Ciel The Guide Of Destiny

Ciel The Guide Of Destiny
Bab 29 Rencana akademi



Baru satu hari mereka habiskan waktu mereka di hutan tapi bahaya telah menemui mereka terus-menerus tanpa ada pemberhentian atau istirahat sama sekali. Semakin mereka masuk ke dalam hutan semakin banyak monster atau makhluk yang tidak mereka ketahui jenisnya atau kelemahan dari monster itu sendiri, satu beban dalam perjalanan mereka telah hilang, namun kini giliran mereka untuk beristirahat ataupun bernafas hampir tidak ada.


Situasi hidup dan mati di hadapan mereka, tapi sekarang itu bukanlah masalah bagi mereka jika mereka bisa menemukan teman-teman mereka yang diculik. Hari mulai memasuki malam hari kembali, Ciel dan teman-temannya memutuskan untuk kembali berkemah dan menghentikan pencarian sementara.


"Kapan kita akan melakukan penyerangan? Rasanya sedikit membosankan kalau diam seperti ini," ucap seorang laki-laki yang bertudung dan berada di atas pohon mengawasi Ciel, namun terdengar oleh Ele yang memiliki pendengaran yang tajam secepat mungkin panah itu dilancarkan ke arahnya


Tapi tiba-tiba serangan itu masuk ke lobang yang diyakini itu adalah kemampuan ruang apapun yang masuk ke ruangan itu semua serangan akan terhenti kecuali mereka membukanya kembali dan di keluarkan kembali serangan itu


"Formasi,"


"Jangan biarkan mereka bisa lolos, karena mungkin saja dia adalah orang yang menculik setiap siswa akademi," ucap Diva dengan lantang sambil mengarahkan senjatanya ke arah laki-laki bertudung misterius itu tapi selalu berhasil menghindar dari serangan itu


Ciel menggunakan serangan jarak jauh yaitu dengan sihirnya, tapi semuanya bisa di hindari seolah-olah dia bisa membaca pergerakan yang Ciel dan yang lainnya lakukan dan kalau keadaan seperti ini mereka bisa saja ikut mati di situasi yang seperti ini.


Serangan beruntun di lakukan oleh musuh membuat mereka berlima yang bertahan dan menghindari serangan sampai kehabisan nafas dan tenaga, bagaimana tidak mereka telah melakukan ini sejak pagi sampai malam tentu saja Ciel dan teman-temannya tidak akan kuat jika menghadapi musuh lagi. Karena merasakan ini adalah kesempatan yang tepat untuk laki-laki bertudung itu langsung mengikat kelimanya dengan rantai dan sihir kristal yang penggunaannya hanya satu dari satu miliyar penduduk, karena ini adalah salah satu sihir langkah.


"Kalian ternyata sangat lemah ya? Apa kalian tidak ingin menyerah saja untuk menyelamatkan siswa-siswi yang kami culik itu?" ucap remeh dari laki-laki bertudung itu


"KAMU..."


"SIAPA YANG MENYURUH DIRIMU DAN APA TUJUANMU?" teriak Carlisle dengan tatapan kesal ke arah laki-laki itu sedangkan laki-laki itu dengan santai hanya melipat kedua tangannya


"Suara gonggongan anjing terdengar sangat berisik ya, tapi walaupun kamu berisik akan aku beri tau,"


"Tujuan kami untuk memindahkan para siswa-siswi yang kami culik untuk dijual ke pasar budak oleh karena itu kami memunculkan diri kami di sini,"


"Terutama Wells yang pernah menjadi budak itu pasti sangat laku di pasaran gelap, tidak sia-sia kami menculik dia,"


"Jadi kalian menyerah saja dan kembali ke akademi kalian lupakan orang-orang itu," ucap laki-laki itu dengan nada yang senang, Ciel yang melihat laki-laki bertudung itu tanpa perasaan bersalah, ikutan kesal karena begitu sepele nyawa seseorang dan rendahnya harga manusia dimata mereka yang melakukan perdagangan budak.


"Kamu br*ngsek, bagaimana bisa menganggap nyawa manusia lebih rendah daripada hewan," ucap Ciel dengan begitu lantang membuat laki-laki bertudung itu tertawa lepas kemudian menendang perut Ciel dengan keras


"Ckckck..."


"Sepertinya, di sini juga berhasil ya kamu tangkap,"


"Bagus dengan ini kita bisa menjual mereka sekaligus kalau formasi teleportasinya sudah selesai di buat," ucap seorang laki-laki yang muncul dari balik semak-semak membuat kelimanya merasa kalau ini adalah hal yang sulit untuk mereka hadapi, kata menyerah tidak kelimanya ucapkan sampai hari ketiga tiba.


Ciel dan yang lainnya diberikan makanan yang layak oleh kedua orang yang akan menjual mereka ke pasar budak membuat Ciel tentu terkejut, karena mana ada orang yang ingin menjual mereka tapi memperlakukan mereka dengan baik seperti ini hingga akhirnya dengan nekad dia membuat sebuah kesimpulan yang membuat teman-teman terkejut.


"Kalian pasti bagian dari rencana akademi bukan? untuk mengeliminasi kami berlima," ucap Ciel dengan tatapan serius ke arah kedua orang itu kemudian keduanya terlihat seperti menyeringai


"Kenapa kamu bisa mengatakan hal seperti itu? Kalian tau kalau nyawa kalian sekarang di tangan kami loh mudah saja untuk kami membunuh kalian berlima,"


"Tapi kamu malah membuat asumsi yang aneh seperti ini tidak heran kalau kalian sangat mudah di tangkap," ucap laki-laki bertudung itu dengan menodongkan senjatanya ke arah leher Ciel


"Itu karena kalian memberikan kami makanan yang layak dan juga kalian berdua seperti tidak peduli dengan sebagian ucapan yang kami teriakan ke arah kalian, kalian hanya meminta kami mengucapkan kata menyerah,"


"Dan alasan yang terakhir kalian lebih waspada dengan para monster ketimbang dengan kami yang mungkin bisa lepas dari rantai ini, membuktikan kalau kalian tau potensi kami," ucap Ciel dengan tatapan yakin membuat Carlisle dan yang yang lain merasa kalau ucpaan yang diucapkan oleh Ciel memang terdengar masuk akal kalau seandainya ini adalah rencana yang di rencanakan oleh akademi untuk mereka.


Tiba-tiba terdengar suara tawa dari kedua laki-laki, membuat mereka berlima keheranan apa yang terjadi dengan situasi ini.


"Ternyata tanpa sadar kita banyak melakukan perbuatan yang tidak sesuai ya,"


"Dan aku tidak menyangka kalau kalian berlima akan lulus tes terakhir dengan cara seperti ini," ucap salah seorang laki-laki bertudung itu sambil melepaskan tudung yang menutup mukanya membuat mereka berlima terkejut wajah dari orang yang menangkap mereka adalah El dan Wells sendiri dan lebih tidak percaya lagi ternyata orang yang mengalahkan mereka berlima adalah Wells sendiri


"Padahal aku sudah merubah tingkah laku sampai kemampuan yang aku gunakan ternyata kita masih tidak bisa membuat mereka yakin, padahal banyak anggota yang menyerah karena hal ini," ucap Wells dengan tatapan pasrah


Tiba-tiba cahaya muncul dari atas langit sebuah bunga teratai yang besar dan indah turun ke hadapan mereka menampakkan ketua dan wakil ketua dewan kesiswaan yang datang ke arah mereka dengan senyuman yang bangga, karena mereka berhasil mengalahkan kedua orang itu dengan hanya sebuah kalimat. Mereka berlima di lepaskan dari rantai sihir dan sihir kristal yang mengikat dan kemudian di berikan sebuah lencana penghargaan.


"Kalian adalah tim kelima yang lulus dengan cepat dalam pelatihan,"


Ciel The Guide Of Destiny