
Selesainya pelatihan mereka berlima lebih cepat membuat mereka senang dan lega karena semuanya telah selesai.
"Wells dan El kami berterima kasih kepada kalian berdua karena ingin kembali berpatisipasi dalam pelatihan ini sebagai penguji," ucap Jianying membuat kelima orang itu terkejut karena tidak mungkin Wells dan El telah mengikuti pelatihan apalagi sebagai seorang penguji
Carlisle yang mengingat kalau tahun lalu dia dan Wells juga di uji tapi bukan sebagai penguji tapi kenapa sekarang Wells dikatakan kalau dia seorang penguji. Hal ini membuat Carlisle menatap tajam penasaran ke arah para ketua dan wakil ketua dewan kesiswaan, melihat itu mau tidak mau mereka menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Alasan kenapa mereka berdua bisa menjadi penguji karena kemampuan bertarung El dan Wells setara dengan organisasi Nalendra,"
"Ditambah lagi, mereka berdua adalah duo yang hebat kalau mereka menjalankan misi,"
"Sehingga membuat kami memberikan tugas untuk mengawasi dan menguji setiap siswa-siswi akademi,"
"Siswa yang di kelompok lain juga datang sebagai penguji, walaupun kekuatan mereka hanya sebanding dengan para guru di akademi," jelas Jianying membuat mereka tidak berkedip sedikitpun, karena tidak heran jika mereka dikalahkan dalam hitungan menit tanpa terluka sedikitpun.
Mereka tidak menyangka kalau orang yang awalnya selalu meminta istirahat ketika mereka memulai berjalan, ternyata adalah orang yang memiliki kemampuan lebih dari mereka berlima.
"Terkadang menjadi kuat tidaklah selalu menunjukkan bahwa itu adalah hebat, kalian harus bisa menyembunyikan kekuatan kalian supaya disaat terdesak kalian bisa mengalahkan lawan kalian,"
"Tapi aku anggap kalian masih perlu belajar tentang dunia yang kejam," ucap Wells dengan tatapan dinginnya, membuat Ciel yakin kalau Wells bukanlah orang yang berhati lembut ataupun licik tapi waspada kepada semua situasi yang dia hadapi.
Wells juga membuat Ciel semakin waspada karena entah yang mana sifat aslinya Ciel berada di depannya.
"Karena sudah selesai, bagaimana kalau kita kembali ke tempat kumpul?" tanya El sambil memeriksa tubuh Ciel yang pernah di tendang oleh Wells, Carlisle merasa bahwa dia semakin menjauh dari Wells atau kenyataannya memang dia sejak dulu telah memiliki jarak yang jauh namun dia tidak sadar akan hal itu.
"Sebelum kembali aku ingin bertanya bagaimana kalian tau kalau Wells dan El memiliki kemapuan yang setara dengan anggota Nalendra? Kita bahkan tidak pernah melihat mereka secara langsung menggunakan kekuatan mereka," ucap Ciel dengan tatapan serius ke arah ketua dan wakil ketua dewan kesiswaan akademi karena merekalah yang memberikan penjelasan langsung mengenai Wells dan El
"Kalau itu adalah rahasia, jadi kalau kamu ingin tau kamu harus jadi lebih kuat dulu seperti posisi kami tempati atau tidak posisi ketua atau wakil ketua dewan kesiswaan," jawab El sambil menyeringai dan kedua tangan di pinggang
Dunia Minunilor adalah dunia yang membuat Ciel merasa kalau ini adalah dunia misteri karena dia harus mencari jawaban tentang kebenaran organisasi Nalendra dan adiknya sendirian, Karena setiap dia menginginkan sebuah jawaban yang dia temukan adalah sebuah tantangan.
"Baiklah, aku mengerti," ucap Ciel dengan anggukan pelan dengan perasaan sedikit kecewa karena hampir mustahil orang seperti dirinya mampu setara dengan guru di akademi apalagi dengan para anggota Nalendra yang bisa membuat aura tekanan hingga orang itu pingsan
Ketika Ciel dan yang lain sampai di tempat tujuan betapa terkejutnya mereka melihat semua orang terlihat terbaring di tanah dengan penuh luka, dan puing-puing bangunan yang berserakan dimana-mana. Pikir Ciel dan yang lain mungkin saja ini adalah tes lanjutan untuk mereka, namun ternyata ekspresi para ketua dewan Kesiswaan terlihat begitu serius dan terkejut dengan keadaan lokasi mereka saat ini.
"Apa yang terjadi? Padahal kita hanya meninggalkan tempat ini setengah jam,"
"Tapi sudah hancur seperti ini,"
"Jianying, Wells dan Ele kalian periksa para siswa-siswi yang terluka sisanya selidiki yang terjadi," ucap Ur-Atum yang merupakan satu-satunya orang yang kembali lebih awal dibandingkan para ketua dan wakil ketua dewan kesiswaan akademi yang masih harus berkeliling ke setiap sudut untuk menjemput siswa-siswi
Situasi yang tidak mereka perkirakan akan terjadi di depan mereka, dan sosok laki-laki dengan pakaian cukup mewah dengan topi top hat melayang di depan mereka. Sosok itu juga yang mereka yakini sebagai musuh mereka saat ini.
"Akhirnya kalian tiba, aku pikir aku harus menghabiskan waktuku dengan minum teh dulu atau mendatangi kalian satu-satu persatu,"
"Tapi kalian akhirnya datang jadinya aku tidak perlu melakukan keduanya,"
"Terutama untuk Tuan muda Vil," ucap laki-laki bertopi itu sambil menyeringai ke arah Wells dengan tatapan tajam menusuk dan aura yang mengintimidasi
"Woah..."
"Sampai datang ke sini hanya untuk membunuhku,"
"Aku terharu sekali the Queen sangat perhatian denganku," ucap Wells dengan nada yang mengejek ke arah laki-laki di depannya membuat laki-laki itu menggeram kesal hingga membuat seluruh tempat itu menjadi tempat yang dipenuhi oleh teh dan kue, setelah itu dia menyerang Wells dengan monster yang telah terbuat dari kue tapi dengan cepat Wells membuat perisai perlindungan untuk melindungi dirinya supaya orang-orang yang sedang di evakuasi tidak terkena serangan
"Berani sekali kamu menghadang serangan aku dengan sebuah peri-"
"Tentu saja aku berani, kamu lupa kalau kamu berada di tiga peringkat di bawahku dalam serangan jarak dekat," ucap Wells sambil menyeringai kemudian muncul ke arah belakang laki-laki bertopi itu, tidak sempat menghindar laki-laki bertopi itu langsung terhempas akibat serangan yang dilakukan oleh Wells yang tidak sempat di hindari olehnya.
Laki-laki bertopi dibuat Wells hingga terluka sampai muntah darah, namun itu tidak membuat laki-laki bertopi itu pingsan dia malah menyerang Wells dengan brutal dengan cepat.
Tidak ada satupun serangan itu mengenai Wells malah laki-laki itu di pukul balik oleh Wells dua kali lebih brutal dari serangan laki-laki bertopi itu hingga Ciel yang menatap kejadian ini menatap dengan ngeri, ingin dihentikan olehnya pun tidak akan bisa karena kekuatan Ciel saat ini tidak sebanding dengan Wells. Seolah-olah dendam menyelimuti Wells hingga dia tidak bisa mengendalikan diri.
"Tidak heran jika dia meninggalkan dirimu dan kalau laki-laki itu tau kalau kamu bukan seorang laki-laki,"
"Mungkin kamu akan dikucilkan atau ditinggalkan," ucap laki-laki bertopi dengan terbata-bata dan meringis kesakitan memandang rendah Wells.
Wells yang kesabarannya telah habis dipancing dengan cepat langsung menusuk dada kiri laki-laki di depannya hingga seluruh tubuhnya penuh dengan darah. Betapa mengerikan kematian yang dialami oleh laki-laki bertopi itu, namun juga tidak ada yang bisa mencegah Wells untuk melakukannya. Ketika dia selesai melakukannya hanya ada tatapan kosong dan haus akan darah di jiwanya saat ini.
"Hal yang seperti apa yang membuat dia begitu tenang dalam membunuh?"
Ciel The Guide Of Destiny