CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 2 CHAPTER 40 MACAN KUMBANG!



Albert mengumpulkan 300orang lebih dan membawa peralatan konstruksi ringan seperti, cangkul,palu,picaxe,sekop,semen,tanah,dll.


"baiklah kalian semua dari sekarang kita akan membuat saluran iritasi agar buang air besar kalian tidak terganggu lagi!!" tegas Albert di depan para orang-orang tersebut kemudian dia pun membawa sketsa denah tempat untuk di gali.


"mulai dari sini kita akan menggali saluran iritasi dan memulai kontruksi besar-besaran!!" tegas Albert sembari berteriak dan kemudian para warga pun bersorak dengan penuh semangat.


"hooraaa!!!" sembari mengangkat alay masing-masing mereka bersorak bersama, tak lama mereka melakukan kontruksi bersama.


"di setiap rumah akan memiliki minimal 1kamar mandi dan itu akan menyalur ke saluran iritasi dan saluran iritasi akan menuju ke tempat yang sudah di siapkan kemudian setelah para t*i sudah menumpuk di sana kami akan menggunakannya sebagai pupuk tanaman!!" pikir Albert sembari tersenyum menatap di sketsa yang dia buat.


Kita pergi ke Sheva\=\=\=\=


Sheva yang sedang mengekplorasi dan mengumpulkan sumber daya pun melihat sebuah hewan yang tampak asing baginya, Taring tajam di mulutnya dengan tubuh gagah berkaki empat lalu cakar tajam di setiap sela jari-jarinya. meraung sangat keras dan mengintimidasi, seekor macan kumbang/Black panter.


"sial sekali.....seekor macan kumbang sedang tertidur di sana..." pikir Sheva dengan berkeringat dia perlahan-lahan mencoba untuk menjauh, "bukanya habitatnya di afrika??, kenapa bisa ada black panter di daerah ini..." Sheva yang mencoba menjauh menginjak sebuah ranting.


KRaakk!!


Black panter yang mendengar suara ranting patah pun membuka matanya seketika dia melihat Sheva yang berkeringat deras, Sheva yang tersenyum sembari nyawanya melayang pun berfikir. "sialan ini sering terjadi di komik maupun film hiks"


Rooaarrr!!!


Macan kumbang meraung sangat keras kemudian dia pun berdiri gagah di depan Sheva dengan mantap tajam ke arah Sheva lalu mulutnya yang terbuka lebar siap menyerang, "baiklah kalau cuma Ini satu-satunya pilihan!!" pikir Sheva kemudian dia pun mengeluarkan sebuah pistol dari saku miliknya.


Macan kumbang tadi pun melompat ke arah Sheva dan langsung bersiap mencakar kepala Sheva.


Swooss!!


Rooaaarr!!!


"gawat!!" Sheva menatap tepat ke kematiannya kemudian dia pun refleks menghindar berguling ke kanan dengan menerima sebuah luka di tangan kiri dan sebagian di daerah mata kirinya.


SLAASS!!!


Macan kumbang tadi hanya melukai Sheva sedikit dan tidak begitu fatal, Sheva yang berhasil menghindar pun bangun dan mulai menembak si macan kumbang tersebut.


"kesempatan!!" pikir Sheva kemudian tangan kanannya yang memegang pistol dia arahkan ke arah si macan kumbang dengan cepat kalau dia menembakkan peluru, "mati!!"


Dor!dor!dor!dor!


Roaaarr!!!


4peluru di tembakkan tepat mengenai tubuh si macan kumbang tetapi tidak membuatnya terluka parah, "sialan ini hanya mengenai perutnya saja!!" pikir Sheva dengan berkeringat kemudian si macan kumbang tadi tambah marah lalu menyerang Sheva sekali lagi.


Si macan kumbang tadi pun langsung seketika melesat ke arah Sheva dengan bersiap menggigit kepalanya, Sheva yang merasa terancam pun membuat lengan kirinya di gigit oleh si macan kumbang tersebut.


Swooss!!


Grrrr!!


"sialan ini sakit!!!" pikir Sheva yang menahan rasa sakit, macan kumbang tadi yang menggigit Sheva mengoyak tangan Sheva dengan sangat kencang. "!!!"


Dengan cepat Sheva mengarahkan ujung pistolnya ke kepala di macan kumbang tersebut.


Cklik


"hahaha mati kau!!" ucap Sheva dengan senyum senang di wajahnya lalu dia menarik platuk, 5tembakan peluru dia tembakkan ke kepala si macan kumbang dan itu juga mengenai lengannya sendiri.


Dor!Dor!Dor!Dor!Dor!


Setelah itu si macan kumbang tumbang dan hanya menyisakan Sheva yang berdiri sembari menatap ke langit yang cerah, "hahaha aku menang.....sialan!" ucap Sheva dengan ketawa puas dia pun menoleh dan melihat lengan kirinya yang mati rasa.


"beuuh apakah aku akan kehilangan lengan kiri ku? nampaknya tidak yaa...." pikir Sheva kemudian dia pun menyobek bajunya dan membuat kain-kain itu menjadi perban.


Setelah selesai dia pun berdiri dan berpikir untuk pergi dari situ, "sebaiknya aku pergi firasatku tidak enak!!" pikir nya kemudian dia pergi tak lama setelah itu. setelah Sheva pergi tak lama sekelompok macan lainya datang dan memakan tubuh si macan kumbang tadi.


Sheva yang berjalan menuju ke luar hutan tampaknya di hadang dengan cuaca yang mendung secara tiba-tiba, "sial!!" pikirnya kemudian dia pun berputar arah dan menuju lebih dalam ke dalam hutan. " aku akan mengikuti insting ku saja!!" pikirnya dengan berjalan menyeret lengan kirinya yang tampak berdarah dan sangat butuh perawatan.


Sheva berlari terus dan terus, tubuh terluka parah dengan pandangan yang sedikit kabur Sheva tertatih-tatih berlari tanpa tujuan yang tepat dan hanya mengikuti insting bertahan hidup miliknya.


Tak lama hujan turun dengan lumayan deras, Sheva yang sudah kelelahan dan kabur pandangan pun tidak kuat berlari lagi dan berjalan tertatih-tatih.


"apakah kau akan mati? sialan seharunya aku tidak ke sini hahaha" pikir Sheva dengan tubuh yang bersandar ke sebuah pohon, "haaah...... sialan" ucap pelan Sheva kemudian dia pun pingsan.


Di hujan yang lebat, di pulau asing, di hutan yang penuh bahaya, karakter utama kita pingsan dengan luka yang parah.


\=\=\=\=\=Kembali ke desa\=\=\=\=


Albert yang kala itu sedang melakukan proyek saluran iritasi/ saluran pembuangan limbah manusia, karena Sheva telah membuat saluran irigasi di desa jadi mereka juga perlu saluran iritasi.


"Azizah bagaimana data proyek terkini?" tanya Albert kepada Azizah di ruangan kepala desa, Azizah pun menjawab dengan terus terang.


"membangun saluran iritasi yang anda sarankan dan lagi berjalan ini kemungkinan membutuhkan waktu lebih dari yang anda perkirakan tuan" ucap Azizah sembari memberikan sebuah kertas, "ini adalah laporan akhir-akhir ini tuan tentang pembuatan saluran iritasi"


"hmm, begitukah baiklah!!" ucap Albert kemudian dia pun tersenyum, "Azizah katakan kepada mereka, jika mereka mau bekerja lebih atau lembur akan mendapatkan bonus yang bagus dari kepala desa" ucap Albert kemudian Azizah pun menyetujuinya.


"maaf Sheva aku menggunakan pengaruhmu untuk menggerakkan para pekerja agar mau bekerja lembur" pikir Albert sembari menatap keluar jendela yang sedang hujan lebat juga di sana.


"sedang dimana kau sekarang Sheva dan apa yang kau lakukan?" pikir nya dengan merasa cemas dan kesal di saat bersamaan, "sialan aku ingin melanjutkan experiment tetapi kenapa si sialan itu menghilang tiba-tiba" pikir Albert dengan kesal sampai memunculkan kerut di dahinya.


Sementara itu sheva yang pingsan tubuhnya menghilang dan hanya tersisa bekas darah di daerah tersebut, apa yang terjadi dengan dirinya?


Bersambung......