Ciel The Guide Of Destiny

Ciel The Guide Of Destiny
Bab 35 Ur-Atum teman lamaku



Kisah yang telah lama ditutupi untuk kepentingan reputasi akademi dan keamanan akademi tentu saja tidak akan banyak orang yang mengetahuinya, apalagi jika kisah tiga orang itu memiliki hubungan dunia yang saat ini mereka jalani. Dan kisah itu telah tertutup debu sangat lama bahkan hingga pihak akademi menganggap itu adalah sejarah kelam akademi. Ur-Atum yang pernah ikut dalam kekacauan beberapa tahun lalu tentu akan terdiam melihat lukisan tiga orang yang begitu dekat dan memiliki hubungan yang baik.


"Kita hentikan ini dan kembali ke akademi," ucap Ur-Atum tentu membuat semua orang tidak terima terutama Carlisle dan Ciel yang benar-benar tidak paham mengenai pikiran yang dimiliki Ur-Atum saat ini. Terlihat sekali raut wajah yang disembunyikan olehnya tidak bisa di sembunyikan.


"Ur-Atum, sepertinya kamu juga berhutang kisah kepada kami semua tentang yang apa yang terjadi? Dan apa alasannya kita harus berhenti di tengah jalan seperti ini?" ucap Ciel dengan tatapan tajam ke arah Ur-Atum, membuat dia ingat sosok gadis yang membanting cangkir teh ke mukanya karena tidak suka dengan ucapannya, padahal kalau di ingat sudah lama sekali dia melupakan kisah itu


"Kalau kamu tidak ingin memberitahu kami maka kami yang akan nekad untuk datang ke hadapan Wells untuk meminta penjelasan langsung walaupun kami harus datang dengan paksaan," ucap Jianying dengan tatapan dingin menatap atasannya yang menyembunyikan sesuatu tentu saja Jianying tidak tau kisah masa lalu karena dia baru masuk akademi dua tahun yang lalu dan kemudian di angkat oleh kepala akademi langsung.


Ciel dan Jianying yang menunjukkan taringnya di depan orang yang paling ditakuti oleh semua orang tentu saja merasa kalau dirinya sekarang hanyalah orang yang pengecut karena lari dari masa lalu


"Aku akan menjelaskan masalah ini besok kepada kalian," ucap Ur-Atum dengan helaan nafas panjang namun mereka yang telah terkuras tenaga karena di ulur terus-menerus oleh waktu tentu saja tidak setuju dengan ide tersebut terutama bawahannya yang sudah berani menatap tajam ke arah laki-laki itu, hanya dijawab dengan diam.


Ur-Atum tidak ingin bertarung ataupun mengangkat kisah yang telah lama terkubur. Memutuskan untuk berjalan keluar dari ruangan itu dalam diam diikuti oleh mereka karena mereka berpikir mungkin saja Ur-Atum tidak bisa menceritakan dibawah tanah di depan orang yang dia kenal.


Siapa yang menyangka ketika mereka keluar dari ruangan sampai keluar dari bangunan tua itu ternyata ada sesosok laki-laki dengan pakaian pelayan rapi terlihat berdiri menunggu mereka semua keluar dari bangunan itu.


Ciel dan yang lainnya dengan sigap waspada dengan situasi kecuali Ur-Atum dia menatap antara perasaan kasihan atau perasaan sedih tidak ada yang bisa menebak seperti apa rumitnya hubungan mereka di masa lalu. Walaupun Ciel sendiri ingin mengetahui kebenaran yang dimiliki oleh Ur-Atum karena perasaan ingin tau tapi dia mengetahui kalau saat ini bukanlah harus melewati batasan pembicaraan yang seharusnya.


"Hummm... Aku tidak menyangka di sini akan ramai,"


"Sampai-sampai tiga belas dewan kesiswaan hadir hanya untuk melihat makam pangeran yang telah lama dilupakan atau aku bilang,"


"Dia adalah pangeran yang mati atas ketidakadilan oleh para penyihir yang mengalami Magische Explosion,"


"Betapa menyedihkan bukan menganggap mereka tidak bersalah dan melimpahkan semuanya kepada seorang mayat yang telah lama kehilangan jiwa,"


"Tidak ada hukum keadilan untuk orang-orang seperti mereka," ucap laki-laki berpakaian pelayan dengan jentikkan jarinya berhasil menggandakan dirinya. Terlihat ada jumlah yang setara dengan jumlah mereka yang saat ini berada di mansion, serangan beruntut di kerahkan oleh laki-laki berpakaian pelayan itu ke arah belakang Ur-Atum.


Anehnya pelayan itu tidak menyerang Ur-Atum yang mengenal pelayan itu, tentu saja ini membuar Ur-Atum berpikir apa yang diinginkan oleh laki-laki berpakaian pelayan ini. Ciel dan yang lainnya berusaha bertahan dengan serangan beruntut yang dilancarkan walaupun itu sangat sulit dilakukan oleh mereka untuk bertahan.


"Saatnya kita membuat kesepakatan, Ur-Atum teman lamaku,"


"Tenang saja kesepakatannya mudah, cukup kamu tinggalkan mereka semua dan bergabung dengan kami,"


"Tuan putri sangat tertarik dengan dirimu, yang artinya kamu memiliki potensi lebih untuk berkembang oleh karena itu jika kamu ingin aku menghentikan serangan ini walaupun ini terkesan sedikit memaksa tapi aku akan melakukan apa pun untuk mengabulkan keinginannya," ucap pelayan itu dengan tatapan dingin tanpa ada perasaan bersalah ataupun perasaan khawatir dengan orang-orang yang diserangnya, entah kah mereka akan terluka atau bahkan mati yang dipedulikannya hanyalah negosiasinya berjalan dengan lancar.


Tiba-tiba sebuah rantai-rantai mengikat erat penggandaan diri milik laki-laki pelayan itu, aliran sihir yang berbeda datang membuat mereka semua terkejut tapi juga lega karena musuh mereka telah berhasil di rantai yang berarti mereka hanya perlu menghilangkannya saja.


"Bindemittel," Sebuah rantai dengan sebuah tengkorak yang mengikat laki-laki berpakaian pelayan itu muncul hanya dengan ucapan tersebut, membuat laki-laki berpakaian pelayan itu menyeringai ke arah sosok yang mungkin terlihat tidak asing untuknya.


"Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan dirimu El, tidak perlu sampai menggunakan jubah untuk menutupi identitas bukan? Atau jangan-jangan anggota dewan kesiswaan tidak mengetahui kamu adalah seorang pembimbing takdir dan kamu takut kalau mereka tau mereka akan mengucilkan dirimu?" ucap laki-laki berpakaian pelayan itu dengan cukup lantang mampu membuat semua orang yang berada di sana terkejut bagaimana tidak El merupakan orang yang memiliki banyak peran di dalam pekerjaannya. Ciel tidak menyangka orang yang sering tidak terlihat serius dalam melakukan apa pun adalah orang yang melebihi dirinya tapi walaupun begitu Ciel tidak pernah membenci orang yang dengan tulus pernah membantunya malahan dirinya ikut membantu mengikat seperti yang El lakukan biarpun dirinya hanya bisa menggunakan sihir dasar untuk mengikat laki-laki pelayan itu. Karena yang dilakukan oleh Ciel membuat El menjadi percaya kalau Ciel berada di pihaknya karena dia membantunya, Ur-Atum sendiri sedang berada di pertimbangan yang berat.


Karena tidak bisa menyembunyikan identitasnya lagi dan merasa kalau sekarang tidak berada dipihak mana pun membuat dirinya melepaskan tudung dari jubah itu. Menapakkan senyuman yang seperti pernah mereka lihat sebelum hal ini terjadi tapi senyuman ini terlihat lebih tulus dibandingkan dengan semua senyuman yang pernah ditunjukkan.


"Aku hanya ingin mencoba menjadi misterius di hadapan mereka tapi karena sudah ketahuan apa boleh buat,"


"Dan aku kesini karena permintaan atasanku untuk menggorok lehermu itu,"


Ciel The Guide Of Destiny