
Ciel yang mendadak pingsan setelah di temukan dan Carlisle yang menyerang ke sana kemari dengan rantai-rantai api gelap. Membuat para dewan kesiswaan Studentenrat menjadi kesulitan, walaupun peringkat pertama diduduki oleh Ur-Atum dalam dunia sihir namun tetap tidak mudah untuk mereka menghadapi Magische Explosion.
"Ur-Atum, apa yang akan kita lakukan sekarang? Ciel sekarang sedang pingsan,"
"Apakah tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengalahkannya?" tanya Jianying dengan menahan rasa sakit terkena serangan
Wells dan yang lain terluka parah dalam menghadapi Carlisle hingga menyisakan Ur-Atum dan Jianying di garis depan perlawanan. Tiba-tiba sesosok laki-laki bertudung muncul membawa tongkat yang tidak jauh berbeda dengan tongkat milik Ciel, yang membuat mereka berbeda hanya tongkat milik laki-laki bertudung itu berbentuk sabit dengan permata Sapphire dan jam pasir kecil menggantung di rantai-rantai tongkat.
"Humm... Sepertinya para dewan kesiswaan tidak bisa membuat anak laki-laki ini kembali ya,"
Ucapan yang di ucap oleh laki-laki bertudung itu sontak membuat Ur-Atum dan Jianying menodongkan senjata dengan waspada ke arah laki-laki yang berdiri di atas puing-puing bangunan yang tinggi.
"Tenanglah, aku bukan berasal dari organisasi Nalendra dan aku juga tidak tertarik bergabung ke sana seperti aku kurang kerjaan saja,"
"Aku tidak memihak pihak manapun yang aku lakukan hanya ingin menyelamatkan nyawa orang yang terkena Magische Explosion," ucap laki-laki bertudung itu dengan senyuman tipis
Pilihan ini adalah pilihan yang sangat berat untuk Ur-Atum karena dia tidak mengetahui identitas laki-laki yang ada di depannya, kemudian apakah dia benar-benar tulus ingin menolong orang yang terkena Magische Explosion? Namun karena keadaan mendesak Ur-Atum mengurungkan dirinya untuk bertanya dan mengangguk setuju.
Apabila dia melanjutkan pemikirannya, mungkin nyawa Carlisle akan hilang, oleh karena itu dia mengambil keputusan langsung tanpa berpikir dua kali. Setelah itu laki-laki bertudung itu menggunakan sihirnya untuk memunculkan sebuah ruang melalui air.
Berbeda dengan Ciel yang memanfaatkan media perpustakaan, laki-laki bertudung ini memanfaatkan media air untuk meluruskan benang merah milik Carlisle.
Setibanya laki-laki bertudung itu, dia bertemu dengan jiwa Ciel yang sudah kelelahan bertarung dengan laki-laki yang dirantai namun bisa bergerak bebas. Saling jual beli serangan terjadi diantara mereka, tidak ada satupun yang menyerah karena masing-masing memiliki ambisi yang kuat. Akan tetapi laki-laki bertudung yang melihat itu hanya dengan jentikan jarinya mampu membuat laki-laki yang di rantai itu terpental jauh.
Akibat dari serangannya, Ciel langsung waspada ke arahnya.
"Aku tidak tertarik untuk bertarung dengan anak kecil yang masih bau kencur,"
"Kekuatanmu sama sekali tidak membuatku bersemangat ataupun serius untuk melawan,"
"Dan aku kesini hanya untuk mengambil kembali isi hati gelap Carlisle Fane Gaines,"
"Karena itu adalah tugasku sebagai pembimbing takdir," ucap laki-laki bertudung itu yang kemudian memunculkan riak-riak air di permukaan di sekitarnya. Roda-roda gerigi jam terlihat di atas riak-riak air itu dengan suara berdetik jarum jam yang terus-menerus bergerak.
Ciel yang melihat di bawah kakinya ada roda-roda jam berputar terkejut karena ini pertama kalinya dia melihat hal semacam ini selain dirinya. Tidak lama setelah itu, roda-roda jam menghilang yang artinya perbaikan takdirnya selesai.
"Kalau begitu saatnya menghabisi dirimu," ucap laki-laki bertudung itu sambil mengarahkan tongkatnya ke arah laki-laki berantai itu. Akan tetapi sebelum laki-laki bertudung itu menyerang dia di serang dengan rantai-rantai yang dikerahkan oleh laki-laki rantai.
"Kamu yang di sana,"
"Kamu bisa membawa jiwa asli Carlisle ke tempat yang aman, karena pada dasarnya yang aku hadapi hanyalah manifestasi dari beban atau masalah yang di hadapinya selama ini,"
"Mananya yang memiliki pikiran akibat masalah yang di pendam di dalam dirinya, mengambil dirinya versi masa lalu karena dia di masa lalu lebih kuat dibandingkan dengan sekarang oleh karena itu dia ingin langsung menghancurkan yang asli,"
Mendengarkan ucapan dari laki-laki bertudung, membuat Ciel terkejut dan tidak percaya kalau ternyata ada hal semacam itu. Dia tidak percaya kalau ada mana yang berada di dalam tubuh bisa memiliki pemikiran, namun tidak masuk akal juga kalau masa lalunya Carlisle muncul dihadapannya sedang hanya satu jiwalah yang bereinkarnasi.
Dengan tangan yang terkepal dia, Ciel membuat keputusan yang berat yaitu membawa jiwa asli untuk menjauhi pertempuran ini dan menonton dari jarak jauh. Serangan di serangan yang kuat di lontarkan keduanya seperti seimbang namun pada kenyataannya lawannya laki-laki bertudung itu kewalahan menghadapi orang yang lebih kuat dengannya.
Ditambah lagi, dia telah bertarung dengan Ciel sebelumnya membuat mananya banyak terkuras. Melihat adanya kesempatan, dengan cepat laki-laki bertudung itu menghentak tongkatnya ke lantai membuat riak-riak air terlihat dan menarik laki-laki yang dirantai itu perlahan-lahan masuk ke dalam riak-riak air.
Laki-laki yang di rantai itu berusaha semaksimal mungkin memberontak. Akan tetapi kepalanya di penggal langsung tanpa belas kasihan atau ampun dari laki-laki bertudung dengan menggunakan tongkat sabitnya itu. Pertarungan selesai begitu juga yang ada di luar karena Magische Explosion adalah sosok jiwa yang dikendalikan di dalam.
Laki-laki bertudung itu kemudian pergi entah kemana melewati riak-riak air itu, meninggalkan jiwa Ciel dan Carlisle. Ciel merasa tidak bisa menolong teman-temannya merasa kalau dirinya tidak berguna. Ciel memutuskan untuk latihan dan belajar terus-menerus mengenai Magische Explosion setelah liburan mereka selesai.
Rekan-rekannya yang melihat Ciel begitu serius bahkan tidak bisa diganggu merasa khawatir dengan keadaannya sampai pada akhirnya Ciel jatuh sakit dan tidak bisa bangun dari tempat tidur, barulah teman-temannya mengunjunginya karena setelah sekian lama dia bisa berbicara dengan Ciel yang selalu kabur setelah kelas selesai.
"Jadi Ciel bisakah kamu menjelaskan kepada kami, kenapa kamu begitu keras kepada dirimu sendiri dan bahkan menghindari kami?"
"Apa kamu membenci kami?" ucap Ur-Atum yang duduk tidak jauh dari Ciel terbaring
"Sebelum menjawab pertanyaan Ur-Atum, aku ingin mengatakan terima kasih kepadamu Ciel karena telah menolongku," ucap Carlisle dengan kaku
"Bukan aku yang menolong dirimu karena aku tidaklah cukup kuat untuk menolong dirimu," ucap Ciel dengan tangan terkepal karena kesal kepada dirinya sendiri namun satu jawaban itu membuat semua pertanyaan mereka terjawab karena Ciel ingin berkembang sekuat laki-laki bertudung itu.
Ur-Atum, yang menyadari hal itu dengan senyuman tipis ke arah Ciel.
"Jika kamu ingin menjadi yang terkuat itu tidak masalah tapi semuanya harus pelan-pelan,"
Ciel The Guide Of Destiny