Ciel The Guide Of Destiny

Ciel The Guide Of Destiny
Bab 25 Perempuan yang mirip dengan Wells



Setelah Carlisle bangun banyak hal yang seperti dilupakan oleh dirinya walaupun dia bukan terlihat seperti orang yang pelupa, seolah-olah ingatannya dihapus namun Ciel tidak bisa mengambil keputusan yang tergesa-gesa seperti itu. Keesokan hari setelah Carlisle bangun, Wells telah sadar dari ambang kematiannya. Hal ini tentunya menjadi berita yang menggembirakan bagi Studentenrat, di saat bersamaan juga diungkapkan kalau pelaku sebenarnya bukan Wells melainkan orang yang memiliki kemampuan mengubah wujud hingga membuat orang-orang menduga kalau Wells berkhianat.


Semuanya terlihat aneh menurut Ciel tapi entah apa yang aneh dia memutuskan untuk tidak memikirkannya. Wells dan Carlisle sekarang berada di ruangan yang sama, mereka berdua diberikan waktu untuk saling berbicara.


"Sekarang jelaskan kepadaku, kenapa kamu sampai nekad mengorbankan dirimu untukku? Padahal keluargaku membunuh ibu dan ayahmu,"


"Apakah dengan ingin pergi dari dunia ini karena putus asa? ucap Carlisle dengan kepala tertunduk dan dingin, Wells yang tau bahwa Carlisle akan menanyakan ini hanya terdiam tidak menjawab sama sekali karena tidak ingin melibatkan orang lain dalam masalah yang dihadapinya. Sesuai dengan sifatnya Carlisle yang tidak sabaran mencengkam kerah pakaian milik Wells dan menanyakan hal yang sama.


"Aku tidak bisa mengatakan apapun alasannya sekarang," jawaban yang singkat dari Wells yang menjawab semua pertanyaan Carlisle membuat Carlisle terdiam dan kesal, namun tidak banyak yang dia perbuat sekarang karena dia sangat marah dengan kondisinya sendiri juga. Dia memutuskan untuk keluar dari ruangan dengan amarah, Ciel menggunakan sihir untuk mengintip pembicaraan itu tentu saja Secepat mungkin keluar karena tidak menemukan hal yang penting.


Carlisle dan Wells sudah bertengkar selama beberapa hari.


"Ciel, bagiamana kalau kita taruhan tentang kapan mereka akan kembali menjadi sahabat lagi?" tanya Solahudin dengan seringaian


"Tidak, aku tidak ingin mempertaruhkan sesuatu apalagi tentang suatu hal semacam ini,"


"Biarkan saja mereka menyelesaikan masalah mereka, dan bagaimana dengan hubunganmu bersama dia?" ucap Ciel dengan tatapan datar menatap ke arah perempuan yang tidak jauh dengan keduanya sedang berbincang dengan asik. Setelah mendengarkan ucapan dari Ciel yang seperti sindiran, Solahudin terdiam sejenak dan pergi meninggalkan Ciel sendirian.


Ciel tentu tau dengan baik, kalau Solahudin sangat sensitif membahas Listina karena Listina adalah orang yang memiliki perasaan tumpul kepada semua orang.


Terlibat dengan jelas, jika saat ini Wells lebih dekat dan banyak menghabiskan waktu dengan El dibandingkan bersama Carlisle yang mungkin mereka tidak berbicara sama sekali seperti es dan api yang tidak bisa di satu tempat, itu mungkin anggapan dari orang-orang ketika melihat hubungan mereka berdua sekarang.


Tidak berapa lama setelah itu Ur-Atum mengadakan rapat besar yang membahas tentang liburan yang akan datang. Seluruh Studentenrat diminta untuk wajib mengikuti acara besar ini karena dihadiri oleh 12 akademi lainnya, tujuan darin acara besar ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan mereka, acara ini terdiri dari satu kelompok enam orang yang artinya mereka akan digabungkan dengan akademi lain. Ketua dan wakil dewan kesiswaan setiap akademi diberikan hak untuk mengawasi jalannya acara jadinya mereka dilarang untuk mengikuti latihan, ini bertujuan untuk memberikan keadilan dan pemerataan pelatihan kepada semua divisi dewan akademi.


Entah suatu kebetulan atau sesuatu yang direncanakan Ciel di satu kelompok dengan dua orang yang bertengkar dan dengan tiga orang yang tidak dia kenali. Pembagian kelompok ini nantinya akan menjadikan Ciel dalam mempertimbangkan teman atau musuh, tapi itu berada di lain waktu pada saat liburan.


"Kenapa aku satu kelompok dengan laki-laki ini? Ur-Atum, aku ingin bertukar tempat dengan yang lain," ucap Carlisle dengan tatapan jengkel ke arah Wells sedangkan Wells hanya diam tidak membalas karena tidak ingin ribut


"Carlisle, ini bukan kekuasaanku untuk memindahkan dirimu ke kelompok lain karena ini adalah hasil rapat bersama dengan ketua dewan kesiswaan akademi yang lain, jadi tidak bisa di ubah begitu saja,"


"Dan juga Wells terlihat tidak masalah dengan dirimu, tapi kamu yang memiliki masalah dengannya,"


"Cepatlah berbaikan kalian berdua," ucap Ur-Atum dengan tatapan dingin ke arah keduanya membuat Carlisle diam dan kesal karena bagaimanapun dia memiliki gengsi yang tinggi, tidak mungkin dia meminta maaf atau memulai topik pembicaraan itu pasti akan membuat dirinya terlihat konyol dan bodoh.


"El, aku pikir kamu telah kembali ke asrama karena tidak ada jadwal patroli," ucap Ciel yang memulai topik pembicaraan sebelum menyinggung perempuan yang masih ada di sana


"Ah, setelah berbincang dengan temanku, aku akan pergi ke asrama," ucap El dengan tawa kaku


"Teman? Ah perempuan ini? Apakah kamu tidak ingin mengenalkan aku kepadanya?" ucap Ciel yang terlihat seperti orang yang sangat akrab dengan El sambil menyenggol lengan El.


El yang terlihat mencurigakan di mata Ciel tentu saja tau kalau Ciel penuh Pertanyaan tentang perempuan itu.


"Perkenalkan dia adalah Lili, dia temanku yang baru pindah dari tempat yang jauh,"


"Aku memintanya untuk masuk ke akademi ini, supaya nanti aku bisa membantunya ketika dia kesulitan,"


"Lili, perkenalkan dia adalah Ciel temanku dan salah satu anggota dewan kesiswaan yang sering aku ceritakan waktu dulu," ucap El sambil menatap perempuan yang tidak jauh darinya kemudian menatap ke arah Ciel


"Salam kenal nona, kalau boleh aku tau apakah anda memiliki saudara? Karena anda terlihat mirip dengan seorang laki-laki yang berada di organisasi yang sama," ucap Ciel dengan tatapan tajam dari atas kebawah


"Menurut orang tuaku, aku adalah anak tunggal dan tidak memiliki saudara sama sekali dan juga memangnya aku terlihat seperti siapa kalau boleh aku tau?" tanya perempuan itu dengan tatapan kebingungan


'Kalau aku dengar suaranya sedikit berbeda dengan milik Wells, tapi tidak ada yang bilang kalau Wells adalah perempuan,'


'Dan juga kegiatan sehari-harinya normal saja, kenapa aku merasa kalau dia adalah Wells? Aku penasaran berapa banyak rahasia yang dia sembunyikan,' ucap Ciel di dalam hatinya dengan tatapan dingin ke arah Lili yang tidak jauh dengannya


"Ah iya, asrama perempuan sebentar lagi gerbangnya ditutup jadi aku harus kembali ke sana,"


"Jadi aku pergi duluan," ucap Lili yang kemudian pergi menjauh dari kedua orang itu


Suasana antara El dan Ciel kembali menjadi sunyi yang kemudian keduanya memutuskan untuk berpisah karena alasan gerbang akademi yang akan ditutup.


'Aku rasa aku harus bertanya dan menyelidiki diam-diam,'


Ciel The Guide Of Destiny