
Hari kenaikan kelas semakin dekat, semua siswa-siswi belajar dengan penuh tekanan karena mereka akan mengikuti ujian dan jika mereka tidak lolos dalam ujian. Pembicaraan yang setiap tahunnya selalu menghebohkan mengenai ujian kenaikan kelas yang sulit dan rumor banyak sekali siswa-siswi yang dikeluarkan karena ketahuan dalam mencontek ataupun menjual soal ke siswa lain.
Tidak ada satupun siswa yang berhasil lolos dari tangkapan para guru di akademi dalam mencontek. Masih menjadi misteri seluruh siswa-siswi bagaimana guru bisa mengetahuinya dengan cepat. Ciel dan teman-temannya memutuskan untuk menggunakan ruangan khusus yang berada di perpustakaan milik Studentenrat. Karena di sana dia dan teman-temannya bisa fokus dalam mengerjakan ujian itu anggapan dari mereka.
"Ciel, kamu mengerti materi rumus menyusun formasi sihir?" tanya Solahudin sambil membalik-balikan lembaran buku tulis
"Aku tidak terlalu mengerti sih, karena itu juga sedikit sulit,"
"Listina, kamu paham?" tanya Ciel yang menghentikan gerakan tangannya kemudian menoleh ke arah Listina yang sedang asik menulis sendiri di atas kertas
"Humm... kurang lebih aku mengerti, tapi karena ini menggunakan mana sihir tentu saja sulit untuk mempraktekkan tanpa artefak sihir," ucap Listina tanpa menghentikan gerakan tangan yang berada di atas kertas
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dan terdengar langkah kaki beberapa orang berjalan masuk ke dalam ruangan itu.
"Kalian begitu rajin belajar ya, aku jadi ingin ikut menjadi rajin," ucap Jianying sambil berjalan ke arah meja kosong yang tidak jauh dengan meja Ciel dan teman-temannya berada di ikuti oleh anggota Studentenrat yang lain.
"Kalian tidak mengerti materi mana di formasi sihir?"
"Biar aku yang mengajari kalian bertiga,"
"Tapi tentu saja kalian harus menandatangani surat ini dulu," ucap Wells sambil mendekat menyerahkan sebuah surat ke arah Ciel dan yang lain dengan senyuman lembut
"Wells, jangan kamu tawarkan yang aneh-aneh," ucap Carlisle sambil menarik kerah pakaian milik Wells untuk menjauhi Ciel dan yang lain. Siapapun juga tau kalau ini adalah keuntungan bagi mereka yang memiliki pekerjaan pedagang sejak kecil tidak terkecuali Wells Sadawira Vil.
Alasannya masuk ke Studentenrat tidak lain karena dia ingin terbebas dari hukum para siswa-siswi akademi biasa dan peluang dalam meluaskan wilayah bisnis di akademi. Awalnya tentu saja dia tidak di terima oleh para dewan kesiswaan Studentenrat tahun sebelumnya tapi karena Wells menjanjikan banyak hal yang bisa menguntungkan akademi, tentu saja tidak ada yang menolak tawaran yang begitu menggiurkan.
Selama dia berada di Studentenrat tidak ada yang bisa membuat dia berhenti meluaskan bisnisnya di dalam akademi. Carlisle yang merupakan teman masa kecil Wells tidak bisa juga ikut campur dalam urusan yang dimilikinya karena dia pernah menyakiti Wells sewaktu kecil membuat dirinya harus menjadi orang yang tau diri dan menjaga batasannya.
Di dalam ruangan khusus, Ciel dan yang lainnya saling membantu sama lain, terkadang juga di bantu oleh seniornya dalam mengerjakan soal-soal yang tidak di pahami hingga sore hari tiba, sebagian dari mereka kembali ke asrama atau mansion pribadi dan sebagiannya memutuskan untuk melakukan patroli sore ke malam sesuai dengan jadwal yang telah di sepakati bersama di peraturan baru yang mereka buat.
Ciel, Wells dan Carlisle kali ini adalah orang yang telah di jadwalkan untuk melakukan patroli setelah siswa-siswi pulang, mereka memutuskan untuk langsung memulai kegiatan patroli tanpa pulang ke mansion atau asrama.
Mereka bertiga memutuskan untuk berkeliling dimulai dari perpustakaan ini dengan menggunakan sihir anti lacak atau deteksi. Karena mereka yakin kalau para penyusup tidak akan terang-terangan masuk ke akademi jadinya sihir itulah yang paling tepat untuk mereka gunakan.
"Aku belum terpikirkan karena banyak kelas ternyata di akademi ini, jadinya sulit untukku membuat keputusan yang tepat dan juga masih banyak waktu sampai kenaikan kelas tiba,"
"Jadi aku memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan masalah ini," ucap Ciel sambil menatap langit yang sudah berwarna jingga menampakkan bahwa matahari semakin dekat dengan tenggelam
"Alangkah baiknya kalau kamu memilihnya dari jauh-jauh hari supaya kamu bisa menyiapkan diri untuk menyesuaikan kelas yang akan kamu ambil,"
"Tidak semua guru atau profesor akan sabar mengajarkan dirimu dari hal dasar,"
"Mereka akan langsung memulai pembelajaran yang seharusnya mereka mulai sesuai dengan kebutuhan kelas yang mereka ajarkan," sambung Carlisle tanpa menatap ke arah Ciel ataupun Wells dalam berbicara, namun pendapat yang di berikan oleh Carlisle patut menjadi pertimbangan oleh Ciel.
Mereka sampai pada akhirnya tempat terakhir berkeliling yaitu di dekat hutan belakang akademi, melihat suasana yang begitu sepi membuat mereka bertiga waspada. Yang benar saja dugaan mereka benar, terdapat tiga orang siswa yang sedang melakukan jual beli amplop. Entah apa isi amplop yang mereka jual tapi itu membuat Carlisle menggunakan sihirnya merantai ketiga siswa itu.
"Kalian sudah tertangkap, jangan berharap hukuman kalian akan diringankan karena berada di akademi di jam seperti ini dan tidak ada yang melaporkan kalau ada yang melakukan kegiatan jam tambahan," ucap Carlisle dengan lantang, tegas dan tatapan tajam ke arah ketiga siswa yang terikat oleh rantai sihir
Ucapan seorang ketua dewan kedisiplinan,membuat ketiga orang yang terikat itu mengurungkan niat untuk memberontak. Tidak ada satupun siswa-siswi yang bodoh memutuskan bertarung dengan seorang yang memiliki kekuatan menghancurkan setengah wilayah kerajaan ini.
Untuk meminta keterangan orang yang mencurigakan, Ciel dan yang lainnya menyeret ketiga orang itu dengan masing-masing satu orang membawa ke ruangan dewan kesiswaan. Sesampainya di sana mereka bertiga akan di introgasi langsung oleh ketiganya.
"Jadi, kalian bilang kalian bertransaksi soal ujian? Untuk mendapatkan niali yang bagus?" ucap Carlisle dengan dahi yang terlipat dan tatapan dingin ke arah ketiga orang yang terikat dijawab dengan anggukan oleh ketiganya. Tentu saja Carlisle langsung akan marah walaupun mendengarkan kejujuran atas perbuatan kotor yang mereka lakukan.
"Aku tidak menyangka kalian masih menggunakan cara seperti ini untuk lolos ujian,"
"Apa kalian tidak berpikir kalau sekarang setiap menitnya soal yang belum di jawab akan diganti dengan soal lain? Sekarang semua kertas menggunakan kertas sihir jadi soal setiap meja akan berbeda,"
"Apalagi jika kalian memilih untuk mencontek, kalian bisa langsung dikeluarkan di akademi," ucap Wells dengan seringaian mengejek ke arah ketiga orang yang terikat dengan rantai
Setelah ucapan Wells ketiganya mendapatkan hukuman membersihkan seluruh sekolah tanpa menggunakan sihir selama satu bulan penuh tapi jika ketiganya ketahuan menggunakan sihir maka mereka akan diberikan hukuman yang berat. Beberapa hari kemudian, saat-saat yang menegangkan dan ditunggu telah dimulai...
"Aku harap bisa berhasil melalui kenaikan kelas ini,"
Ciel The Guide Of Destiny