
Jianying memberikan sebuah jawaban yang membuat Ciel merasa kalau dia salah mendengarkan nama atau mungkin teman temannya sedang bercanda dengan dirinya, namun mereka awalnya juga ingin seperti itu tapi ini sama sekali bukan omong kosong atau salah mendengarkan tapi sebuah fakta yang keluar dari mulut korban.
Tentu saja sekarang Carlisle baik-baik saja sedangkan orang yang mengorbankan dirinya berada di atas kasur berbohong tidak sadar diri.Orang yang mengorbankan nyawanya untuk Carlisle berada di ambang hidup dan mati, Carlisle tentu saja menemani sahabatnya itu dan berharap kesembuhannya.
Ciel yang mengintip dari balik pintu di ikuti oleh teman-temannya yang berada di Studentenrat karena takut Ciel yang memaksakan dirinya untuk berjalan jatuh atau tidak sadarkan diri.
Nama laki-laki yang terbaring di atas kasur itu adalah Wells Sadawira Vil, mantan keluarga bangsawan yang hancur karena keluarga Gaines yang tidak setuju dengan anaknya yang berasal dari keluarga hukum berteman dengan anak keluarga pedagang. Apalagi dia memiliki niat untuk mengikuti jalan seorang pedagang, tentu saja itu membuatnya marah dan merencanakan hal yang licik untuk menjatuhkan keluarga V yang merupakan pedagang terbesar di masa kejayaannya.
Ketika keluarga Vil jatuh dalam kehancuran, ayah dan ibu Wells diberikan hukuman siksaan sampai mati.Sumur dijual ke tempat para budak dan di jadikan sebagai barang lelang, hilang sudah harga dirinya sebagai seorang manusia yang diperbuat oleh para bangsawan yang tidak senang dengan keluarganya.
Pada saat yang sama di umurnya yang begitu muda saat dia menjadi seorang bangsawan, dia berhasil membunuh semua keluarga itu mainan dalam waktu satu malam hanya karena lengah dia.Berita besar itu tentu saja menjadi perbincangan banyak orang betapa mengerikannya seorang anak kecil begitu kejam.
Tapi seperti yang terjadi, tidak ada yang berani memburu perbuatannya karena siapapun berhak untuk membunuh untuk pertahanan diri.Setelah kejadian itu Wells juga berhasil mendirikan perusahaan dagangnya, di perusahaan dagangnya dia sama sekali tidak ingin terlibat dalam penjualan budak mengingat dia sendiri seorang yang pernah menjadi budak.
Bisnis yang didirikannya menganggap orang-orang sebagai bisnis yang mengerikan karena banyak bangsawan yang rugi atau bangkrut karena dirinya sendiri, ketika orang mendengar kalau Wells masuk ke akademi, banyak bangsawan kelas atas yang panik karena takut anak kecil itu bertambah jenius dan membalas dendam kepada keluarganya tapi , sejak awal Wells masuk akademi sampai akhir tidak ada yang mengetahui niat dan tujuannya, tidak ada juga keluarga yang musnah di tangannya.
Banyak orang yang tergiur dengan semua kata Wells dalam berbisnis, tidak jarang puluhan siswa rugi dalam bisnis yang dilakukan oleh Wells.
"Kalian mau sampai kapan mengintip dari pintu itu? Tidak sopan jika ingin menjenguk tapi kalian berada di depan pintu seperti itu," ucap Carlisle tanpa menoleh sedikit pun ke arah belakang pintu dengan nada yang dingin
"Kami berpikir untuk datang nanti setelah kamu merasa lebih baik ta-"
"Aku tau kalian masih berat hati untuk menerima keadaan bahwa yang aku katakan itu adalah kebenaran, tapi perlu kalian semua ketahui bahwa orang yang berbaring di kasur sekarang adalah orang yang benar-benar mengorbankan nyawanya,"
"Aku pasti akan membersihkan namanya dengan baik," ucap Carlisle dengan tatapan tidak terima jika orang-orang yang disisitnya akan menghina sahabat terbaiknya
"Carlisle, kami mengerti dan kami percaya dengan yang kamu katakan tapi jika kami tidak memiliki bukti yang cukup kami tidak bisa melakukan banyak,"
"Dibandingkan itu Carlisle, lebih baik sekarang kamu istirahat dulu, biar yang lain yang menjaganya,"
"Kami berjanji akan menjaganya dengan baik," ucap Ur-Atum dengan helaan nafas panjang tidak bisa berbuat banyak karena Carlisle sendiri yang keras kepala. Carlisle yang menatap Wells yang terbaring di kasur, kemudian mengangguk setuju untuk beristirahat dan dijaga oleh El di ruangan itu.
Ciel dan teman-temannya menemani Carlisle untuk beristirahat sebentar sedangkan El duduk di sampling menjaga Wells.
"Dan mau sampai kapan kamu berpura-pura tidak sadarkan diri seperti orang yang berada di rumah kematian," ucap El dengan tatapan dingin dan seringaian dingin di saat yang bersamaan Carlisle meninggalkan barang di ruangan Wells tidak sengaja mendengarkan ucapan El langsung menghentikan langkahnya untuk masuk ke dalam ruangan.
Carlisle memutuskan untuk mendengarkan percakapan yang ada di dalam ruangan itu.
"Hah..."
"Aku baru sadar saja, tidak perlu kamu katakan hal yang kejam," ucap Wells yang baru membuka matanya dengan perlahan-lahan dan menatap sekeliling ruangan
Pelaku dari kejadian ini sudah tertangkap dan juga bisa dipastikan kalau Nalendra benar-benar telah bermain di papan milik kita,
"Untuk sekarang rumor tentang dirimu semakin jelek, apa kamu yakin tidak ingin memperbaikinya? Kamu bahkan sampai rela menggunakan sihir yang telah lama kamu anggap sebagai kutukan hanya untuk menyelamatkan Carlisle yang berlebihan?" ucap El dengan seringaian dan kedua tangan yang terlipat
"El, ingat tugas kita untuk selalu bekerja di bawah tanah bulan di atas tanah,"
"Dan Carlisle adalah orang yang tidak bersalah sama sekali, jadi pernah menyatakan kebenarannya kepada orang yang tidak tau sisi gelap dunia ini," ucap Wells dengan tatapan dingin ke arah El yang begitu terlihat santai
Karena terlalu lama menunggu Ciel memutuskan untuk menyusul Carlisle, dan dipanggilnya dengan lantang sontak itu membuat kedua orang yang berada di dalam ruangan terkejut karena itu artinya pembicaraan mereka telah terdengar oleh Carlisle sejak awal.Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Carlisle karena Ciel yang datang dari jarak memanggil namanya.
Karena sifat Carlisle yang tidak ingin dianggap sebagai orang yang suka menguping pembicaraan orang lain, dia memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan itu.
“Wells, apa yang kamu sembunyikan dariku?” ucap Carlisle dengan lantang tatapan kesal disertai marah
"El, aku tau cepat lambat akan seperti ini,"
"Suruh saja mereka masuk ke dalam ruangan dan setelah itu kamu tau apa yang harus kamu lakukan bukan?" ucap Wells yang terbaring di kasur tidak bertenaga karena baru sadar
Tiba-tiba rasa ngantuk mendatangi Carlisle dan membuatnya tertidur sedangkan Ciel yang tidak tau apa-apa berjalan masuk ke dalam ruangan penasaran apa yang terjadi dengan Carlisle, namun yang ditemukan olehnya adalah Carlisle tertidur dan Wells terlihat masih belum sadarkan diri, hanya melihat El yang duduk manis menjaga di sana.Terlihat aneh tapi di situasi seperti itu tidak banyak yang bisa diambil kesimpulannya oleh Ciel.
"Carlisle, kelelahan karena tidak tidur kemarin,"
Ciel The Guide Of Destiny