*ng males aku..." tegas ku sembari menendang pintu.


Aku berjalan kemudian aku melihat tangga ke atas lalu aku ke atas untuk melihat bagian atas.


Setelah sampai aku melihat sebuah ruangan untuk mengendalikan kapal dan tempat duduk aku pun mendekati ruangan itu.


Di dalam sana ada seseorang yang pingsan atau mati aku tidak tau,"wanjir ada orang tuh...beneran!"ucap ku sembari melihat ke dalam kaca.


Kemudian aku pun mencoba membuka pintu dan ternyata pintu itu tidak di kunci, "wokeh!, apakah mati?" Ucap ku.


Aku melihat ada 6 kunci tergeletak dan aku mengambilnya, "yosh!, bentar yah aku mau loot dulu"ucap ku dengan gembira.


Aku meninggalkan orang itu di sana dan pergi ke bawah sesampainya di bawah aku mencoaba kunci itu.


Cklik....


Pintu terbuka aku senang kemudian aku pun memasukki ruangan itu dan aku lumayan kecewa ternyata ruangan itu hanya kamar.


"Cih... ayo cari yang berguna saja...." ucap ku dengan kesal kemudian aku mencari baju yang pas dengan tubuh ku.


Sesaat kemudian aku selesai mengganti baju ku dan lanjut membuka ruangan selanjutnya dan ruangan itu adalah toilet.


"Why?... siapa tau ada antibiotik?..."ucap ku dengan kecewa kemudian aku pun mencari kotak p3k dan menemukan beberapa obat.


"Hmm, alkohol, antibiotik,obat mabuk, obat panas dan lain lain " ucap ku sembari memasukkan obat obatan itu ke tas yang aku ambil.


Kemudian aku pun keluar dari ruangan itu dan membuka ruangan selanjutnya dan ternyata itu adalah dapur.


Di dapur itu aku menemukan pisau dan bahan makan mentah yang masih bagus , aku senang karena dapat makan daging sapi.


"Yeey~, daging sapi dapat!" Teriak senang ku kemudian aku pun teringat seorang yang di atas lalu aku ke atas.


Orang itu masih di sana dia tepar apa mati aku mehgecek denyut nadinya dan itu masih ada kemudian aku pun membalikkan nya.


Aku terkejut ternyata orang itu wanita, "eh?, cewe dong aniir!!" Teriak kaget ku dengan sedikit menjauh.


Orang dengan rambut cyan pendek yang tadinya aku kira cowo ternyata cewe dengan oppai seukuran normal dan tubuh yang langsing.


"Wanjir.... dia cakep pasti banyak perawatan nya.... tinggalin?" Pikir ku sembari memandangi wanita itu kemudian aku menampar wajah ku.


Suara tamparan...


"Baiklah, ayo rawat dia dulu sampai sadar" ucap ku dengan serius kemudian aku menggendong wanita itu ke kamar nya.


Baju dia basah dan aku pun bodo amat dengan itu, aku mengganti baju dia beserta dalamnya,


"wanjir!, tahan....tahan...nafsu tahan..." pikir ku sembari memakaikan baju.


Tubuh wanita itu mulus dengan kulit putihnya dan ujung pink itu sial,


"haah~, selesai.... aku bisa menahan nafsu ku syukurlah..." pikir ku dengan menghela nafas.


Aku pun keluar ruangan itu dan mencoba membuat makanan untuk wanita itu di dapur.


Aku pun memutuskan membersihakan dapur itu dulu dan setelah selesai aku mengecek persediaan makana ini.


"Phew~, persediaan ini bisa bertahan 2bulan setidaknya.." ucap lega ku kemudian aku pun memutuskan membuat bubur.


"Ini resep rahasia nenek ku , aku akan membuatnya yaitu bubur!" Ucap ku dengan percaya diri kemudian aku pun memasak.


Wanita itu bangun karena suara berisik dan bau enak dari dapur,


"Ah~, kepala ku pusing..."ucap pelan wanita itu dia duduk di kasur.


Setelah beberapa saat dia sadar, "ohiya!, bukanya aku sedang di tengah badai!?" Pikir wanita itu dengan terkejut.


Dia melihat sekeliling dan melihat ke tubuhnya, "ini... di kamar ku dan siapa yang mengganti baju ku?" Ucap pelan wanita itu.


Kemudian aku masuk ke kamar nya. Suara pintu terbuka wanita itu langsung waspada.


"Oyaoya~, sudah bangun yah ?" Ucap pelan ku sembari tersenyum membawa makanan sembari membuka pintu.


Wanita itu terkejut dan bertanya " si...siapa kau?" Kemudian aku pun masuk dan duduk di depanya.


"Aku orang yang gak sengaja menemukan sebuah kapal terdampar" ucap pelan ku sembari menaruh bubur dan juz itu ke meja.


Perempuan itu terkejut dan menyela " tunggu!, apa katamu terdampar!"tegas wanita itu dia panik.


Aku pun menatap matanya "aku juga ingin bertanya kenapa kau bisa terdampar?" Ucap pelan ku wanita itu terkejut dan dia mengingat.


Wanita itu ingat kenapa dia terdampar, "kapal mengalami kerusakan mesin dan di waktu yang sama terjadi badai yang besar..." ucap nya.


Wanita itu terlihat sedih dan juga panik di saat yang bersamaan, aku memeluknya dan berkata " tidak apa tenang saja...ada aku...".


Wanita itu terkejut dan menerima pelukan ku lalu dia menangis


" hiks...hiks.. mereka ...mereka... terlempar ke laut..hiks.." dia menangis.


Wanita itu menyalahkan diri sendiri dan menangis di pelukan ku kemudian aku mengelis rambutnya dan memeluknya dengan erat.


"Ini bukan salah mu, ini memang sudah takdir... jadi iklaskan mereka dan tetap lah hidup" ucap ku dengan nada halus.


Wanita itu tambah menangis, "hiks...hiks...nmm..uwaa!" Suara tangisan itu terjadi selama beberapa menit.


Dan setelah wanita itu tenang dia bertanya " apakah ada orang lain di sini?" Aku menjawab nya " kita di pulau entah berantah dan aku juga terdampar hehehe".


Wanita itu terkejut dan menatap ku dengan tatapan kasihan, " cih.. bukanya kamu juga sama " ucap ku dengan datar.


Kemudian wanita itu tertawa dan aku senang melihat wajah nya yang tersenyum itu, "yah ini lebih baik daripada sedih.." pikir ku.


Kemudian dia memakan bubur sembari aku ceritakan kisah ku, dia mendengar nya dengan serius dan berkali kali dia merasa kasihan ke pada ku.


Untung dia tidak tanya siapa yang mengganti baju dia.... aku bisa agak tenang hehehe.....


Pada pagi itu kami menjadi teman dan aku juga mendengarkan cerita dia dan kami semakin dekat.


Aku membawa nya keluar kapal dia terkejut dengan apa yang di lihat nya , " sheva... jadi... kita beneran terjebak..." ucap dia dengan terkejut.


Aku yang di bawah menatap nya dengan heran , "apakah kau tidak percaya dengan ku sialan?" Pikir ku dengan sedikit kesal.


Nama dia atau cewe itu adalah angel sativania dan aku memanggilnya angel gitu aja biar gampang.


BERSAMBUNG ………