
Keesokan harinya setelah jam istirahat tiba, Ciel langsung pergi ke ruangan dewan kesiswaan karena masih diliputi rasa penasaran mengenai perempuan bernama Lili yang baru pindah ke akademi.
Sesampainya di ruangan dan membuka pintu itu, dia menemukan kalau Carlisle berdebat dengan Wells tanpa perasaan takut kepada Ur-Atum yang sejak tadi bersantai menikmati waktu luang tanpa memperdulikan kucing dan anjing yang sedang bertengkar di belakangnya.
"Ciel, tumben sekali kamu lebih awal datang hari ini,"
"Sini, duduk di sini," ucap Ur-Atum sambil menepuk-nepuk kursi yang ada di sampingnya sedangkan kedua orang itu tidak peduli dengan keadaan sekitarnya.
"Kamu mau minum teh apa Ciel?" tanya Ur-Atum dengan senyuman yang lembut, Ciel yang melihat ini merasa yakin kalau Ur-Atum sekarang sedang berada di puncak emosinya dan mencoba untuk tetap tenang.
"Aku di sini hanya sebentar karena nantinya aku ada kelas lagi," ucap Ciel sambil melambai-lambaikan tangannya
"Heee... Jadi apa yang akan kamu lakukan di sini?" tanya Ur-Atum dengan menaikan salah satu alisnya kebingungan
"Aku hanya datang ke sini untuk bertanya kepada Wells," ucap Ciel dengan tatapan ke arah Wells membuat pertengkaran itu hilang dalam sekejap
"Fufufu..."
"Aku bisa menjawab pertanyaanmu, tapi kamu tau bukan kalau itu tidak gratis," ucap Wells dengan senyuman bisnisnya, Ur-Atum dan Carlisle hanya bisa terdiam ketika mendengarkan ucapan Wells yang hanya terpaku dengan uang atau keuntungan.
Tapi karena telah di selimuti rasa penasaran Ciel mengeluarkan sebuah kantong kecil yang ternyata berisi emas di meja itu. Kalau ditanya bagaimana Ciel mendapatkan uang tentu saja dari kepala akademi yang menjadi walinya dan gajinya selama menjadi bagian dari Studentenrat.
"Baiklah, kamu bisa mengajukan tiga pertanyaan dan aku akan menjawab dengan jujur," ucap Wells dengan senyuman bisnis sambil berjalan ke kursi kosong di sebelah Ur-Atum.
"Pertama, apakah kamu memiliki saudara kandung atau saudara yang tidak di akui dalam keluarga?" tanya Ciel kepada Ur-Atum membuat Ur-Atum terkejut kemudian tertawa
"Aku pikir kamu ingin bertanya apa ternyata hanya pertanyaan sederhana,"
"Aku adalah anak tunggal jadi tidak ada saudara sama sekali dan juga orang tuaku tidak memiliki saudara jadi aku adalah satu-satunya keturunan dari keluarga Vil, jika kamu bertanya anak tidak di akui itu tidak ada sama sekali karena keluargaku bukan tipe orang yang suka bermain," Jawabnya dengan jelas dijawab anggukan mengerti oleh Ciel sedangkan yang lain hanya ikut menyimak pembicaraan
"Kedua, Organisasi apa yang kamu bantu? Aku harap kamu menjawabnya dengan jujur dan ketiga, bagaimana bisa kamu menghidupkan kembali atau menyelamatkan orang yang hampir mustahil di selamatkan," ucap Ciel dengan tatapan tajam ke arah Wells membuat Ur-Atum dan Carlisle semakin serius mendengarkan pembicaraan ini sedangkan Wells hanya menyeringai.
"Humm.... ini sedikit sulit mengingat ini adalah rahas-"
"Wells, akhir-akhir ini kamu pasti mencari tau informasi mengenai kesatria pelindung akademi untuk mencari kelemahannya bukan? Jika kamu mengatakan itu, aku pasti akan menyerahkan kesatria pelindung bukan hanya pelindung tapi bayangan akademi yang langsung aku dan kepala akademi pegang," tawar Ur-Atum dengan tawaran yang membuat Wells sulit untuk menentukan pilihannya, kemudian dia berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk memasang sihir perendam suara. Membuat Ciel yakin kalau dia menyembunyikan sesuatu yang penting hingga memasang sihir perendam.
Tidak lama setelah itu Wells mengeluarkan sebuah gulungan surat kontrak untuk Ur-Atum yang menjanjikan pasukan bayangan dan pasukan pelindung akademi, tentu saja mau tidak mau Ur-Atum menandatanganinya karena Wells bukan orang yang mudah di tipu. Dia juga memberikan surat kontrak kepada Carlisle dan Ciel untuk memastikan kalau mereka menutup mulut mereka setelah mereka mengetahuinya.
"Baiklah, karena kalian semua sudah menandatanganinya maka tidak alasan bagiku untuk tidak menjawab karena prinsip bisnisku," ucap Wells sambil menyeringai ke arah ketiga orang itu.
"Kamu seorang pembimbing takdir Wells?" tanya Carlisle dengan tatapan terkejut menatap ruangan besar itu dengan tajuk
"Itu memang benar, dan alasan kenapa aku bisa kembali menyelamatkan dirimu karena kemampuan terkutuk ini," Jawab Wells dengan senyuman dan tatapan yang pahit sedangkan Ciel merasa kalau perpustakaan besar ini seperti cerminan hati Wells saat ini.
"Apa itu artinya kamu benar-benar bersama Nalendra?" tanya Ur-Atum dengan tatapan dingin
"Aku bahkan belum berbicara, kalian telah banyak berbicara,"
"Aku sama sekali tidak dengan Nalendra, kenapa aku harus bergabung ke negara terkutuk itu?"
"Aku tergabung dalam Asosiasi Goldhandler dan aku adalah ketuanya," ucap Wells dengan seringaian membuat keduanya terkejut sedangkan Ciel diam karena tidak begitu paham dengan hal yang seperti ini.
"JADI SELAMA INI KAMU MELAKUKAN HAL BESAR DI BALIK KEKAISARAN?" teriak Carlisle dengan tatapan tidak percaya
"Mungkin aku mematahkan semangatmu karena kamu sangat mengagumi Asosiasi besar ini tapi memang benar itu adalah kenyataannya,"
"Karena aku telah mengatakannya maka kalian tidak bisa memaksaku lagi,"
"Dan juga kamu tidak bisa menarik kembali yang kamu janjikan Ur-Atum," ucap Wells sambil melipat kedua tangannya dan seringaian
"Memang aku tidak ada niat menarik kembali, dan semua kecurigaan yang aku miliki telah hilang bukan kamu juga Ciel?" ucap Ur-Atum dengan menatap ke arah Ciel yang masih tidak menyangka orang dengan reputasi yang buruk ternyata orang yang memiliki kemampuan yang hebat dibelakangnya.
"Sebelum kita keluar, ada yang ingin aku katakan kepadamu Ciel,"
"Anggap saja ini hadiah dariku," ucap Wells sambil menyimpan pena bulunya dengan sihir ruang penyimpanan
"Pedangmu akan di lapisi dengan darah jika kamu tidak bisa membedakan yang mana musuh dan teman,"
"Terutama kedua temanmu yang datang ke dunia ini sama seperti dirimu," ucap Wells sambil tersenyum.
Setelah pesan dari Wells, Ciel meninggalkan ruangan karena dia masih memiliki kelas yang harus di ikutinya sedangkan di dalam ruangan itu, pertemanan kembali terjalin. Carlisle merasa bersalah dan terpaksa menurunkan gengsinya meminta maaf, tentu saja dimaafkan oleh Wells yang artinya dia atau Wells akan lengket seperti perangko dan amplop tidak bisa di pisahkan.
Beberapa hari kemudian pengumuman liburan telah tiba dan peringkat akademi di umumkan. Ciel dan teman-temannya berhasil masuk seratus siswa terbaik di akademi. Dan pelatihan Studentenrat tiba.
"Aku harap ini bisa berjalan dengan lancar,"
Ciel The Guide Of Destiny