Cool Wedding

Cool Wedding
Bab 15



Tak bisa dipungkiri, Gama juga terkejut saat melihat Maira, tapi seperti biasa dia selalu bisa menutupi ekspresinya. Begitu juga dengan Bagas ikut terkejut melihat istri bosnya itu, tapi dia juga berhasil menutupinya, dengan diam.


Berbeda dengan Maira, saat melihat Gama. Dia terdiam kaku, dan membisu. Banyak pertanyaan yang melintas dalam pikirannya.


Untung saja Nisa menyadarkannya, dan kini berusaha untuk menyapa bosnya itu.


" Pagi Pak" Sapa nya dan hanya dijawab dengan anggukan. Dan berusaha menarik Maira yang terdiam kaku, yang kini masih menatap Gama. "Mai.. sadar mai..!" Seru Nisa.


Maira hanya diam, mendengarkan semua ocehan Nisa. Setelah berhasil membuat Maira sadar, Nisa meledaknya habis-habisan. "Apa kataku Mai, sekali lihat kamu pasti klepek-klepek ama Ceo baru kita, dia itu Ceo baru kita Mai, kamu aja yang notabennya biasa aja lihat cowok cakep sampe mau copot aja itu biji mata." Bisik Nisa yang kini posisi mereka ada di belakang Gama dan Bagas.


"Kenapa kebetulan sekali dan bukanya mereka berangkat cepat tadi ?" tanya Maira membatin.


"Mai...! Seru Nisa yang lagi-lagi mendapati Maira menatap Gama. yang membuat Maira sedikit kaget.


"Bising banget sih kamu Nisa, telat nih kita, hangus dah kerajinan kita."


"Diam deh Nisa" Entah seperti apa lagi merah wajah Maira saat ini, dia ingat lagi saat mandi tadi mendapati banyak tanda hasil buatan Gama, terlebih di lehernya untung saja ada pakaian sampai menutup lehernya,dan di bantu lagi dengan rambut panjangnya.


"Walau aneh, tapi kamu tambah cantik Mai, bisa tambah gila tu Pak Rio liat kamu, tau nggak dia nanyain kamu mulu, hampir tiap hari Mai, hampir berbuih nih mulut jawabnya, untung ganteng dah tu Bapak manajer, kalau gk bah males ladenin."


"Udah ah.. Nisa, diam napa."


" Mai lihat deh, kayaknya sekretaris ganteng tu habis dicakar sama ceweknya, atau kucing kali ya, kasihan banget sih," Maira melihat Bagas dan benar saja, ada cakaran di wajahnya.


"Ya ampun kasihan sih Mas Bagas, pasti ni ulah kamu Nisa, tapi sekarang kita impas Mas, kita sama-sama melewati malam yang berat." Batin Maira.


" Ini mah,, bukan impas Non, kalian mah beratnya enak , lah aku habis dicakar nih cewek aneh,." Bagas membatin sambil mengingat bagaimana susahnya dia menenangkan Nisa semalam, untung saja Art Nisa langsung sigap membantunya.


Sedangkan Gama yang sedari tadi memang terlihat datar ternyata sangat kesal, karena sebelum berangkat ke kantor tadi ada urusan mendadak, ke suatu tempat. Itu sebabnya mereka telat padahal dia sangat tidak suka dengan keterlambatan. Ditambah lagi dengan melihat Bagas sedari tadi saling pandang dengan Maira, entah apa yang mereka pikirkan. Dan Rio nama itu entah kenapa berhasil mengusiknya. Dan bukan Gama namanya kalau tidak bisa terlihat dingin disaat genting. Dia selalu bisa menutupi isi hatinya dengan sikap dingin dan datarnya, dan kenapa juga dia harus peduli urusan wanita yang berstatus istrinya itu. Bukannya dia sudah bertekad kejadian semalam tak mengubah apapun di hidupnya.