Ciel The Guide Of Destiny

Ciel The Guide Of Destiny
Bab 31 kalian pastinya akan sama



Ur-Atum yang merasa aura yang aneh dengan Wells langsung memberikan isyarat kepada seluruh orang yang masih bisa bertarung untuk waspada kepada Wells karena terlihat dengan jelas kalau dia sudah memiliki aura yang berbeda dan haus akan sesuatu, walaupun Wells terlihat seperti orang yang akan mengalami Magische Explosion.


"Wells, turunkan senjatamu," ucap Ur-Atum yang melihat Wells semakin dekat sambil berjalan mundur perlahan-lahan


"Ur-Atum, jangan bilang kalau sekarang kamu juga ingin mengucilkan atau menjauhi aku?"


"Aku pikir kita adalah teman," ucap Wells yang cukup membuat semua orang di sekitar menjadi kebingungan, entah apa yang membuat dirinya mengatakan itu tapi cukup menjelaskan kalau Wells sekarang sedang lepas kendali dari ucapan yang dikatakan oleh laki-laki bertopi itu.


"Ahahaha...."


"Aku sudah menduga kalau kalian pastinya akan sama dengan orang-orang seperti mereka meninggalkan aku," ucap Wells yang berjalan sambil menyeret sebuah pedang berlumuran darah ke arah Ur-Atum, disaat yang sama cm Wells secepat kilat menghunuskan pedangnya ke arah Ur-Atum namun berhasil ditangkis olehnya karena Ur-Atum memiliki mata yang tajam hingga bisa melihat pedang yang di hunuskan.


Ciel diam-diam berjalan ke arah belakang Wells untuk menghentikannya, tapi disadari rencananya oleh Wells langsung di serang dengan lemparan belati membuat Ciel terkejut dan berhasil menghindar walaupun wajahnya tergores. Bukan lawan mudah jika lawannya adalah Wells orang yang telah terlatih waspada dan peka terhadap segala situasi. Berbagai serangan di lancarkan oleh Ciel dan Ur-Atum tidak ada yang membuatnya terluka sedikitpun, Carlisle yang memiliki hati lemah dengan situasi dilarang untuk bisa bergabung ke dalam pertarungan.


Hanya menatap dan terduduk ke arah Wells untuk kedua kalinya dia seperti seseorang yang tidak berdaya, baik di masa lalu maupun di masa kini Carlisle merasa kalau ternyata Wells lah lebih banyak mengerti tentang Carlisle dibandingkan dirinya yang mengerti Wells. Hanya fakta-fakta yang diketahui oleh semua orang dia tau mengenai Wells, dia begitu sadar tentang kecilnya dirinya ingin mengetahui lebih tentang Wells.


"Jianying, apa kamu bisa menggunakan sihir penenang kepadaku?" ucap Carlisle sambil menatap serius ke arah Jianying yang sedang mengobati para korban yang dibuat oleh laki-laki bertopi, Jianying yang mendengarkan ucapan itu tiba-tiba menghentikan dirinya mengobati korban itu dengan tatapan kebingungan.


"Apa yang ingin kamu lakukan? kalau aku bisa memberikan sihir penenang kepadamu," ucap Jianying dengan tatapan tajam


"Tolong kamu lakukan saja, karena lelah jika aku hanya bisa diam disini,"


"Tidak melakukan apapun," ucap Carlisle dengan serius ke arah arah pertarungan, tentu ini akan menjadi pertimbangan bagi Jianying karena dia harus membantu atau tidak.


Ciel dan Ur-Atum terlihat terdesak untuk mengimbangi kemampuan Wells yang sebenarnya, tapi mereka harus tetap berjuang supaya nyawa mereka tidak menjadi pengorbanan yang lucu ditangan Wells. Jianying dengan berat hati mengangguk pelan setelah melihat kedua orang itu telah mengalami luka berat. Setelah hatinya merasa lebih tenang dan menerima situasi, dia memutuskan untuk masuk ke dalam pertarungan.


"KLANG... KLANG..."


Suara-suara rantai menghebohkan menyebabkan Wells berjalan ke arah Carlisle dan Wells di ikat dengan rantai-rantai itu. Wells berusaha memberontak namun dengan kemampuan Carlisle yang bisa mengendalikan rantai, dia berhasil menghentikan sedikit pergerakan Wells. Tapi itu hanya terjadi beberapa menit saja, karena beberapa menit kemudian Wells berhasil membuat rantai-rantai itu putus.


"Edelstein," ucap Wells yang menyerang ke arah Carlisle tapi langsung di hindari olehnya, Carlisle tidak berani menyakiti Wells karena dia adalah orang yang berharga untuk dia oleh karena itu dia memutuskan untuk bertahan. Sedangkan Ciel dan Ur-Atum bersiap untuk menyerang dari belakang.


"Kalian semua tidak akan pernah mengerti aku sampai saat ini, kalian hanya menginginkan keuntungan dariku," ucapan-ucapan yang tidak jelas dilontarkan oleh Wells entah apa maksudnya namun sekarang keadaan yang dialami oleh ketiga orang yang bertarung itu terlihat lelah.


"Wells, sadarlah aku selalu berada di sisimu tidak mungkin aku berkhianat kepadamu," ucap Carlisle dengan lantang walaupun tidak mengerti apa yang di permasalahkan oleh Wells tapi Wells malah memberikan serangan kepada Carlisle tanpa aba-aba. Karena semua ucapan dari mereka hanya omong kosong saat ini dimata Wells, setelah banyak yang dialaminya pada saat dia menjadi seorang budak.


Ciel dan Ur-Atum yang diam-diam menyiapkan sebuah rencana, sia-sia karena Wells selalu peka terhadap sekitarnya langsung menyerang keduanya untuk memisahkan keduanya.


"Disini berantakan sekali,"


"Sepertinya Nona muda mengamuk lagi ya,"


"Saya pikir nona akan pulang cepat ternyata malah nona sedang berulah," ucap seorang laki-laki yang berjalan ke arah Wells


"Dan tuan El anda kenapa tidak menghentikan nona?" ucap laki-laki itu menoleh sebentar ke arah El


"Kamu tau sendiri kalau aku ikut campur, dia yang akan membunuhku," ucap El sambil tersenyum tanpa perasaan dosa, dan hanya dengan jentikan jari dari laki-laki tersebut Wells langsung pingsan membuat semua orang terkejut


"Kalian tenang saja, saya hanya menggunakan sihir untuk membuat nona tertidur,"


"Dan El nanti jangan lupa datang untuk memberikan penjelasan kepadaku," ucap laki-laki itu dengan tatapan tajam ke arah El hingga membuat El merinding, tidak lama dari itu laki-laki itu pergi membawa Wells meninggalkan semua orang di sana.


Setelah punggung laki-laki yang membawa Wells hilang, semua orang di sana langsung menatap tajam dan kesal ke arah El yang diam di pojokan. Karena dia memiliki kemampuan sebanding tapi tidak menggunakan kemampuannya untuk menolong dan fakta baru diketahui oleh semua orang di sana bahwa ternyata El mengenal Wells dengan baik bahkan melebihi Carlisle.


"El Sharawiy, kamu memiliki hutang penjelasan kepada kami semua dan juga sepertinya aku terlalu membebaskan dirimu," ucap Ur-Atum dengan tatapan dingin dan aura yang menekan membuatnya terlihat menyeramkan tapi tidak berlaku untuk El yang memiliki sihir lebih tinggi dibandingkan Ur-Atum.


"Karena kejadiannya sudah seperti ini aku rasa Wells tidak akan kembali lagi ke akademi," ucap El dengan senyuman santainya membuat Ur-Atum dan yang lain terkejut


"Apa maksudmu El?" tanya Carlisle yang berjalan dengan tangan terkepal dan kesal ke arah El, El tentu saja tau alasannya dan alasan itu entah ada yang menyadarinya atau tidak, tapi sebelum dia mengatakan alasannya, alasan tersebut langsung dijawab oleh Ciel yang selama ini telah curiga akan tetapi pada saat itu dia tidak memiliki bukti yang cukup.


"Itu karena dia seorang perempuan bukan pada aslinya?"


Ciel The Guide Of Destiny