Ciel The Guide Of Destiny

Ciel The Guide Of Destiny
Bab 7 Apa yang mereka targetkan?



Setelah mendengarkan ucapan itu Ciel terdiam dan hampir terkena serangan yang dilemparkan oleh musuh, namun berhasil ditangkis oleh Ur-Atum dengan sihir miliknya.


"Ciel, tetap fokus,"


"Jangan terpengaruh kepada ucapan yang dikatakan oleh mereka untuk saat ini kalau kamu masih ingin hidup," ucap Ur-Atum dengan suara yang lantang hingga berhasil menyadarkan Ciel dari lamunannya


"Terima kasih ketua," ucap Ciel dengan anggukan kepala kemudian kembali fokus dengan tempatnya berada sekarang


"Pfeile," Ucap Ciel yang menghentakkan tongkatnya ke tanah hingga membentuk lingkaran sihir yang penuh dengan ribuan anak panah sangat banyak di langit-langit. Bersiap untuk menghabisi lawannya. Namun sebelum panah-panah itu di hujan kan ke arah musuhnya, musuhnya dengan cepat membuat perisai yang kuat untuk menghalangi panah itu. Seringaian kemenangan dari pihak musuh yang mengganggap ini adalah kemenangannya, kemudian membuat mereka lengah dan di serang oleh Carlisle dengan sihir apinya membuat beberapa dari mereka terluka dan memukul mundur mereka, tetapi sebelum mereka mundur salah seorang dari mereka kembali berbicara.


"Seharusnya orang-orang yang penuh dosa dan berjalan di takdir jahat tidak mendapatkan bantuan dari pembimbing takdir,"


"Karena sudah seharusnya mereka menghadapi Magische Explosion yang merupakan kutukan untuk mereka yang jahat,"


"Tapi kamu malah menolongnya dengan senang hati,"


"Sungguh kebodohan yang luar biasa,"


Setelah berbicara mereka kemudian pergi menggunakan salah satu artifak ajaib yang mereka miliki untuk berteleportasi, entah kemana tujuan mereka teleportasi tapi yang jelas mereka pasti akan kembali ke tempat mereka melayani putri tersebut. Karena Ciel yakin kalau laki-laki itu juga mengatakan hal yang begitu mirip dengan orang-orang itu ucap, mengartikan kalau lawan yang ada di depannya adalah orang yang sama.


Perang yang dilakukan oleh para pemberontak telah selesai, orang-orang yang terluka hanya para Studentenrat yang melakukan pertarungan melawan pemberontak.


"Ciel, apa kamu baik-baik saja?" ucap keduanya sambil berlari dari persembunyian ke arah Ciel setelah para pemberontak melarikan diri setelah beberapa dari mereka terluka.


"Aku baik-baik saja, tapi aku bukankah sudah meminta kalian berdua untuk tetap di tempat kenapa kalian sekarang berada di sini?" ucap Ciel dengan menyipitkan matanya ke arah kedua orang yang ada di depan, keduanya saling menatap kemudian meminta maaf kepada Ciel, karena kesalahan yang mereka perbuat kepadanya. Namun Ciel sepertinya sudah lupa kalau dia sedang bertengkar dengan teman-teman karena dia khawatir dengan keselamatan kedua teman yang selalu bersama dengan dirinya.


"Ciel, aku tau kamu sedang berbaikan dengan kedua temanmu tapi bisakah kamu membantuku membawa tandu ini ke ruangan perawatan? Dan jika kalian berdua ingin membantu kami juga, itu pasti akan sangat terbantu,"


"Karena banyaknya para siswa-siswi yang terluka di sini," ucap Wells dengan raut muka yang murung


"Baiklah, kami akan membantu," ucap Listina sambil berjalan ke arah tim-tim yang bertugas dalam perawatan di ikuti oleh Solahudin


Entah apa yang dimaksud oleh orang-orang yang menyerang akademi. Ciel yang ingin bertanya kepada kepala akademi atau ketua Studentenrat, diminta untuk kembali ke mansion dan beristirahat. Akan tetapi siapa sangka beberapa langka sebelum sampai pintu gerbang mansion, dia di tunggu oleh laki-laki yang sama persis seperti beberapa hari yang lalu menemui dirinya dan tersenyum menyindir ke arah dirinya.


Berkat kejadian barusan Ciel menjadi sedikit waspada atas yang terjadi, dengan cepat dia menyiapkan sebuah tongkat dibelakang tubuhnya untuk menyerang pelayan laki-laki itu jika dia melakukan penyerangan kepada Ciel.


"Hoh..."


"Sudah bisa waspada ya, tetapi tidak peduli seberapa waspada diri anda kepada saya, saya bisa melihat kewaspadaan yang anda sembunyikan di belakang," ucap pelayan laki-laki itu dengan terkekeh pelan ke arah Ciel seolah-olah menganggap Ciel adalah lawan yang tidak akan sebanding dengan dirinya


"Aku rasa aku sudah pernah mengatakan kalau aku tidak akan menyerang anda, karena permintaan tuan putri,"


"Dan juga mungkin anda akan menjadi boneka milik Verbrechen, cepat atau lambat," ucapnya lagi dengan tatapan tajam dan aura membunuh yang pekat hingga membuat Ciel gemetaran dan sesak, sampai berlutut di depan pelayan itu karena seperti ada hal yang menakutkan ada di belakang pelayan itu. Seakan-akan mengisyaratkan untuk berhenti bermain-main di dunia yang bukan tempat asalnya berada. Sampai beberapa saat Ciel menahan diri untuk tetap sadar dari tekanan aura gelap.


Dia yang tidak tahan dengan batasan yang telah dicapai perlahan-lahan menutup matanya. Serta di saat bersamaan dia melihat sepatu perempuan yang berjalan ke arah pelayan itu. Dengan kata-kata terakhir yang dia dengar.


"Tuan putri akan memberikan hukuman yang berat kalau kamu sampai mencelakakan orang yang mungkin akan menjadi sekutu kita,"


Setelah kata-kata terakhir itu, seluruh pandangannya menjadi gelap hingga dia sadar, kalau dia telah berada di kamarnya dengan dua orang yang tertidur di dekat kasurnya menunggu yang pingsan sadar. Tidak lama beberapa saat setelah Ciel bangun keduanya terbangun dengan tatapan khawatir dan panik dengan keadaannya.


Berita mengenai Ciel yang pingsan di tempat yang tidak jauh dari mansionnya membuat Studentenrat mendatangi Ciel, karena khawatir anggotanya yang berharga hilang. Semua orang menganggap Ciel pingsan karena kelelahan karena tidak ada bukti-bukti luka penyerangan kepadanya


"Ciel, ini hadiah dari kami dewan kesiswaan,"


"Kamu di izinkan beristirahat beberapa hari lagi, karena bagaimanapun menggunakan sihir yang didapatkan secara dadakan pasti sangat membuang banyak tenaga, apalagi kamu baru bisa menggunakannya,"


"Jangan memaksakan dirimu karena itu pasti akan merepotkan banyak orang," ucap Ur-Atum dengan dingin


"PLAK..."


"Kamu sangat tidak bisa berkata-kata baik apa? Dia sedang berada di kondisi istirahat dan lelah karena membantu kita,"


"Kamu malah mengatakan hal yang merepotkan, sopan lah sedikit," ucap perempuan itu dengan tatapan tajam ke arah Ur-Atum setelah menampar bahunya dengan keras


"Aku tidak apa-apa, yang dikatakan memang benar


"Dan terima kasih telah datang ke sini," ucap Ciel dengan anggukan pelan


"Kalau aku ingat-ingat, aku belum memperkenalkan diriku ya,"


"Maaf selama ini membuatmu melihat kelakuan burukku padahal kita belum berkenalan, biar aku memperkenalkan diri,"


"Namaku Jianying Fu, panggil aku Jianying saja," ucap perempuan itu dengan senyuman lembut. Setelah perkenalan singkat itu, semua Studentenrat kembali serius untuk membahas kejadian penyerangan yang terjadi sebelumnya. Banyak dari mereka yang tidak mengerti apa maksud tujuan penyerangan orang-orang itu ke akademi atau dari mana asal mereka.


"Kalau di pikir-pikir kata terakhir sebelum aku pingsan dan penyerangan itu, sepertinya tidak menargetkan aku,"


"Jadi apa yang mereka targetkan?"


Ciel The Guide Of Destiny