Ciel The Guide Of Destiny

Ciel The Guide Of Destiny
Bab 27 Kelemahan



pagi hari di liburan pertama Ciel dan teman-temannya tentu saja membuat mereka sangat bersemangat. Saking bersemangatnya dari pagi hari mereka telah ribut. Namun berbeda dengan Ciel yang harus bersiap-siap untuk pergi ke akademi menjalankan pelatihan gabungan nanti. Pelatihan yang akan mereka lakukan tidaklah di akademi melainkan di tengah hutan netral yang tidak dimiliki oleh akademi manapun.


"Semuanya sudah berkumpul atau belum?" ucap Jianying dengan malas karena dia tidak pernah suka dengan pelatihannya


"Aku rasa belum semua, karena masih ada beberapa akademi yang belum hadir," ucap Carlisle sambil memeriksa jumlah seluruh siswa-siswi yang hadir


Banyak kereta kuda dan lingkaran-lingkaran teleportasi yang berada di tempat untuk berteleportasi di disiapkan.Terlihat ada sekitar ratusan siswa yang merupakan anggota dewan kesiswaan dari seluruh akademi untuk berkumpul dan memulai acara pembukaan.


"Ciel, ini pertama kali bukan untuk dirimu melihat banyaknya anggota dewan kesiswaan setiap akademi dengan seragam yang berbeda-beda?" tanya El yang menyeringai lebar sambil menepuk pundak Ciel untuk menyadarkannya dari lamunan hanya di jawab dengan anggukan pelan.


Menurut Ciel acara ini tidak jauh beda atau mirip dengan tempat tinggalnya sebelumnya dimana setiap sekolah pasti akan mengadakan pelatihan, tujuannya untuk membuat disiplin dan memiliki jiwa kepemimpinan. Tapi Ciel tidak pernah mengikutinya, berbeda dengan saat ini dia merasakan secara langsung bagiamana beratnya mengikuti pelatihan.


"Anggota kita masih kurang tiga orang,"


"Bukankah kita juga harus mencari ketiga orang itu?" ucap Ciel dengan tatapan khawatir kalau kedua anggota lainnya tersesat atau hilang karena bagaimanapun mereka akan ke hutan netral bersama-sama dan menjadikan akademi Verbrechen sebagai pusat kumpul mereka.


"Tidak perlu khawatirkan kami berdua siswa baru," ucap seorang perempuan yang berjalan ke arah mereka bertiga di ikuti oleh seorang perempuan dan laki-laki terlihat jelas dari seragam mereka mereka bertiga dari ketiga akademi berbeda dan tampaknya dia juga tau kalau hanya Ciel yang merupakan siswa baru di akademi ini.


"Wells dan Carlisle sudah lama tidak bertemu dengan kalian Sepertinya hubungan kalian semakin baik ya, sejak terakhir kali kita bertemu," ucapnya lagi dengan menatap ke belakang Ciel sedangkan keduanya hanya menatap dengan dingin tanpa menjawab dari sapaan perempuan itu


"Baiklah, bagiamana kalau kita langsung mengenalkan diri dengan singkat,"


"Namamu Ciel bukan? Kamu bisa memanggilku Diva, perempuan di sebelah kananku Ele dan laki-laki ini Kara mungkin dia terlihat seperti perempuan karena tinggi badan dan mukanya yang manis tapi dia laki-laki," ucap Perempuan yang bernama Diva itu sambil menatap ke arah kedua orang yang berada di sebelahnya.


Wells dan Carlisle tidak menjawab hanya diam dan menatap sekeliling sedangkan Ciel mengangguk paham. Tidak lama kemudian acara sambutan di mulai dari setiap kepala akademi yang hadir, dilanjutkan dengan kata sambutan setiap ketua dewan kesiswaan akademi sampai pada akhirnya tibalah mereka di berangkatkan ke hutan netral untuk melakukan pelatihan berkelompok ini.


"Wells, aku dengar di akademi Verbrechen menerima serangan dari Nalendra bahkan mereka sampai melakukan penyerangan di persidangan kerajaan,"


"Tapi kenapa akademi Verbrechen saja yang sering dilakukan serangan,"


"Apakah akademi Verbrechen merupakan ancaman bagi mereka? Dan menurutmu apa yang ingin mereka singkirkan dari akademi Verbrechen?" tanya Kara dengan tatapan penasaran ke arah Wells


"Kamu tau, semua yang aku katakan tidaklah gratis,"


"Bukankah kamu tau itu, dan juga ini adalah rahasia yang diminta untuk dirahasiakan jadi tidak akan bisa memberitahu dirimu," ucap Wells dengan seringaian ke arah Kara, Kara yang melihat itu berdecak kesal


"Srekk..."


Masing-masing dari mereka dengan cepat mengeluarkan senjata yang mereka miliki dari jenis senjata panah sampai senjata jenis cambuk. Mereka yang mengeluarkan senjata saling melindungi punggung bersiap menghadapi segala macam ancaman.


"BRAK..." sebuah pohon tumbang di depan mereka terlihat seekor beruang yang memiliki tinggi enam kali lipat tinggi badan mereka dan memiliki bebatuan sihir yang biasa digunakan untuk membuat artefak di punggung belakangnya. Membuat mereka yakin kalau lawan mereka kali ini tidaklah bisa di remehkan.


"Semuanya bersiap,"


"Kelemahan dari beruang ini adalah sisi bagian kepalanya atau mulutnya,"


"Jadi, bersiap sesuai dengan tugas masing-masing," ucap Diva yang langsung mengambil alih posisi pemimpin dikarenakan dirinya juga salah satu orang yang pernah mengikuti pelatihan yang seperti ini.


Ciel dan Kara melakukan pendukungan dari belakang, Diva dan Carlisle akan menyerang sedangkan Ele dan Wells akan menjadi orang yang menyerang dari jarak jauh. Dimulai dari serangan yang dilakukan oleh Ele dan Wells untuk membuat lawan hilang fokus, dibacakan mantra untuk memberikan penguat kepada Diva dan Carlisle yang bertugas melakukan penyerangan.


Serangan demi serangan di lancarkan oleh Diva dan Carlisle sebagai penyerang, begitu juga dengan serangan lawan yang telah mengenai mereka berdua berulang kali. Hingga akhirnya Ciel itu terjun dalam penyerangan dengan mengubah tongkatnya menjadi bentuk pedang, Diva dan Carlisle yang melihat kelakuan Ciel sekarang tidak bisa bertengkar atau berdebat karena mereka sekarang dalam pertarungan dan sadar akan bahaya yang akan terjadi jika mereka bertengkar di tengah pertarungan.


Kara yang merupakan satu-satunya pendukung di dalam pertarungan menggunakan kemampuannya untuk melindungi atau memberikan sihir penguatan kepada Ciel sama seperti yang dilakukan kepada Diva dan Carlisle. Ketika Ciel melihat ada celah dengan cepat dia melompat ke pohon untuk bertumpu sampai akhirnya dia melompat ke arah atas beruang besar itu.


"SRAK..."


Pedang itu tertancap di atas kepala beruang itu dengan sangat dalam hingga akhirnya beruang itu meraung dan tumbang ke atas tanah, yang akhirnya membuat mereka bisa bernafas lega karena situasi mereka sudah sedikit aman. Karena kejadian itu juga mereka sangat yakin hutan netral semakin dekat dekat dengan tujuan perjalan mereka.


"Ciel, apakah kamu tau kalau tindakanmu yang tiba-tiba itu bisa membahayakan kami semua?"


"Kalau saja kamu bertingkah salah, tulangmu akan hancur,"


"Karena kamu baru pertama kali mengikuti hal semacam ini, ini bukanlah permainan yang bisa seenaknya kamu lakukan," ucap Diva dengan tatapan tajam dan aura yang menekan ke arah Ciel memperingatkan kepadanya untuk tidak banyak berulah atau berbuat sendiri, karena sekarang mereka adalah satu kelompok yang berati mereka harus bekerja sama.


"Maafkan aku, karena bersikap ceroboh," ucap Ciel yang merasa kalau dia tidaklah bisa membela diri karena ini adalah murni kesalahannya.


Dari kejauhan terlihat para ketua dan wakil ketua dewan kesiswaan mengawasi semua anggotanya.


"Sepertinya sampai saat ini berjalan dengan baik ya,"


Ciel The Guide Of Destiny