Ciel The Guide Of Destiny

Ciel The Guide Of Destiny
Bab 13 Ekaraj Idris Cruise



Setelah kejadian pelelangan gelap, ketua dan wakil ketua dewan kesiswaan setiap akademi pergi ke istana utama kerajaan untuk melaporkan pekerjaan mereka yang berjalan dengan lancar walaupun banyak sekali hal-hal yang terjadi di luar rencana mereka.


Disisi lain semua anggota Studentenrat pulang ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat panjang karena telah banyak menghabiskan tenaga mereka saat melakukan perkejaan. Tetapi beberapa jam kemudian suara ketukan pintu membuat orang-orang yang beristirahat kembali bangun dan rapat kedua dimulai.


Ciel yang baru saja tidur beberapa jam, berjalan dengan sempoyongan seperti orang-orang mabuk karena masih mengantuk. Akan tetapi dia dibantu oleh El untuk berjalan hingga ke ruangan yang ditentukan. Semua orang telah berkumpul dengan perasaan tegang dan mencekam hingga ketua dan wakil Studentenrat masuk ke dalam ruangan.


"Jadi ada hal serius yang ingin aku bicarakan kepada kalian semua mengenai organisasi besar yang memiliki keinginan untuk mengendalikan kekaisaran, dengan menggunakan 13 akademi sebagai pusat pemberontakan,"


"Nama organisasi ini adalah Nalendra,"


"Merekalah yang menampung para pembimbing takdir untuk ikut melakukan revolusi besar-besaran,"


"Dan baru-baru ini organisasi itu telah terlibat dengan para bangsawan yang lemah dan memanfaatkan mereka sebagai pion dengan memegang kelemahan yang mereka miliki,"


"Oleh karena itu kita 13 akademi diminta untuk mengawasi semua para pembimbing takdir atau orang-orang yang mencurigakan di akademi," ucap Ur-Atum dengan tatapan yang serius ke arah seluruh anggota Studentenrat


"Dan Ciel jika terjadi sesuatu tolong kabari aku, apalagi mengenai cerita yang kamu ceritakan aku yakin dia pasti tidak akan mudah melepaskan dirimu yang merupakan seorang pembimbing takdir," ucap Jianying dengan tatapan serius dan dingin


Rapat itu kemudian berisikan informasi-informasi mengenai beberapa peraturan baru yang ingin di buat untuk mengurangi pengaruh organisasi Nalendra berada di akademi. Berbagai argumen di lontarkan dalam rapat itu, sampai pada akhirnya mereka mencapai sebuah keputusan bulat dan diizinkan untuk beristirahat, tentu saja mereka juga mendapatkan satu hari libur karena rapat yang dilakukan tiba-tiba membuat mereka tidak bisa beristirahat.


Pada saat Ciel ingin melangkah keluar dari pintu ruangan itu. Tiba-tiba langkahnya terhenti.


"Ciel, ada hal pribadi yang masih ingin aku bicarakan denganmu jadi tolong tetap berada di sini," ucap Ur-Atum dengan tatapan dingin dan lelah membuat Ciel merasa kalau Ur-Atum mungkin ingin bercerita tentang hal yang telah terjadi hari ini sebagai seorang teman. Ciel pun melangkah masuk ke dalam ruangan dan duduk tidak jauh dari Ur-Atum.


"Baiklah, akan aku dengarkan ceritamu jika kamu membutuhkan aku," ucap Ciel dengan santai duduk menunggu Ur-Atum berbicara sedangkan Ur-Atum hanya memainkan tangannya dengan ragu. Sampai beberapa menit kemudian Ur-Atum menghela nafasnya dengan panjang dan menggunakan sihirnya untuk meredam suara dari luar ruangan.


"Apa kamu mengenal laki-laki pembimbing takdir di pelelangan gelap itu Ciel? Tolong katakan yang sejujurnya,"


"Karena ekspresimu menunjukkan semuanya," ucap Ur-Atum dengan tatapan dingin dan menyidik ke arah Ciel, kemudian Ciel mengangguk pelan


"Baiklah,"


"Aku mengerti dan maafkan semua perbuatan yang telah dia lakukan kepada dirimu Ciel," ucap Ur-Atum dengan kepala tertunduk untuk meminta maaf kepada Ciel walaupun bukan kesalahan yang dilakukan oleh Ur-Atum.


Ciel yang terkejut dengan yang dilakukan oleh Ur-Atum dengan cepat membantu Ur-Atum untuk mengangkat kembali kepalanya. Karena bagaimanapun laki-laki itu yang berbuat salah maka itu bukan salah Ur-Atum. Namun Ur-Atum tampak seperti orang yang memiliki perasaan bersalah kepada Ciel, tidak akan mudah baginya untuk tidak meminta maaf kepada Ciel jika ada kesalahan yang diperbuatnya.


"Kamu harus menjelaskannya dulu kepadaku kenapa kamu yang harus mewakili dirinya untuk meminta maaf sedangkan kamu tidak memiliki salah sama sekali kepadaku,"


"Ciel, aku berharap kamu benar-benar tidak memilih jalan yang salah," ucap Ur-Atum dengan kepala tertunduk dan senyuman pahit yang mungkin dia mengenang masa lalunya. Karena dirasa Ur-Atum menginginkan waktu untuk sendirian Ciel memutuskan untuk beranjak dari kursinya meninggalkan Ur-Atum sendirian di ruangan itu.


Dunia Minunilor bagi Ciel terasa sangat misterius jika dibandingkan dengan dongeng-dongeng yang ada di dalam buku-buku. Semua karakternya seperti memiliki kisah uang menyedihkan dibandingkan dengan kisah yang membahagiakan.


Ciel melangkah mengelilingi kastil besar itu sambil menikmati berbagai hal yang menarik dan aneh terpajang di seluruh lorong. Sampai dia berhenti di sebuah lukisan besar di sudut lorong, membuatnya terkejut.


Lukisan besar yang menampakkan seorang laki-laki dewasa yang hampir mirip dengan wajahnya hanya saja warna mata dan rambutnya berbeda. Membuat Ciel tertegun dan penasaran apakah dia pernah ke dunia ini sebelumnya? Atau lukisan ini dibuat pada saat dia menjadi pembimbing takdir namun mustahil jika sosok dewasa dirinya ada di sana.


"Ciel, kamu tertarik dengan lukisan itu ya? Sejak tadi kamu menatapnya begitu lama sampai tidak berkedip sedikitpun,"


"Apalagi dia mirip dengan dirimu bukan begitu?" ucap seorang laki-laki yang menyeringai berjalan ke arahnya


"El, kenapa kamu berada disini?" tanya Ciel dengan terkejut kemudian menatap ke arah El yang menatap lukisan itu penuh dengan tatapan kesedihan seolah-olah dia mengenal sangat baik laki-laki yang berada di lukisan besar itu.


"Aku hanya ingin berkeliling saja tanpa sadar aku akhirnya sampai di ujung lorong dan melihat dirimu,"


"Laki-laki ini sama seperti dirimu, dia seorang pembimbing takdir,"


"Dia adalah orang pertama yang mendapatkan kekuatan untuk melihat benang takdir orang lain dan pertama kalinya orang yang bisa menghentikan Magische Explosion yang sejak dulu tidak diketahui penyebabnya ataupun cara mengembalikan orang menjadi manusia,"


"Semua orang sangat menyambut baik pembimbing takdir ini hingga dianggap sebagai utusan para dewa, akan tetapi sampai beberapa pemimpin takdir yang lain terpilih muncul dan mereka mengetahui isi perpustakaan itu, mereka memiliki pemikiran berbeda mengenai orang-orang yang memiliki masa lalu yang kejam,"


"Mereka tidak ingin membantu sama sekali orang-orang yang terkena Magische Explosion yang menderita seperti itu, malah setelah mereka mengetahui fakta itu mereka memutuskan untuk mendirikan organisasi bernama Nalendra,"


"Pembimbing takdir ini berusaha mati-matian untuk membujuk mereka untuk saling membantu namun organisasi Nalendra tidak setuju dan malah membunuh pembimbing takdir pertama di depan banyak orang yang membutuhkan dirinya,"


"Sisanya kamu telah mengetahuinya,"


"Aku pergi dulu, Ciel karena ada yang harus aku kerjakan," ucap El dengan langkah yang cepat meninggalkan Ciel sendirian di ujung lorong itu. Ciel yakin saat El berjalan cepat melewati dirinya, dia melihat air mata yang akan tumpah


"Apakah semua ini ada hubungannya denganku di sini, Ekaraj Idris Cruise?"


Ciel The Guide Of Destiny