
Ucapan yang dilontarkan oleh Wells membuat Carlisle terkejut dan kebingungan karena ini pertama kalinya dia melihat tatapan dan ucapan Wells yang tidak selaras. Carlisle merasa kalau ada yang salah dengan Wells sekarang karena menurutnya sahabat terbaiknya tidak akan terlihat seperti itu ketika berbicara.
"Wells, ini adalah saat yang tepat untuk dirimu membalaskan semua dendammu kepada orang yang telah membunuh orang tuamu," ucap perempuan bertudung itu ke arah Wells sontak membuat Carlisle menatap Wells dengan tatapan tidak percaya.
Semua orang tentunya memiliki kisah yang kelam dan tidak bisa di ceritakan oleh siapapun terutama jika itu adalah pembalasan dendam kepada orang yang membunuh keluarganya. Semua mengatakan bahwa kalau tidak mungkin ada orang yang akan menerima kematian orang tuanya begitu saja dan ingin berteman dengan anak dari orang yang telah membunuh orang tuanya.
Rumor demi rumor tentu saja menyebar mengenai hubungan Carlisle dan Wells yang sangat akrab hingga tidak bisa di pisahkan karena mereka adalah teman masa kecil. Namun kini di depannya adalah hal yang berbeda karena perempuan bertudung itu mengatakan hal mengenai pembalasan dendam yang artinya Wells ikut terlibat.
Kebenaran dan kebohongan sangatlah tipis terlihat di depan Carlisle yang melihat kenyataan di depannya membuatnya mengeluarkan Magische Explosion untuk kedua kalinya, namun kali ini dia tidak mengeluarkannya karena ada orang lain di dalam jiwanya. Ini benar-benar murni karena dirinya merasa kesal dan marah karena merasa dibohongi oleh sebuah pertemanan.
Serangan-serangan Carlisle tentu lebih kuat daripada sebelumnya bahkan bisa membunuh para bawahannya perempuan bertudung itu dan melukai perempuan bertudung itu. Ciel yang menyaksikan ini menatap ke arah Ur-Atum yang hanya di jawab dengan anggukan kepala, membuatnya yakin untuk menyerang dan menangkap Wells sebagai pilihan karena berkhianat.
"Wells, menyerah lah karena tidak ada harapan untuk dirimu lolos dari sini,"
"Dan juga jika kamu menyerahkan diri dengan baik, aku akan meyakinkan kalau dirimu bisa mendapatkan keringanan hukuman nantinya," ucap Ciel dengan tatapan tajam ke arah Wells yang diam menatap pertempuran dari tadi
"Keringanan hukuman?"
"Ahahah..."
"Menurutmu semudah itu melakukannya? Kamu bukan seorang hakim atau raja,"
"Itu hanyalah omong kosong yang kamu ucapkan, tidak ada satupun kebenaran yang dikatakan olehmu,"
"Orang tuaku adalah bukti bahwa sebuah hukum ini adalah omong kosong mereka memutarbalikkan fakta bahwa orang tuaku yang tidak bersalah di berikan hukuman penyiksaan jadi budak dan bahkan aku di jual ke sana kemari, di jadikan budak hingga aku bisa mendapatkan kembali kebebasanku dengan usaha dan kekejaman dari diriku sendiri,"
"Ketika kamu berhasil kamu malah di kucilkan dari masyarakat karena memiliki cap seorang budak,"
"Kamu tidak mengerti apapun Ciel, karena kamu tidak pernah merasakan hal sekejam ini," ucap Wells dengan lantang dan tatapan dingin seolah-olah sudah biasa dia menghadapi hal seperti itu. Ciel terdiam tidak percaya walaupun dia memang mendengarkan dan melihat melalui masa lalu Carlisle tapi tidak pernah terlihat kalau masa lalunya sekejam itu.
Ciel berusaha untuk tidak menggunakan perasaannya dalam membuat keputusan saat ini. Karena jika dia menggunakan perasaannya mungkin Wells akan lebih diuntungkan karena menggunakan otak dalam bertarung itulah pikirnya.
Diserangnya Wells oleh Ciel secara beruntun, namun tidak dibalas olehnya sama sekali sampai Wells merasa ada kesempatan untuk menyerang. Dia menggunakan sihirnya untuk menyerang Ciel tetapi serangan yang dilakukan oleh Wells meleset. Menyebabkan bongkahan bangunan itu runtuh dan hampir menimpa anggota Studentenrat yang mengevakuasi semua orang.
Entah dari mana sihir pelindung yang besar melindungi mereka semua tanpa diketahui. Karena Ciel yang lengah Wells langsung menyerangnya terlihat pengecut, tapi tidak untuk Wells yang licik sejak dulu.
Serangan dari Wells mampu membuat Ciel tumbang, kini yang tersisa tinggal Carlisle dan Wells bertarung karena para Studentenrat terjebak tidak bisa menolong.
"Kamu yakin ingin menyelesaikan sendiri?" tanya laki-laki berjubah itu kepada Wells
"Lakukan saja bagian kita masing-masing, nanti akan aku berikan hadiah balas budi," ucap Wells dengan seringaian
Namun siapa sangka perempuan berjubah itu menyerang Carlisle dari belakang di saat terakhir kesadarannya, siapa yang menyangka kalau serangan itu tepat terkena di jantung milik Carlisle, Ciel yang melihat itu ingin mengeluarkan sihirnya namun mustahil dia telah menutup matanya.
Hanya beberapa orang yang mengetahui kisah pertempuran yang telah terjadi. Hingga beberapa hari kemudian Ciel tersadar di dampingi oleh Jianying.
"Kamu sudah bangun, jangan banyak bergerak,"
"Biarkan aku memeriksa dirimu dulu," ucap Jianying sambil memulai pemeriksaan fisik kepada Ciel kemudian menyodorkan air untuk Ciel minum.
"Aku tau kamu pasti kebingungan apa yang terjadi beberapa hari yang lalu,"
"Sekarang istirahat dulu," ucap Jianying dengan tatapan tajam karena, dia tau Ciel pasti akan keras kepala dengan banyak pertanyaan yang ada di kepalanya.
Ciel mau tidak mau pun ikut menuruti keinginan Jianying, karena ilmu kedokterannya Jianying bisa membuat seseorang lumpuh bahkan mati oleh karena itu Ciel menurutinya.
'Pada saat aku bertemu dengan laki-laki bertudung hitam, dia bilang berada di pihak yang netral tapi dia membantu Wells,'
'Sebenarnya organisasi apa yang berhubungan dengan Wells? Dan siapa orang yang berada di balik semua ini?' ucap Ciel di dalam hatinya sambil memandang langit-langit, dia berusaha mengingat apa yang dia ingat.
Ketika mendengarkan bahwa Ciel telah sadar dari pingsannya. Semua anggota Studentenrat dan kedua temannya langsung menjenguknya. Berbagai dari mereka ada yang membawa benda sampai benda kesukaannya Ciel. Namun dari semua anggota Studentenrat yang hadir ada satu orang yang tidak terlihat yaitu Carlisle. Entah bagaimana keadaan Carlisle sekarang sejak terakhir kali dia tertusuk, Ciel tidak berani menanyakan hal yang mungkin akan mengembalikan kesedihan teman-temannya. Akan tetapi tiba-tiba salah satu dari mereka tiba-tiba membuka mulut.
"Ciel, kamu pasti sebenarnya ingin bertanya masalah Carlisle baik-baik saja atau tidak bukan?" tanya Ur-Atum dengan tatapan tajam ke arah Ciel, Ciel hanya mengangguk pelan karena takut kalau memang benar keadaan Carlisle benar-benar tidak baik-baik saja, dan tidak sanggup mengucapkan namanya
Terbalik dari keadaan yang tidak baik-baik saja, membuat Ciel terkejut karena bagaimana mungkin orang yang telah diserang di jantung bagian kiri masih bisa hidup dan mustahil kalau itu benar-benar terjadi.
"Apakah Jianying yang berhasil menyelamatkan Carlisle?" tanya Ciel dengan tatapan serius ke arah Jianying namun ternyata dijawab dengan gelengan pelan olehnya tentu saja itu membuat Ciel menjadi kebingungan.
"Siapa jadi yang menyelamatkan Carlisle?"
Ciel The Guide Of Destiny