BEHIND THE QUEEN

BEHIND THE QUEEN
ORANG JAHAT



Beberapa minggu kemudian, Shine terkejut bukan main. Terlebih lagi Leon yang hanya meminta orang yang pernah mengusik Shine, untuk tidak mengganggu hubungannya. Namun berakhir tidak sesuai.


"Mas, apa hukum akan menyeret nama baik mas?"


"Tidak sayang, mas tidak terlibat. Zacky bicara jika ia dibawa Peuti kekasihnya. Mas tidak tau, jika akan terjadi luka fisik dan batin. Maafkan mas! mas benar benar tidak tau, soal kepribadiannya."


"Sudah terjadi mas, setelah meeting mas. Kita temui saja Peuti. Bukankah memaafkan masa lalu aku itu lebih penting, aku yakin Ira tidak bermaksud mencelakai aku."


"Sayang tapi Zacky bilang, ia punya bukti dari Peuti, jika kecelakaan sebelum kita menikah, bukan hanya dia saja, tapi campur tangan Ira." jelas Leon.


"Mas, aku tau isu Peuti. Dulu ia pernah akan dijodohkan dengan aku, tapi mendiang ayah tak jadi. Membatalkan dan memilih Steve konon ia hiper segala hal, terlebih kasar dan selalu memukul jika tidak di turuti. Itu yang aku dengar dari mama Lora." jelas Shine.


"Lalu mas harus apa?"


"Beri dia kesempatan, tolong dia dari Peuti! aku mohon mas, aku ingin Ira sendiri yang bicara jika dia adalah penyebab dirinya terserempet kejadian aku dulu. Yakni jiwa Hawa sesungguhnya yang aku pakai saat ini."


Leon sangat khawatir, ia merasa berhadapan dengan Peuti adalah mustahil. Jika penjelasan Shine saja, membuat ia sendiri tidak yakin. Bagaimana sang papa tau, jika ia harus mengorbankan nama keluarga Hartawan untuk berurusan dengan keluarga Stev Peuti yang selalu bermasalah.


"Mas akan bicara dengan Zacky, mas akan cari cara, sekedar nego bertemu Ira sekali saja. Tapi setelah kamu dengar penjelasannya. Apapun itu, kita tidak lagi ikut campur sayang!" jelas Leon. Shine senyum memeluk tanda setuju.


"Makasih mas."


***


Keesokan harinya, setelah Shine dan Leon dari market merah. Ini pertamakalinya Shine melihat pria bernama Peuti setelah dari kantor money heist. Sebelumnya hanya melalui katanya saja, belum pernah bertemu sekali pun. Benar saja wajah bengis pria bertubuh besar dan tinggi seperti suaminya. Terkesan menakutkan bagai monster.


"Itu namanya Peuti, kamu yakin dia sayang? kok mirip setengah petinju dan sumo ya?"


"Baiklah, aku dan Zacky akan menjagamu. Bicaralah pada Ira sayang!"


Shine berdiri dan senyum pada Peutie. "Hay! aku Shine, aku bisa bicara pada Ira sekarang?"


"Heuumh! baiklah, dua puluh menit saja. Cepatlah!" ucap Peuti yang langsung menghampiri Leon dan mengambil emas batangan satu tas.


"Ira, ini aku Shine. Apa yang terjadi?”


Shine langsung mencengkram kedua bahu Ira yang terikat dalam mobil.


"Pergilah! sekali pun aku berkata jujur, kamu pasti tidak akan percaya. Aku benar dalang semua itu, aku benci kamu Shine. Aku benci juga Leon yang mengejar kamu dan mengekor kehidupanmu!" jelas Ira cemburu.


“Kamu bercanda kan?” tanyanya tidak percaya dengan apa yang Ira ucapkan.


“Shine, aku nggak bercanda,” ucap Ira yang memberi petunjuk pada sebuah kamera diatas dashboard.


“Bohong! Katakan padaku Ira, apa yang terjadi, kamu diancam? Kamu dipaksa sama dia? Bilang yang sebenarnya Ira, aku bisa menyelamatkanmu kalau kamu mau bilang semua ke aku,” ucap Shine.


Ira menelan salivanya. Insting Shine benar benar tajam. Namun ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya saat ini.


“Kamu salah paham, Shine. Aku sama sekali tidak butuh bantuan siapapun!" teriaknya membuat shine dan Leon menjaga jarak.


Tbc