
Ciel dan teman-temannya sampai di hutan netral, akan tetapi dia tidak menemukan sekelompok orang atau seorangpun di sana. Tapi hanya ada layar hologram yang dibentuk menggunakan sihir di depan mereka berada bertuliskan kalau mereka harus bertahan hidup selama 3 hari berturut-turut di sana dan mencari makanan sendiri, mereka juga akan tereliminasi jika mereka berada dalam bahaya karena ini bertujuan untuk berlatih bukan untuk mempertaruhkan nyawa mereka.
"Karena yang dikatakan seperti itu artinya kita kemungkinan akan sulit bertemu dengan kelompok lain," ucap Ciel setelah membaca isi dari layar hologram itu membuat mereka berlima mengangguk mengerti dan memutuskan untuk berjalan lebih masuk ke dalam hutan, akan tetapi di dalam hutan netral berbeda dengan hutan-hutan yang berada di akademi.
Hutan netral adalah hutan yang paling berbahaya karena banyak monster yang berada di tingkat atas, hutan ini juga biasanya dijuluki sebagai hutan kegelapan saking sulitnya untuk di jelajahi. Kalau ditanya kenapa alasan para ketua dan wakil ketua dewan kesiswaan mengirim mereka ke hutan netral untuk pelatihan, walaupun berbahaya jawabannya hanya satu untuk mencari tahu berbagai spesies yang belum tercatat dan berada di tingkat berapa spesies itu.
"Apakah kita akan berjalan terus?" tanya Wells yang telah terduduk di atas tanah dengan nafas yang tersengal-sengal
"Aku heran kenapa fisikmu begitu lemah, coba kamu lihat Kara, dia laki-laki yang lemah gemulai tapi dia tidak terlihat lelah atau seperti orang kehabisan nafas,"
"Aku rasa selama ini kamu di akademi tidak mengikuti latihan pagi hari ya," ucap Diva dengan menatap tajam ke arah Wells yang terduduk membuat Wells merasa merinding karena dia tau kalau Wells sering bolos diam-diam.
"Bagaimana kalau kita berisitirahat, lagipula ini adalah pelatihan bukan hal yang bagus untuk terburu-buru," ucap Ciel dengan senyuman kaku karena menyela pembicaraan kedua orang yang ada di depannya, tentu saja Ciel merasa tidak enak menyela tapi karena dia juga sebenarnya lelah maka dia memutuskan untuk memberikan alasan yang sesuai. Carlisle dan yang lain tidak merasa keberatan dengan yang Ciel katakan, langsung duduk di atas tanah tanpa banyak bicara hal ini juga membuat Diva melepaskan Wells yang hampir akan di pukul karena tidak jujur.
"Ciel, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu," ucap Wells sambil memakan makan siangnya
"Tanyakan saja, aku akan menjawab semampuku," ucap Ciel dengan tatapan kebingungan
"Berapa banyak tenda yang kita miliki untuk berkemah?" tanya Wells membuat Ciel terkejut karena mungkin orang biasa akan bertanya tentang keadaan atau mungkin tujuan selama 3 hari perjalanan tapi dia malah menanyakan jumlah tenda yang disiapkan oleh penyelenggara.
"Hanya ada dua tenda, satu tenda untuk perempuan dan satunya untuk laki-laki,"
"Memangnya ada apa?" ucap Ciel dengan tatapan kebingungan yang kemudian Diva membuka mulutnya
"Kamu selalu bertanya kepada rekanmu berapa banyak tenda, dan ketika kamu mengetahuinya kamu malah memilih untuk berjaga,"
"Aku tidak habis pikir apa yang kamu pikirkan," ucap Diva dengan helaan nafas panjang dan kebingungan sedangan Wells tidak membalas ucapan yang diucapkan oleh Diva karena dia tidak suka berbicara hingga sampai ke pertengkaran. Tidak lama setelah mereka selesai makan siang, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Dari mulai hewan-hewan berbahaya hingga monster tingkat tinggi menyerang mereka di setiap perjalanan mereka sampai sore menjelang malam tiba, mereka memutuskan untuk berkemah di tempat ini.
"Kalian beristirahatlah, aku akan berjaga dan jika kalau nanti gilirannya kalian untuk berjaga aku akan membangunkan kalian," ucap Wells yang telah selesai makan malam lebih awal dibandingkan dengan kelima orang lainnya, selesai itu juga dia beranjak ke sisi hutan yang dekat dengan mata air sungai tidak jauh dari perkemahan mereka.
Tidak banyak yang mereka bicarakan saat makan malam sampai selesai, tidak lama setelah Wells kembali semuanya memutuskan pergi untuk tidur karena masing-masing dari mereka pasti akan kena jadwal berjaga.
Fajar menyingsing dari arah timur yang berarti pagi telah tiba. Semua yang tertidur di tenda terkejut kalau Wells telah menghilang entah kemana, dan ternyata tidak ada satupun dari mereka yang dibangunkan oleh Wells.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Anggota kita sekarang hilang satu," ucap Ele yang memegang senjatanya dengan erat khawatir dan takut menyelimuti mereka, tidak terlihat jejak bahwa penculikan terjadi tapi tidak juga terlihat jejak kaki Wells yang berjalan
Tiba-tiba layar tipis berupa hologram muncul di hadapan mereka bertuliskan kalau setiap anggota dewan kesiswaan setiap akademi telah di culik dan telah dilaporkan oleh beberapa kelompok atas kehilangan anggota kelompoknya. Semua siswa-siswi diharapkan untuk mencari di hutan netral karena mungkin saja penculiknya tidak jauh dari lokasi mereka saat ini, Ciel yang membacanya tentu saja terkejut bukan main ada sekitar 91 kelompok yang tersebar di hutan netral dan setiap anggotanya hilang entah kemana dan hal yang kemungkinan besar terjadi adalah penculikan. Tapi penculik mana yang mau menculik setiap anggota dewan kesiswaan akademi yang melakukan penjagaan dan kenapa mereka ingin menculik anggota akademi? Apakah mereka kekurangan uang atau malah mereka ingin mendapatkan informasi tentang setiap akademi.
"Aku rasa dia diculik dengan cara yang cukup licik, hingga hanya meninggalkan ini sebagai bukti kalau dia di culik,"
"Wells, bukan tipe orang yang suka melawan kalau dia diculik karena dia tau resiko atau bahaya yang mengancam nyawanya kalau dia diculik dan juga dia sudah mengetahui kejamnya dunia sejak dia masih kecil jadinya aku rasa tidak perlu mengkhawatirkan kondisinya,"
"Kalau kita bisa menemukan dia dengan cepat," ucap Carlisle yang mengambil sebuah permata yang berada di tanah dan selalu dibawa oleh Wells saat perjalanan, tidak ada yang bisa membuktikan lokasinya bahkan dengan permata itu tapi itu cukup membuat Carlisle sadar dengan arah dari kepergian Wells.
"Dia pergi ke arah timur, kita harus cepat," ucap Carlisle sambil menggenggam erat permata itu
"Darimana kamu mengetahuinya? kita bahkan tidak bisa menemukan jejak kaki," ucap Diva dengan tatapan tidak percaya kepada kepada Carlisle mengingat dia orang yang sudah lama berteman dengan hutan saja tidak mengetahui lokasi atau keberadaan Wells dibawa sedangkan Carlisle mengetahuinya.
"Tentu saja aku tau, karena kami adalah sahabat,"
Ciel The Guide Of Destiny