
Ur-Atum dan yang lain memutuskan untuk menunda penjelasan dari El karena mungkin akan sangat panjang dan mereka saat ini harus mengurus masalah yang telah di sebabkan oleh kedua orang. Para siswa-siswi yang masih bisa berjalan atau hanya terkena pula ringan diminta untuk membantu para siswa-siswi yang terluka berat atau pingsan.
Setelah keadaan sudah lebih baik El diminta hadir ke dalam pertemuan besar yang dihadiri oleh ketua dan wakil ketua dewan kesiswaan karena para siswa-siswi yang terluka melibatkan akademi lain. Ciel dan Carlisle di izinkan untuk mengikuti rapat besar itu atas kontribusinya dalam membantu dan karena Carlisle adalah teman masa kecil Wells. Di dalam rapat besar itu tatapan tajam dan aura yang marah terasa begitu jelas dirasakan oleh El tapi dia berusaha untuk tetap tenang.
"Baiklah tolong penjelasannya dengan jelas El? Kami harap kamu ingin memberikan penjelasan yang dapat kami semua terima," ucap laki-laki berambut perak dengan serius
"Aku juga berharap kalian ingin merahasiakan semua yang aku katakan karena ini adalah alasanku, oleh karena itu tolong tanda tangan di kertas ini,"
"Maka aku akan memberikan penjelasan lengkap mengenai Wells," ucap El yang memunculkan sebuah kertas kontrak dengan sihirnya dan memberikan kepada setiap orang yang berada di dalam ruangan itu. Tentu saja hal ini langsung ditandatangani oleh beberapa orang dan yang lain sedang membaca isi dari kontrak itu supaya mereka merasa kalau tidak ada kecurangan atau hal licik di dalam isi kontrak, setelah semuanya aman mereka menandatanganinya.
Dan di ceritakanlah sebuah kisah berlanjut tentang seorang anak laki-laki yang bertahan hidup di tengah dunia yang kejam.
Pada zaman dahulu dikisahkan di dalam sebuah keluarga bangsawan kecil memiliki seorang anak anak perempuan, karena orang tuanya adalah pedagang dan memiliki banyak musuh maka anak perempuan tersebut diminta oleh kedua orang tuanya untuk berpakaian dan bersikap seperti seorang laki-laki. Sampai pada suatu hari keluarga hancur karena tuduhan penggelapan atau melakukan pemberontakan kepada keluarga kerajaan. Hal ini menyebabkan orang tua anak perempuan itu meninggal dunia dan meninggalkan anak itu sendirian.
Kisah paling pahit dan menyedihkan anak itu dimulai, anak perempuan itu di jadikan budak dan di lelang oleh para bangsawan yang merupakan musuh dari orang tuanya. Memang menyedihkan tapi inilah kisah anak perempuan itu, hingga akhirnya dia dibantu oleh seorang laki-laki yang jatuh hati kepada kemampuannya bertahan hidup dan ambisi anak perempuan itu.
Dia adalah raja iblis yang sekarang menjadi pelayan setia sekaligus orang yang paling dapat diandalkan oleh perempuan itu. Di hancurkannya keluarga bangsawan yang telah memperlakukan perempuan itu sangat buruk dalam waktu satu malam dan di saat yang bersamaan juga dia membentuk sebuah asosiasi Goldhandler, asosiasi perdagangan yang menjadi besar dalam waktu dua setengah tahun. Serasa dirinya sudah cukup berpengaruh dan berkuasa, sang gadis memutuskan untuk masuk ke dalam akademi dengan identitas lamanya yaitu putra keluarga bangsawan yang telah hancur karena impian orang tuanya yang ingin dia masuk ke akademi.
"Sisa ceritanya mirip seperti yang kalian lihat saat ini,"
"Wells saat ini adalah atasanku karena suatu kontrak tentu saja aku terikat dengannya,"
"Dan oleh sebab itu juga aku tau kisah Wells," ucap El sambil tersenyum, namun ternyata jawabannya tidak membuat ketua dan wakil ketua dewan kesiswaan serta Ciel, puas karena masih ada pertanyaan yang belum terjawab.
"Wells, aku ingin bertanya sesuatu karena aku merasa ada hal yang belum kamu katakan kepada kami semua,"
"Yaitu mengenai hubungan Wells dengan Nalendra dan mengenai kenapa dia tidak mengalami Magische Explosion?" ucap Ciel membuat kening El sedikit mengerut sebentar kemudian kembali seperti semula.
"Ah, aku pikir dengan kisah tadi mampu membuat kalian berhenti bertanya sepertinya kalian semakin ingin mengetahui kisahnya lebih jauh ya,"
"Dan tenang saja,*
"Aku akan pergi bersama kalian supaya di izinkan masuk," ucap El dengan senyuman, Ciel dan yang lain mengangguk setuju karena mereka percaya dengan El yang menjanjikan dan mereka berencana akan berangkat besok pagi sebab tempat tinggal Wells berada di negara sebelah menurut El. Banyak hal yang harus mereka persiapkan dalam perjalanan berat kali ini. Ciel merasa kalau kunci dari jawaban semua hal yang telah terjadi dan mungkin informasi mengenai adiknya hanya ada di Wells, entah seperti apa nanti perjalanan ini tapi di sisi lain asosiasi Goldhandler gadis tersebut baru bangun dari tidurnya.
"Nona, bagaimana perasaan anda?" ucap sang pelayan yang merupakan raja iblis dengan tatapan dinginnya sambil membawa nampan yang berisi makanan ke arah Wells
"Aku sudah lebih baik, terima kasih karena telah datang kalau tidak mungkin aku akan menghancurkan perdamaian tiga belas akademi," ucap Wells dengan senyuman pahit menatap cangkir teh yang di seduh oleh pelayannya, banyaknya perbuatan kotor yang dia lakukan tentu terlihat kalau dia bukan orang yang peduli tapi sebenarnya dia selalu menangis setiap kali mengingat kejadian yang dia lakukan, karena pada dasarnya hati seorang perempuan sangat lemah dan harus kuat karena keadaan tidak peduli benar atau salah.
"Nona, saya akan selalu berada di sisi nona,"
"Jangan terlalu mempedulikan perkataan orang-orang dan jika anda masih merasa sakit karena laki-laki itu biarkan saya yang membunuhnya," ucap sang pelayan yang mencium punggung tangan milik sang nona, hanya di jawab dengan gelengan kepala pelan karena tidak ingin menyakiti orang yang pernah bersinggah di hatinya.
Tidak lama kemudian pintu terbuka lebar dan menampakkan dua orang laki-laki dan satu orang perempuan memasuki ruangan besar itu.
"Nona, kami datang untuk memberikan penghormatan karena kami dengar kalau anda telah sadar,"
"Nona, siapa yang bisa membuat anda mengamuk? Saya akan membawa mereka ke ambang kematian perlahan-lahan,"
"Nona, jangan katakan kalau laki-laki bertunangan itu membuat ulah kepada nona lagi?"
Ucapan ketiga orang itu membuat pelayan laki-laki itu mengusir ketiganya karena mengganggu proses penyembuhan nona mudanya. Tidak ada yang mengetahui kenapa sesosok raja iblis ingin berada di sisi manusia yang tidak memiliki umur yang panjang, tapi perasaan sakit dan sesak dirasakan olehnya ketika mendengarkan dua ucapan dari ketiga orang itu, mungkinkah sang raja iblis memiliki sakit ataukah hanya perasaannya saja yang merasakan sakit tapi dia merasa kalau dia hanya ingin menyimpan sang nona untuk dirinya sendiri.
"Inikah perasaan obsesi kepada seseorang?"
Ciel The Guide Of Destiny