Cool Wedding

Cool Wedding
Bab 31



Malam semakin panjang, tetapi entah kenapa Maira rasa dia tidak ada gunanya ada di sini. karena, yang jadi pusat perhatian itu Kinara. Maira yang sedari tadi masih duduk sendiri sambil makan. rasanya ingin tidur, saking kenyangnya di tambah dengan rasa bosannya.


"Aku ingin tidur..!" seru Maira pada diri sendiri. percuma ada di sini, tak ada yang mengenalnya lebih tepat mengharapkannya. mertuanya juga tak memperdulikan nya. mereka hanya akrab dengan Kinara.


Sedangkan Gama sejak turun tadi, belum melihat keberadaan istrinya itu. " kemana dia,,?" gumamnya pelan.


Gama rasa ini bukan hanya acara keluarga, atau menyambut kedatangan kakaknya Randy. tapi lebih tepat nya acara bisnis. karena semua rekan bisnis Papa nya, bahkan teman-temannya juga turut hadir.


Gama duduk bersama teman-temannya. tapi walaupun begitu dia masih tetap mencari Maira dalam diamnya.


"Selamat iya Gama, dengar-dengar kamu dah nikah." ucap Dion salah satu teman Gama, sekaligus anak rekan bisnis Papanya.


"Selamat juga,, udah bisa Move on.!" seloroh Jodi juga dengan nada meledeknya.


"Tapi, benar juga bro. melihat begitu cantiknya Kinara, mustahil cepat move on iya. kalo begini jadi penasaran sama bini lu Gam." saut Dion lagi yang sambil memandang Kinara yang sedang digandrungi sebagian para tamu.


"Untuk apa, kamu penasaran sama istri ku..?" tanya Gama dengan wajah datarnya.


"Kami ingin lihat, secantik apa dia, sampe-sampe kamu bisa lupain si Kinara." jawab Jodi. "Secara kita tau, hubungan kalian itu seperti apa, syukur dia ngisi sekarang, kalo saja dia nikah langsung hamil. bisa -bisa orang bilang itu hasil mu Gam."


" Sialan,,!" umpat Gama kesal. yang langsung di iringi dengan tawa canda teman-temanya.


"Tapi, ngomong-ngomong Gam. Kamu gak pernah bilang punya saudara cewek lain. cantik banget lagi..!" seru Dion saat melihat Maira duduk sendiri.


Gama mengernyit bingung, entah siapa yang di bicarakan teman-temannya itu. "perasaan aku, tidak punya saudara lagi" batin Gama.


"Benar, cantik banget iya. kenalin aku dong Gama." saut Jodi lagi dengan hebohnya.


"Siapa yang di bicarain dua playboy stress ini.." batin Gama penasaran. Yang ikut serta menoleh pada wanita yang di bicarakan teman-temannya itu.


Sekilas dia melihat dan belum menyadari, wanita itu adalah Maira istrinya. karena, dress yang di pakai Maira berbeda dengan dress yang di pilih Mama Violin. Dress yang di pakai lebih elegan, sedikit terbuka di bagian depannya dengan warna blue ice. rambut nya yang di tata rapi. semakin membuatnya berbeda jauh dari kesehariannya. sehingga Gama tidak mengenalinya dan mengacuhkan nya.


Gama hanya bisa diam, saat kedua temannya itu rebutan siapa duluan yang kenalan. dia geleng-geleng melihat mereka. sehingga membuatnya penasaran lagi, seperti apa wanita yang membuat kedua temannya itu heboh.


Perlahan dia melirik dengan sedikit acuh. dan betapa kagetnya dia, saat menyadari wanita yang di bicarakan teman-temannya itu, tidak lain adalah istrinya.


"Sial,,! ternyata dia.." Geram Gama tak percaya. "dari mana dia dapat baju itu. pasti ini kerjaan Gini, kurang bahan sekali bajunya.." ucapnya tak suka.


Tak sabar, Gama tiba-tiba berdiri dan berlalu dari sana. meninggalkan kedua temannya yang bingung melihatnya pergi begitu saja di saat mereka asyik rebutan tadi.


"Kenapa dengan Gama,,?


"Entah.." jawab Jodi bingung.


Gama berjalan cepat dan berniat bicara dengan Istrinya itu. tapi,, harus terhalang saat Mama Violin memanggilnya.


"Gama, ya ampun Nak. di mana istri mu Maira,,? kenapa dari tadi Mama gak melihatnya, sudah banyak yang nanyain Istri mu Gama." tanya mama Violin yang karena sejak tadi memang mencari Maira.


"Gama, di tanya kok, bengong sih..!" seru Mama Violin tak sabar.


"Tuh,, Mama liat aja sendiri. menantu Mama itu lagi asyik duduk manis dan makan sendiri di sana."


"Oh.. ya ampun,,! Istri mu cantik sekali Gama. Mama sampe gak kenal, padahal sudah di depan Mama sejak tadi. capek loh, dari tadi Mama nyariin Nak.."


"Salah sendiri, punya mantu gak di kenal." dengan ketus Gama menjawab Mamanya yang masih tak bergeming dan masih kagum dengan kecantikan Maira.


Dan tanpa membalas ucapan Gama. Mama Violin berlalu begitu saja. sedangkan Gama melihat Mamanya, terlebih dulu bicara dengan Maira. memutuskan kembali bergabung duduk dengan temannya.


"Untuk apa juga aku menemui nya, aneh.." cicit Gama dan kembali duduk bersama temannya.


Kini, Maira di perkenalkan Mama Violin kepada keluarga dan para tamu yang hadir. sebagian kagum dan ada juga yang sebagian menatap sinis padanya.


Bahkan ada yang berbisik, tapi masih bisa jelas Maira dengar. "Nampak sekali di jual Ayahnya, makanya tak satupun keluarga dari pihak dia datang" bisik salah satu tamu di sana.


"Iya, kasihan sekali dia,," ucap satunya lagi.


Maira yang mendengar seperti itu sedikit terbiasa. karena, menurutnya apa yang di ucapkan mereka ada benarnya. pernikahan yang di laluinya sekarang tidak lebih dari hanya demi kelanjutan bisnis Ayahnya.


"Rasanya, wajah ku sudah kaku senyum dari tadi. kaki ku juga sudah sangat pegal.di tambah telinga ku yang sudah nampak tebal dengan ucapan pedas orang-orang ini, entah sampai kapan acaranya di mulai. Ya Tuhan, kuatkanlah aku." keluh Maira. karena dia kembali duduk menyendiri.


"Cantik..! boleh juga,," ucap Kinara sinis. yang datang tiba-tiba. "tapi yang pasti kamu tak akan bisa mengimbangi ku" kali ini dia mengucapkan tak kalah sinis dengan raut wajah berubah seratus delapan puluh derajat dari pertama jumpa.


Maira yang terkejut diam tak bergeming. tiba-tiba saja pikirannya berfungsi menjadi lamban. "ada apa dengannya,? perasaan sudah sebisa mungkin aku menjauh darinya. agar tidak ingin mengumpatnya." dalam dia membatin tak percaya melihat perubahan sikap cinta pertama suaminya itu.


"Lakukan sebisa mu, yang pasti hati Gama akan tetap menjadi milikku" sarkas Kinara dengan senyum kecutnya.


"Kau,,! "


"Iya,, sampai kapan pun, aku tak akan rela Hati Gama berpaling dari ku, kau hanya akan menjadi istri bukan cintanya."


"Tapi bukan kah kau juga sudah menjadi istri orang, bahkan istri dari kakaknya. dan itu pilihanmu. lalu sekarang, ada apa denganmu, sayang sekali wajah cantikmu itu." ucap Maira gamblang.sekaligus lega karena yang biasanya dia si penurut, dan hanya bisa menyimpan keluh di hati. tapi, semenjak hamil lebih berani mengeluarkan unek-unek di hatinya.


"Hmm,, banyak ngomong juga kamu iya." dengus Kirana masih dengan nada sinisnya.


Maira ingin sekali membalas ucapan Kinara. tapi sayangnya, melihat wajah dan wangi nya saja membuat mual dan ingin muntah. tanpa pamit dia berpaling dan berjalan cepat menuju kamar mandi.


Belum sampai, dia tidak sengaja menabrak seseorang.sehingga kelopak-kelopak bunga mawar yang sedang di bawa orang itu berhamburan kemana-mana. dan menjadikan mereka pusat perhatian di sana tak terkecuali Gama.


Maira yang takut jatuh dan sempat menutup matanya tak lupa melindungi perutnya dengan tangan. perlahan membuka mata, dan..


"Kak Randy.. "