Ciel The Guide Of Destiny

Ciel The Guide Of Destiny
Bab 40 Ciel The Guide Of Destiny End Season 1



Ur-Atum yang tidak mengerti konsep hubungan asrama, memutuskan untuk diam karena dia tidak ingin membuat seorang perempuan marah kepada dirinya karena membahas masalah yang kurang sopan contohnya asmara.


"Perasaan kepada Carlisle? Omong kosong apa itu?" ucap Wells dengan tawa yang kaku, tentu bagi orang mungkin setuju itu hanya omong kosong belaka tentang Wells, tapi dimata Ciel saat menatap Wells dengan dalam, dia cukup paham karakter orang yang sering berbohong dengan sangat mudah dengan tatapan mata palsu itu.


"Kamu sebenarnya menganggap dirimu kesialan bukan?" tanya Ciel dengan tajam ke arah Wells yang tidak mungkin paham dengan maksud Ciel katakan, mungkin Wells mencoba untuk tidak menjadi kandasnya hubungan orang lain karena dia selalu menjadi penyebab kehancuran atau penyebab kesialan dari sesuatu, tidak ada yang paham apa yang dipikirkan oleh Wells oleh mereka berdua.


Seorang perempuan yang masih ingin berjuang setelah mengalami banyak pengalaman buruk saja sudah menjadi hal keren jika di ceritakan, tapi tidak banyak juga yang akan menganggapnya sebagai perempuan kotor karena dia menjadi seorang budak, bekerja di pertambangan dan menjadi mainan para bangsawan. Wells menganggap dirinya beruntung karena dirinya dianggap sebagai seorang laki-laki sejak masih kecil yang berati dia masih memiliki kesempatan untuk mengangkat harga dirinya jika dia kembali ke atas. Wells begitu bodoh dalam hubungan percintaan walaupun dia sangat cerdas dalam berbagai bidang dan berbagai hal, kualifikasinya mungkin melebihi pewaris takhta atau pemimpin kerajaan saat ini.


"Aku tidak mengerti yang kamu bicarakan yang penting itu bukan urusanmu Ciel, dan tidak sopan untuk orang luar seperti dirimu tau urusanku," ucap Wells dengan kening yang terlipat dan tatapan mata yang dingin ke arah Ciel menurutnya perasaan saat ini tidak baik dilibatkan karena rencana yang besar telah direncanakan olehnya.


"Jadi maksudmu saat ini kamu sudah tidak ingin berurusan dengan akademi lagi bukan Wells? Tapi perlu kamu tau kalau saat ini surat akademi belum sampai ditanganku dan walaupun aku mendengarkan langsung darimu kalau kamu memundurkan diri itu tidak akan bernilai apa-apa,"


"Aku tau kamu yang memiliki dendam kepada mantan senior akademi, tapi kamu tidaklah sendiri jika ingin bertarung maksudku kalau kamu masih anggota akademi kami siap mengulurkan tangan untuk membantu dirimu," Sela Ur-Atum yang berusaha kembali ke topik pembicaraan antara keduanya, tapi sayangnya Wells hanya menggeleng pelan tidak setuju dengan perkataan dari Ur-Atum karena tidaklah layak orang yang telah membebankan banyak pihak sepertinya mengambil nyawa orang lain untuk dibayarkan atas kematian seorang laki-laki yang pernah membuat sebagian kisah hidupnya begitu berwarna. Akan terdengar egois jika hanya untuk dirinya yang menggunakan alasan tersebut.


"Hah..."


"Kalau begitu biarkan setidaknya aku yang bergabung dengan asosiasi yang kamu dirikan,"


"Karena kamu pasti membutuhkan partner bukan?" ucap Ur-Atum dengan tatapan yang begitu serius membuat keduanya terkejut karena orang seperti Ur-Atum ketika serius tentu tidak akan ada yang bisa menghentikannya


"Kalau aku berka-"


"Aku akan tetap berada di sini sampai kamu menyetujuinya dan Ciel juga akan ikut bukan? Karena ada adik perempuan yang harus dia sadarkan," sela Ur-Atum dengan tatapan dingin dan tajam tidak menerima penolakan sama sekali karena tidak pernah seorang pun menolak permintaan Ur-Atum dan dia tidak akan mendengarkan penolakan dari orang, terutama dari orang yang pernah bekerja di bawahnya.


Perkataan Ur-Atum ini hanya dijawab oleh kesunyian oleh Wells dia tidak setuju dan bukan berarti dia setuju, karena mengingatkan pada kenangan lamanya, Wells yang begitu lemah terhadap kisah lama itu tidak tau harus mengatakan apa tentang Ur-Atum yang memohon tanpa berekspresi itu. Tapi tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka memperlihatkan seorang pelayan laki-laki yang begitu setia kepada Wells masuk ke ruangan itu untuk memberikan laporan.


"Dan kepala pemimpin akademi yang lain memutuskan untuk langsung pulang ke akademinya karena merasa tidak ada hal yang harus mereka campuri lagi di tempat ini," ucap sang pelayan itu dengan hormat dan tatapan yang begitu lembut kepada Wells menurut Ciel yang memperhatikannya sejak awal pelayan itu masuk, tidak ada noda darah ataupun luka tergores membuktikan kalau pelayan di depannya adalah seorang yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan mereka yang berasal dari akademi terbaik dalam sihir dan pertarungan.


"Luc, tolong persiapkan kamar untuk mereka karena teman mereka terluka tidak sopan untuk kita mengusir mereka dan biarkan mereka melakukan apa pun di istana ini,"


"Beri tau kepada para pelayan untuk melayaninya dengan baik karena mereka adalah tamu,"


"Dan tolong sangat di ingatkan Luc, mereka bukan makanan, tapi tamu jadi jangan sembarangan memperlakukannya," ucap Wells dengan dingin dan pasrah karena tidak memiliki banyak pilihan apalagi setelah kejadian yang dilakukan pelayannya. Setelah mendengarkan ucapan dari nonanya dengan cepat pelayan itu menyiapkan permintaannya. Ciel dan Ur-Atum tidak banyak lagi berbicara dengan Wells karena merasa kalau Wells telah memenuhi kebutuhan mereka berdua, tentu ruangan itu menjadi sunyi sekejap sampai Well melihat jam sakunya dan beranjak berdiri.


"Baiklah, aku rasa juga sudah semuanya aku katakan apa yang ingin aku katakan jadi kalian tunggu saja sampai ada pelayan yang mengantar kalian berdua,"


"Aku masih harus mengerjakan dokumen yang ada di kantorku," ucap Wells dengan dingin meninggalkan kedua orang itu di ruangan yang besar itu di ikuti pelayan laki-laki yang bernama Luc yang selalu mengekori Wells ke mana pun dia pergi, Ciel yakin kalau hubungan pelayan itu dengan Wells tidak sesederhana itu dan mungkin saja pelayan itu orang yang patut untuk dicurigai oleh Ciel karena hanya tatapan lembut kepada Wells yang diberikan.


"Berhentilah untuk meneliti hubungan orang terlalu jauh Ciel, karena mungkin saja nantinya nyawa kita yang akan menjadi sasarannya," ucap Ur-Atum tentu akan menjadi nasehat penyelamatnya nanti karena orang yang begitu mengerikan bisa berada di samping Wells bukan tanpa alasan.


Tidak lama dari itu Ciel dan Ur-Atum di jemput oleh dua orang pelayan yang tidak mirip seperti manusia, karena keduanya memiliki tanduk seperti iblis yang membuat Ciel dan Ur-Atum yakin dengan ucapan terakhir Wells kepada pelayan itu bahwa dari pelayan di istana ini tidak ada yang normal dan nyawa mereka mungkin saja bisa berada dalam bahaya. Di sisi lain Wells sedang duduk minum teh dengan pelayannya di taman kaca.


"Kita harus tetap melakukannya, walaupun aku harus menggunakan hal yang terlarang,"


"Tenang saja semuanya telah sesuai berjalan dengan setengah rencana nona,"


Ciel The Guide Of Destiny End Season 1


Season 2 Ciel The Guide Of Destiny: Ertenal Dream