
Setelah cerita lama selesai di ceritakan seluruh ruangan menjadi sunyi sekejap, entahlah apa yang akan mereka katakan atau apa yang mereka rasakan saat ini ketika mendengarkan kisah yang begitu kelam dari Wells. Ekspresi Wells saat bercerita begitu terlihat, tidak seperti biasanya dia bereaksi.
Banyak orang yang melihatnya seperti orang yang paling sial karena harus bahagia dan kehilangan orang yang membuat senyuman dua kali kepadanya, dari situlah mereka semua mengerti bahwa sihir bisa diberikan kepada orang lain atas dasar pengorbanan.
"Maafkan, kami jika kami mengungkit masa lalumu," ucap Ciel dengan perasaan bersalah dan kepala tertunduk karena bagaimanapun semua orang pasti memiliki kisahnya masing-masing tapi dia malah curiga dan mengungkit kisah lama
"Kalian sudah mengetahuinya bukan? Silahkan kalian pergi dari istana ini,"
"Karena nona tidak ingin di ganggu oleh siapapun terutama orang seperti dirimu," ucap pelayan itu dengan tatapan yang tajam ke arah Carlisle.
Carlisle tidak akan paham apa yang sebenarnya terjadi, apakah Wells masih dendam dengan orang tuanya? Apakah dia memiliki kesalahan? Ataukah Wells tidak tahan berteman dengan dirinya yang suka marah? Banyak kode-kode yang sepanjang ini masih juga tidak dipahaminya, walaupun telah banyak sekali orang-orang yang menatap sinis kepada Carlisle.
Tanpa pikir panjang di genggamnya tangan Wells secara tiba-tiba oleh Carlisle, membuat Ciel dan yang lainnya tercengang dengan perilaku laki-laki yang memiliki emosi lebih dibandingkan perasaan lebih.
"Wells, jika aku ada kesalahan mari kita bicarakan dan kembali seperti dulu ya?" ucap Carlisle dengan tatapan serius kepada Wells yang tertegun dengan ucapan itu
"Plak..."
"Tangan kotormu tidak layak untuk menyentuh nona muda kami,"
"Dan buat apa memikirkan orang yang tidak memiliki hati sama sekali dalam berperasaan, hanya dikuasai emosi dan egois memangnya layak?" ucap pelayan itu setelah menampar tangan milik Carlisle yang memegang Wells
Ciel tidak ingin ikut campur dalam urusan orang lain tapi dia memutuskan untuk berpikir mengenai cerita yang di ceritakan barusan, membuatnya sadar kalau dari cerita tersebut ada sesuatu yang membuatnya merasa aneh. Nama seorang perempuan itu tidak pernah dibicarakan oleh Wells dari awal cerita sampai akhir cerita.
"Maafkan aku mengganggu pertengkaran kalian tapi Wells aku ingin bertanya sesuatu,"
"Dari awal sampai akhir cerita yang kamu ceritakan tidak pernah sekalipun kamu menyinggung nama perempuan yang ada di cerita,"
"Siapa nama perempuan yang ada di cerita itu? Tolong katakan kepadaku karena ini sangat penting untukku," ucap Ciel dengan tatapan penasaran dan perasaan takut kalau itu adalah orang yang benar-benar dicarinya
"Baiklah, kalian berdua jika ingin bertengkar silakan bertengkar di luar karena aku masih harus berbicara dengan orang di ruangan ini," ucap Wells dengan tatapan dingin ke arah pelayanannya dan Carlisle yang masih bersikukuh menginginkan penjelasan dari Wells namun hal itu hanya dijawab dengan isyarat yang menatap ke arah pelayanannya untuk mengajaknya bertengkar di luar ruangan.
"Baiklah, aku akan mengatakan nama yang telah masuk ke dalam daftar buronan berbagai asosiasi besar,"
"Nama perempuan itu adalah Arabella Meena Kawindra, nama akhir dan ciri khas yang mirip dengan dirimu,"
"Aku pikir sejak awal tidak mungkin atau hanya mitos belaka jika kamu adalah orang yang ditakdirkan mengingat kalau ada sesosok perempuan yang mirip denganmu, tapi ternyata kamu justru memiliki sifat yang bertolak belakang dengan dirinya," ucap Wells dengan tatapan pahit memandangi teh di atas meja sedangkan Ciel benar-benar terbelalak dan merasa merinding siapa yang menyangka kalau semua dugaannya benar adiknya berada di pihak yang berbeda dengan dirinya.
Ciel tentu tidak akan mengetahui reaksi apa yang harus dia tunjukkan kepada kedua orang yang berada di ruangan, meminta maaf atas kesalahan adiknya atau menggantikan adiknya menebus dosanya. Banyak hal yang dipikirkannya mengenai adik perempuannya yang saat ini, dari mulai kehidupannya sampai ke pergaulannya, Ciel tidak menyangka kalau adiknya akan melakukan hal yang sekejam itu, entah untuk keadilan atau hanya untuk membela dirinya sendiri yang menganggap itu keadilan sampai harus mengorbankan banyak nyawa untuk permainannya.
"Tidak perlu meminta maaf karena yang salah itu adalah adikmu bukan dirimu,"
"Dan kamu sendiri banyak membantu dibandingkan berulah melakukan hal bodoh, serta aku juga salah karena pernah berada di sisinya," ucap Wells yang tiba-tiba membuat Ciel mendongakkan kepalanya dan menatap dengan senyuman pahit.
Ur-Atum tau situasi saat ini dan tidak tau bagaimana menanggapi situasi yang akan terjadi kedepannya. Karena banyak sekali hukum yang berarti harus diperbaharui dari mulai hukuman untuk yang memiliki satu keluarga yang sama dan lainnya. Tapi saat ini yang dia inginkan hanya satu hal yaitu menginginkan Wells kembali ke akademi dan membantu pekerjaan Studentenrat di akademi.
"Wells, kapan kamu akan kembali ke akademi?" tanya Ur-Atum membuat Wells kebingungan karena dia telah mengajukan surat pengunduran diri kepada akademi bahwa dia tidak akan kembali ke akademi setelah semua pertimbangan yang dia lakukan sendiri.
Ciel tentu saja tidak akan banyak berargumen karena ini masalah ketua dan bendaharanya, Wells di tempatkan menjadi bendahara Studentenrat bukan tanpa alasan. Dia orang yang sangat teliti dan sangat hebat dalam mengatur keuangan akademi, malahan sampai dia menggunakan siswa-siswi akademi yang bisa memasak untuk menambah dana akademi.
Kompetennya Wells dihargai kepala akademi dan Studentenrat, tapi karena dia memutuskan keluar dari akademi maka akan sulit bagi akademi menemukan orang sepertinya lagi apalagi Ur-Atum yang menaruh kepercayaan kepada Wells sepenuhnya, walaupun Wells orang yang licik dan selalu mengambil keuntungan lebih tapi begitulah dia bekerja di dunia perdagangan.
"Aku pikir suratku sudah sampai di akademi, karena aku telah keluar dari akademi karena perbuatan melukai siswa-siswi dengan sihir tingkat tinggi dan kelewatan,"
"Ditambah lagi, dia terlihat baik-baik saja tanpaku jadi sudah waktunya untukku meninggalkan akademi," ucap Wells dengan senyuman pahit memandangi keluar jendela, Ciel paham mungkin sebagian orang di akademi akan menganggap Wells adalah monster karena kejadian sebelumnya, dan mungkin ada yang akan lebih sopan kepadanya karena dia lebih kuat.
"Apakah karena kamu menyukai Carlisle tapi dia telah bertunangan?"
Ciel The Guide Of Destiny