Cool Wedding

Cool Wedding
Bab 11



Disinilah mereka sekarang, salah satu klub malam dipusat kota, setelah drama yang begitu singkat, akhirnya Maira mau mengikuti ide gila Nisa sekali saja merasakan Hinga bingarnya dunia malam, yang memang tak pernah ada di list daftar perjalanan hidup mereka. dan Maira tau pasti sahabatnya itu memiliki masalah makanya, sampai nekat seperti ini, dari pada Nisa pergi sendiri yang mungkin akan beresiko fatal, akhirnya dia menurut saja.


"Gila..! seru Nisa saat mereka pertama menginjakkan kaki di sana."hancur banget ni pemandangan, ini semua orang apa gk yah Mai?"tanya Nisa lagi yang tidak memperhatikan bagaimana wajah Maira yang merasa jengkel.


"Tau ah.. balik aja yuk, pengen muntah nih aku,"


"Terlanjur Mai, kita nikmati ajalah, nambah pengetahuan ini,"


"pengetahuan dari hongkong, nambah beban iya, ngapain sih Nisa, lurus-lurus aja hidup susah apalagi kayak gini, gimana lagi nantinya, cari aman aja kenapa!" Maira benar-benar pengen cepat keluar tapi tidak tega juga meninggalkan Nisa sendirian. apalagi sekarang sahabatnya itu mulai memesan minuman dan langsung meneguknya tanpa sisa.


Dan lagi Nisa meneguk minumannya, dan Maira sedari tadi sibuk mengomel tak dihiraukannya, Maira terdiam kaku sesaat matanya bertabrakan dengan orang yang ingin dihindarinya saat ini.


"Kak Gama..! ya ampun kenapa harus bertemu disini, bagaimana tanggapannya nanti." batin Maira. dia benar-benar menyesal mengiyakan ide gila Nisa. apalagi sekarang sahabatnya itu mulai meracau tidak jelas.


"Ngapain dia disini, apa yang dipikirkannya," batin Gama tanpa ekspresi.


"Bos..!" Bagas terpaksa diam saat Gama mengisyaratkan tangannya untuk diam.


"Aku tau maksudmu, tapi lihat kita sedang bersama siapa" Gama mengingatkan sekretarisnya itu, karena mereka memang sedang menghadapi Klein yang cukup licik, terbukti dengan memilih rapat di klub malam dan tidak lupa dengan wanita penghiburnya.


Sudah berapa kali Maira mencoba untuk menopang Nisa keluar, tapi entah kemana pergi tenaganya, saat denting seperti ini, ingin sekali dia bisa memiliki kemampuan menghilang, bagaimana tidak sedari tadi mereka jelas-jelas, menjadi pusat perhatian, mereka seperti kambing yang masuk kedalam kandang serigala. karena sejak tadi banyak sekali lelaki hidung belang mencoba merayunya, karena mereka nampak sekali pertama kali ke klub malam, pakaian mereka berdua saja yang santai dan tertutup, berbeda sekali pakaian wanita di sana kurang bahan semua, tak terkecuali dengan wanita yang duduk bersama dengan Gama.


"Benar-benar deh kamu Nisa, awas aja kamu besok, enak banget sih kamu, aku ditinggal mabuk, aku yang harus menghadapi hidung belang itu, menyebalkan kamu," Gerutu Maira setelah berhasil keluar dengan bantuan scurity disana.kini mereka duduk didepan parkiran dengan Nisa yang meracau tak jelas sedari tadi.


"Bagaimana aku pulang, Nisa kau sungguh menyebalkan, aku sudah bilang tidak cukup uang. pake apa bayar ongkos kita nanti, mana lupa lagi alamat apartemen suami menyebalkan itu." Gerutu Maira yang sedari tadi benar-benar jengkel, jika ingat betapa dingin dan cueknya Gama tadi. ya,Maira berharap tidak usah menyapanya, tapi setidaknya, dia bisa menyuruh sekretarisnya itu membantunya saat para lelaki hidung belang tadi menggodanya. dan menopang Nisa keluar itu aja mungkin membuat Maira bisa memiliki harapan untuk hubungan mereka. tapi nyatanya Gama tidak peduli padanya. sekarang dia benar-benar bingung harus berbuat apa, dia tidak tau harus minta bantuan siapa.