
Di dalam gudang ada tangki berisi sebuah cairan aneh lalu aku mengambil 2 senapan AKM dan 2 pistol lalu tas ku terisi peluru senapan senapan.
"yah... pelurunya... lumayan lah" pikir ku kemudian aku pun berjalan keluar
Aku mendengar suara suara orang berlari ke arah gudang senjata, "sepertinya mereka akan mencari pelakunya kah..." pikir ku. kemudian aku pun masuk lagi.
"Hmm, sangat di sayangkan akan tetapi senjata senjata ini dan tempat ini harus di hancurkan"ucap pelan ku kemudian aku pun melihat ke arah tangki.
Aku sedikit keluar dari tempat itu dan menembak tangki itu seketika tangki itu meledak dan menghadncurkan sekitar.
BOMM!!.
Suara ledakan sangat keras dan aku juga terkena dampak ledakan yaitu kulit tangan kanan ku melepuh dan aku pun berlari ke hutan.
"Sakit.... njirt!" Pikir ku dengan menahan rasa sakit sembari berlari sekuat tenaga menjauh dan aku pun menembus ke pantai.
Di malam hari yang dingin nan sunyi di pantai dengan angin dingin berhembus rasa sakit akibat kulit melepuh seperti di gerogoti.
Tas besar yang berat membuat langkah kakiku lambat dan semakin lambat aku berjalan sempoyongan dan hampir jatuh.
Suara terengah engah dan tergesa gesa nafas tak beraturan dan jalan sempoyongan, "haah...haah....masih jauh untuk sampai..." ujar ku.
Asap mengepul di udarah akibat kebakaran dan ledakan di desa itu hampir tak nampak lagi, "sepertinya aku sudah jauh...." pikir ku.
Tangan kanan ku mulai mati rasa dan kaki ku serasa berat dan sakit akibat tidak istirahat dan terus berjalan.
Penghelihatanku mulai samar samar tetapi aku sudah melihat kapal karam angel , aku dengan sisa tenaga berlari...berlari...
Akan tetapi sangat berat untuk berlari, suara detak jantungku sampai terdengar di telinga ku sendiri.
DEG...DEG .DEG. DEG.DEG.DEG
suara detak jantung ku sangat kencang dan itu terdengar di telinga ku kemudian kaki ku mulai mati rasa akan tetapi aku masih bisa berjalan menyeret satu kaki.
Senjata akm aku buat sebagai tongkat berjalan atau kaki kiri ku, "haah....haah....haah... sungguh menyedihkan hahaha" gumam ku sembari berjalan menyeret kaki.
Jejak kaki ku tersapu ombak dan menghilang sungguh itu sangat membantu ku dari di susul mereka.
Setelah sampai di dekat kapal aku pun sadar, "ah.... sialan naiknya gimana?" Ucap pelan ku kemudian kesadaranku mulai hilang.
"Ah...aku pingsan..."pikir ku kemudian aku jatuh dan pingsan , keesokan harinya aku bangun tidur di kamar angel.
"Aeuuh... kepala ku pusing" ucap pelan ku sembari duduk dan memegang kepala ku kemudian aku pun membuka mata ku.
Aku dalam keadaan telanjang di kasur dengan tangan kanan ku yang sudah di perban dan sepertinya sudah di obatin.
"Ini... aku di kamar nya angel?.." pikir ku kemudian aku pun melihat ke tangan kanan ku kemudian aku terkejut.
"Ini!... jadi begitu" ucap ku dengan terkejut kemudian aku tersenyum tak lama angel masuk membawa minuman dan makanan.
Pintu terbuka...
Angel menaruh makanan di meja dan dia duduk di sebelah ku, dia menatap ku dengan tajam dan aku merasa tak enak.
"A..aku bisa jelasin kok heheh..." ucap ku dengan sedikit tertawa dan senyum ke arah angel namun dia menatap dingin ku.
"Ah.... maaf" ucap pelan ku kemudian angel pun menampar ku.
Suara tamparan...
Pipi ku membekas telapak tangan dan aku terkejut , aku melihat ke angel yang menamparku mata dia berkaca kaca dan dia marah.
"Kenapa...kenapa...kenapa...kau melakukan hal yang nekat" tegas angel dia menatap ku dengan penuh terkejut dan sedih.
Kemudian angel pun menangis dia mengusap air matanya sambil berbicara " aku tadi pagi menemukan mu pingsan di bawah dan".
Aku memalingkan pandangan ku dengan penuh rasa bersalah , "dan tangan mu terluka parah seperti itu lalu apa apaan tas itu" angel sedih dia menatap ke bawah.
Air mata nya mengalir terus dan dia kawatir pada ku sampai segitunya, "maaf" ucap ku sembari melalingkan pandangan.
"Maaf...maaf katamu!, kau hampir kehilangan tangan kanan mu dan sekarat kau ....kaau... membuat ku kawatir setengah mati" tegas angel dengan pipi memerah dan sedih .
Angel menangis kemudian aku pun memeluknya dia terkejut dan sakali lagi dia menangis di pelukan ku.
"Maaf kan aku, aku tidak akan melakukan hal gegabah lagi" ucap ku sembari memeluk angel yang menangis dan kami berpelukan lumayan lama.
Setelah kami selesai berpelukan angel menyuapi ku makan sembari aku mencetitakan apa yang terjadi dengan detail.
"Lankali mungkin... aku harus memikirkan orang yang kawatir kepada ku..." pikir ku dengan mengunyah.
Setelah selesai aku pun keluar dan mengeluarkan semua isi rampasan ku , "lumayan..." ucap pelan ku.
"Lumayan ya!!" Ucap pelan angel mata dia memerah denga tambut yang melayang layang ke atas dan di penuhi nafsu membunuh.
"Ah..... hehehe" ucap ku kemudian angel pun cemberut dan dia pun menghela nafas "haah, jangan di ulangi lagi yaa" ucap lembutnya.
"Siap my queen"tegas ku dengan hormat kemudian angel pun tertawa "pfft, aku mau ke toilet dulu " kemudian aku pun duduk dan mengotak atik senjata.
Akm memiliki kecepatan tembak dan akurasi yang lumayan, "aku harus melengkapi ini.." pikir ku kemudian aku pun memasang masang.
Setelah beberapa saat kemudian aku selesai memasang masang perlengkapan tambahan seperti bidikan (HOLO kalau di PUBG ), magazine ganda, pegangan dan peredam suara yang aku ambil karena beruntung.
"Baiklah cuma bisa begini saja.... lumayan lah.." ucap pelan ku dengan menatap senjata ku kemudian aku pun mencoba.
Aku izin ke angel untuk mencoba di hutan, "bukanya itu hanya buang buang peluru?" Ujar angel kemudian aku gemetar.
"Y...yaa... a...aku cuma...penasaran...kok...hehe" ucap patah patah ku kemudian angel menghela mafas "tangan belum sembuh udah mau pergi aja dasar!" Tegas nya.
Angel yang sedang memotong daging pun menancapkan pisaunya ke dangin dengan keras dan matanya bercahaya merah , aku pun hanya bisa berkata iya dan kembali ke sofa.
Aku duduk meratapi nasib ku yang yah.... taulahya...
"Tuggu saja aku sembuh langsung ku coba nih senjata" pikir ku dengan penuh semngat.
Kemudian aku seharian cuma memandangi pantai rebahan duduk lihat senjata makan dan tidur begitu saja.
BERSAMBUNG......
Yoooo, yang baca kalau ada!~
Ini gw author gak niat nulis~
Hanya gabut kalau nulis~
Kalian aku hanya ingin berkata~
Teri..terimakasih yo! Buat yang udah baca yo yo yo!~
Wanjir aku nge rap pakai ketikan hahahaha~