CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 1 CHAPTER 3 HUJAN BADAI?



Sore hari itu aku hanya duduk di sekitar api unggun dan memakan ular panggang lalu koper itu ku buat jadi dudukan.


"Haah~, ini hambar... kalau aja aju berhasil buat garam huh.." gumam ku sembari memakan ular itu dan kemudian aku minum.


Sunset sudah terlihat, langit langit menjadi jingga dan begitu indah matahari yang seperti lenyap di dalam laut sangat indah.


Aku memandangi sunset sore itu dengan perasaan agak senang dan santay " entah kenapa.... ini menenagkan" ucap pelan ku.


Malam yang dingin pun di mulai lagi, angin berhempus kencang dari arah laut dan itu tidak seperti biasanya.


"Apakah... ada badai di laut sana?.." ucap ku sembari memandangi laut kemudian aku melihat langit mendung.


Aku terkejut dan kemudian aku memasukkan sisa kelapa ku ke dalam koper dan memasukki hutan.


Suara terengah engah ku di tengah hutan yang dingin itu, "haah...haah....hah.... kenapa harus hujan sih sial!" Ucap ku.


Aku pun bergegas untuk menemukan tempat berteduh akan tetapi aku masih belum menemukanya setelah berlari larian.


Aku berhenti sejenak, "haah....haah... sial mau hujan aku harus cepat" ucap ku dengan tergesa gesa aku pun berjalan.


Aku berjalan perlahan karena di perut ku serasa di tusuk tusuk, kemudian aku pun mendengar suara air.


"Sungai?..... coba ke sana siapa tau ada..." pikir ku dengan tergesa gesa aku pun berlari ke arah suara air itu.


Dan setelah beberapa saat aku akhirnya sampai di sana hanya sungai biasa dan aku lumayan kecewa aku pun berjalan menyusuri sungai itu.


"Ahahaha, sial hujan ini merepotkan.." ucap pelan ku di pinggir sungai itu awan mulai mendung pekat.


Suara guntur........


Suara gemuruh......


Aku brjalan menyisiri sungai dan saat aku semakin lama berjalan aku tanpa sadar sudah hampir dekat dengan gunung kecil itu.


Aku berjalan menyeret koper itu dan kemudian aku mendengar suara air terjun seketika aku melihat air terjun itu.


Aku melihat samar samar sebuah goa,"apakah ini halusinasi?" Pikir ku sembari mengusap mata ku.


Kemudian aku pun semakin mendekat ke air terjun itu dan saat aku sampai aku melihat itu beneran goa.


"Ini beneran!" Ucap kaget ku seketika aku pun melewati air terjun itu karena gua ada di dalam nya aku lewat samping.


Dan saat aku memsukki goa itu sangat gelap, "anjirt lah... hm!!" Ucap ku kemudian aku teringat akan bh kecil.


Aku membuka koper lalu aku pun mengeluarkan 3 set ****** ***** itu yang biasa aja yang imut aku simpan.


Kemudian aku bakar itu untuk menjadi penerangan, "yosh!, begini saja lah...." ucap ku sembari memandangi api.


Kemudian hujan pun turun dengan deras nya, "untung aku cepat cepat yah...huh..."pikir ku sembari memandangi ke luar.


Aku melihat kaki ku terluka tipis tipis karena tanaman liar dan kayu, "..... sial... rasanya seperti di gigit di setiap kaki ku..." pikir ku.


Kemudian aku pun tanpa sadar tertidur, "kenaapa.... ak...." pikir ku kemudian aku teryidur.


Tanpa sadar kaki ku yang terluka sempat di gigit sebuah serangga aneh di jari jempol kaki ku.


Di malam itu air laut mengganas lagi dan ada kapal yang terdampar di pantai kapal itu tampak seperti kapal pribadi.


Kapal feri pribadi itu hanya di tumpangi seorang gadis dan 7pelayan akan tetapi 7 pelayan itu terhempas saat membersihkan kapal.


Keesokan harinya aku terbangun dalam keadaan sedikit pusing lalu aku pun membuka kelapa lalu aku meminum nya.


"Fyuah!, segar banget...."ucap ku kemudian aku pun melihat sekeliling dan ternyata di dalam goa terang.


Matahari menyinari dari ujung goa satunya yang menembus gunung, "wow~, ada ya... goa seperti ini..." ucap pelan ku kemudian aku pun tersenyum.


Aku pun menaruh persediaan di goa ini dan pergi mencari persediaan dan explore daerah sekitar sini.


Aku menemuka jahe di daerah air terjun lalu aku mengambil seperlunya saja, "bisa buat wedang jahe nih.." pikir ku.


Aku kembali setelah mendapatkan jahe dan aku pun mandi di air terjun itu lalu yah.... sangat dingin pagi pagi ini.


Setelah selesai mandi aku pun memutuskan untuk kembali ke pantai karena mau mengambil beberapa kelapa.


Aku berjalan di pinggir sungai, aku melihat banyak sekali ikan ikan besar di sungai dan aku merasa ingin mancing.


"Yah... nanti aja lah... sekarang ayo fokus bertahan hidup" pikir ku dengan serius menatap ke depan.


Aku menemukan sebuah lubang tak asing di lumpur dekat sungai seketika aku pun mendekati itu.


"Hmm....!!...nice!" Ucap ku dengan senang nya ternyata isi lubang itu adalah biawak kecil yang tinggal di dalamnya.


"Heran... kenapa biawak tinggal di lubang lumpur?" Pikir ku dengan heran kemudian aku pun langsung menyiap kan pisau ku.


Seketika aku menusuk kepala biawak yang sedang tidur itu biawak itu terkeju dan reflek mengibaskan ekor nya yang tajam itu.


Seketika aku pun menarik tangan ku dan pisau ku masih menancap, "aduh!!,sakit njir!" Ucap ku sembari memegangi tangan.


Aku melihat ke arah batu besar lalu aku pun mengambil batu itu dan seketika aku melmpar batu yang besar itu ke dalam lubang itu.


Batu itu mengenaik biawak itu akan tetapi batu itu tidak membunuh nya aku pun melompat lalu menginjak batu itu.


"Haaa!!, mati!!" Tegas ku sembari melompat kemudian aku pun berhasil membutuh biawak itu.


Pisau yang menempel di kepala biawak itu menancap semakin dalam karena batu yang aku injak dan membuat biawak itu mati.


"Ahahaha.... berhasil!" Ucap ku dengan senyum lega, tangan kanan ku memerah membentuk lurus.


Aku mengambil pisau ku dan biawak itu aku tinggal dengan lubang yang ku tutup batu nanti aku ambil.


"Yah tinggal dulu aja , pas pulang ku ambil." Pikir ku sembari berjalan menyurusi sungai.


Setelah sampai di pantai aku mengambil kelapa yang aku kubur kemarin dan melihat garam ku.


"Yah..... gak bisa jadi yah sayang sekali sial.." ucap pelan ku sembari menendang nendang pasir kemudian aku melihat sekeliling.


"Nanana.... seperti bias...a...!!"ucap santai ku kemudian setelah aku melihat kapal terdampar di ujung pantai aku terkejut.


"Kapal!!" Tegas ku kemudian aku berlari ke arah kapal itu, setelah sampai aku memanjat naik dengan batang pohon.


Setelah memanjat aku melihat kapal itu berantakan sekali gelas pecah piring pecah wine pecah dan lain lain.


"Aha!, kapal pribadi kah... semoga aja ada yang selamat" gumam ku dengan heran kemudian aku pun berjalan masuk ke kapal.


BERSAMBUNG ………