
Hari-hari berlalu begitu saja, sampai sesosok perempuan yang memiliki kemampuan merubah takdir dikatakan akan masuk ke akademi Verbrechen dan masuk ke dalam Studentenrat untuk mengurai siswa-siswi yang mengalami Magische Explosion di akademi ini. Walaupun sudah lama Wells berteman dia tidak mengetahui siapa nama temannya ini? Apalagi kenapa dia ingin selalu lengket kepada Wells sampai orang-orang berbicara buruk tentang hubungan yang keduanya, tapi itu tidak mempengaruhi bisnis yang dimiliki Wells selama berada di akademi.
Malahan secara ajaib dia mendapatkan banyak pelanggan yang ingin berkonsultasi dan di saat itu juga Wells tidak sengaja menabrak seorang gadis yang terkenal itu.
"BRAK..."
"Maafkan aku," ucap gadis itu sambil meringis kesakitan karena terjatuh menabrak sedangkan Wells masih berdiri langsung mengulurkan tangannya kepada gadis yang jatuh itu supaya dia bisa berdiri kembali.
"Ah, terima kasih ata-"
"Anda bukannya yang mulia pangeran?" ucap gadis itu dengan tatapan terkejut sambil menyambut uluran tangan yang di ulurkan oleh Wells. Saat ini Wells jadi paham kenapa bisnisnya lancar dan siapa nama sosok laki-laki berambut emas yang terlihat bodoh berada di sebelahnya.
"Iya, aku memang seorang pangeran tapi di akademi ini tolong jangan panggil aku seperti itu karena di sini kita semua sama," ucap laki-laki berambut emas itu dengan senyuman lembut
Tidak lama kemudian mereka bertiga berkenalan dan menjadi teman, yah walaupun pertemanan mereka harus di rahasiakan karena mereka bertiga memiliki posisi yang kuat di akademi ini. Sampai suatu hari Laki-laki berambut emas itu memiliki ide untuk mendirikan asosiasi untuk para penyihir yang ingin menjadi sukarelawan dalam menangani Magische Explosion tentu saja idenya ini mendapatkan apresiasi besar dari berbagai pihak dari akademi, kerajaan, menara sihir sampai masyarakat memberikan dukungan hal ini karena begitu besar ide yang dipikirkan, tanpa perlu waktu yang lama asosiasi ini didanai pemerintah kerajaan dan akademi dan diberikan nama Nalendra.
Asosiasi yang dimasa depan akan besar namanya dan menjadi masalah bagi banyak orang, akan tetapi kisah itu untuk lain kali. Asosiasi yang mereka bertiga jalankan berjalan dengan begitu lancar tanpa hambatan, tapi itu semua tidak lama karena tiba-tiba saja perang dengan negara timur terjadi secara besar-besaran, karena itu banyak orang-orang kerajaan yang memanfaatkan Magische Explosion untuk ikut perang tapi karena Nalendra tidak setuju dan hal ini menjadi ketegangan antara kedua pihak.
Apalagi laki-laki berambut emas itu berasal dari pihak kerajaan, dia dianggap pengkhianat tentunya dari bangsawan yang setuju dengan penggunaan manusia sebagai senjata perang. Karena hal ini Wells menemukan sebuah fakta bahwa laki-laki berambut emas ini seorang pembimbing takdir yang ditakdirkan.
Setelah berbulan-bulan setelah perang selesai, banyak nyawa yang melayang atau hilang, banyak orang-orang yang rugi akibat perang ini karena itulah perang diakhiri oleh perjanjian perdamaian. Setelah masalah tersebut selesai terjadilah perang internal yang melibatkan kerajaan dan Asosiasi Nalendra karena salah sebelumnya, memang hal ini telah berlangsung sebelum perang namun tidak pernah terjadi kesepakatan antara keduanya sampai selesai perang.
Dari sinilah pemikiran ketiga orang ini tidak sejalan juga, Wells dan laki-laki berambut emas tetap bersikukuh untuk berdamai, dengan keadaan yang telah terjadi sedangkan perempuan yang satunya bersikeras untuk mengambil hak keadilan.
Sampai mereka bertiga terpecah menjadi dua bagian Nalendra dari sana juga ambisi perempuan yang awalnya ingin keadilan mendapatkan kebenaran tentang Magische Explosion yang ternyata ada hubungannya dengan takdir masa lalu manusia, sedangkan Wells dan laki-laki berambut emas melangkah untuk membantu keluarga korban.
Entah siapa yang disalahkan keduanya teguh kepada pendirian mereka masing-masing. Sampai kerajaan memutuskan untuk menghancurkan asosiasi Nalendra karena dianggap sudah tidak banyak hal yang baik dari sana, Wells dan laki-laki berambut emas tentu terpaksa setuju daripada dianggap sebagai pemberontak kerjaan sedangkan perempuan yang telah berbeda jalan dengan mereka tidak setuju bahkan sampai memutuskan untuk memberontak.
Dia memanfaatkan pengetahuan yang dia miliki dan membangkitkan Magische Explosion secara paksa untuk dijadikan sebagai pasukan, Wells dan laki-laki berambut emas itu tentu saja tidak menyangka kalau perempuan yang dulunya sangat menganggap Wells dan sang pangeran tidak punya hati atau rasa kemanusiaan karena menyerah atas orang-orang yang mati, saat ini malah kurang lebih sama seperti para bangsawan yang memanfaatkan orang-orang yang terkena Magische Explosion untuk dijadikan sebagai senjata.
"KAMU HARUS BERTAHAN BODOH,"
"KAMU HARUS TAU KALAU TAKHTA KERAJAAN SAAT INI MEMBUTUHKAN DIRIMU," teriakan dan tangisan Wells kepada laki-laki berambut emas yang telah terbaring lemas sekarat membuat hujan itu berduka kepada perjuangan mereka
"We...lls hidup...ku tid...ak ak...an la...ma,"
"Terim..a kas...ih ya tel....ah men...jadi caha...yaku,"
"Sebe...narnya ak...u cin...ta kepa...damu,"
"Da..n a...ku ber....niat meng.... utarak...an set...elah sele...sai per...ang ta...pi terny...ata a...ku ju...ga ham...pir sele...sai,"
"Ak...u ak...an mem....berikan sem....ua si...hir mili...kku kep...ada diri...mu,"
"Term...asuk tug....as pembi....mbing tak...dir ,"
"Tol....ong jala...ni hi...dup deng...an ba...ik ya wala..upun tan...pa a...ku," ucap laki-laki berambut emas itu disaat terakhirnya yang kemudian wafatnya dia di perang yang telah selesai itu.
Setelah itu pemerintah kerajaan mengumumkan kalau pangeran yang mati adalah salah satu pengkhianat besar, Wells tentu tidak akan diam mendengarkan berita itu dia memutuskan secara diam-diam mendirikan sebuah asosiasi besar dan membantai setiap rumor buruk tentang si pangeran yang telah terbaring mati di peti mati dengan nama Caius Damien Minunilor dan Wells baru berani memanggil nama itu setelah kematian laki-laki yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.
Satu-satunya hal yang tersisa saat ini di benak Wells adalah balas dendam dan meratakan Asosiasi yang dianggap sebagai negara oleh mantan teman lamanya. Kisah yang menyedihkan itu telah berakhir sampai saat peti itu ikut berdebu. Wells kembali ke akademi dan mengulang pelajaran karena dia telah melewati kelulusan akibat mengikuti asosiasi dan perang yang berkelanjutan. Di akademi ini dia menghapus semua informasi lama dan identitas mengenai dirinya dan menjadi seorang siswa baru bersamaan masuk dengan Carlisle teman lamanya yang hanya mengetahui sedikit masa lalunya karena teman masa kecil. Begitulah akhir dari kisah masa lalu yang telah di angkat.
"Apakah kalian ada pertanyaan dengan kisah yang menyedihkan ini?"
Ciel The Guide Of Destiny