
Shine yang telah selesai mandi dalam bathtub, ia segera merelaksasi otak dalam pikirannya. Lagi lagi ia selalu kesal mengingat nama Leon dengan Key yang masih saja membuat hatinya membara. Belum lagi beberapa sakit hatinya melihat Leon dengan Key yang mungkin saat ini sedang bermanja di kota jepang.
"Shine, kamu berbohongkan. Tidak mungkin kamu memilih menjadi manusia pengganti Hawa. Shine ingat, sebentar lagi kita akan kembali pada dunia kita!" Jie si kucing jadi jadian lagi lagi mengingatkan.
"Aku tau kamu kucing yang bisa berubah jadi manusia, maka dari itu biarkan Shine memilih!" ujar Leon datang.
"Kau, pergi dari sini!" Shine menutupi selebar bahunya yang terlilit handuk, dan di tambah dengan sprei.
"Ups! maaf, Shine percayalah aku akan membahagiakanmu. Itu adalah janjiku, juga suruh kucing jadi jadian itu pergi agar tak merusaknya!" Leon membalik punggung dan menghilang bagai kode ada sesuatu.
Jie kesal, kala Shine dan Jie menatap cermin. Sukma Leondra bisa saja tiba tiba datang, meski bukan wujud. Jie yakin jika Leondra adalah seorang pria yang menerima serpihan cahaya dari zaman kuno. Maka dari itu ia bisa mengenali Shine yang terjebak di raga Hawa.
"Jie kau mau kemana?" teriak Shine, melihat Jie berubah jadi kucing dengan sorot mata yang marah padanya.
Shine kembali memikirkan ketenangan, sejenak untuk tidak mengingat nama Leon. Kedua matanya ditutup dengan bulatan buah hijau, lalu menderu nafas dalam dalam agar konsentrasinya kembali fokus.
Lagi lagi Shine mengingat kata kata Leon semalam. Meski tak terjadi sesuatu, tapi jelas terngiang membuat Shine sedikit mual saat mengingatnya.
“Tak ada satu kekuasaan pun di alam ini yang mampu merampas kebahagiaanku. Karena kebahagiaan ini, memancar dari rengkuhan dua jiwa yang dipadukan oleh saling pengertian, dan dipayungi oleh cinta kasih dan itu hanya kamu Shine. Ingatlah aku dulu dan saat ini, kita memang ditakdirkan untuk bersatu. Akhiri perselisihan nenek moyang kita karena kesalahpahaman, aku tidak membuatmu mati. Tapi karena kesalahan fatal energi keserakahan dan kebaikan bertolak sehingga kita terpental."
Euhm! Shine lagi lagi membuka kedua mentimun dikelopak matanya, ia kembali memutar cara agar dirinya tak lagi memikirkan Leon. Jelas masih terasa sentuhan ranum Leon dan eratan tangannya yang membubuhi kata kata manis untuknya tadi malam.
"Gak, ini pasti salah. Kenapa burung berkicau itu masih saja, masih saja mengingat Leon sih." gerutu Shine, ia kembali memejamkan mata dan mencoba rileks.
'Cintaku padamu, wahai kekasih, akan tetap ada hingga akhir hidupku, dan setelah mati Tangan Tuhan akan mempersatukan kita kembali. Percayalah aku hanya ingin kita selalu bersama. Apa kamu tidak ingin kita cepat bersatu seperti dulu, meski kita dahulu menyatu karena cahaya?'
Uhuk uhuk! Shine kembali terbatuk, ia segera melepas soflens. Mungkin saat ini pikirannya masih saja terkontaminasi Leon, sehingga Shine cepat cepat selesai dari berendam. Ia berusaha untuk tidur saja saat ini, mungkin dengan itu ia tak lagi mengingat Leon yang saat ini di jepang dan memanggil Jie dengan batinnya.
"Shine, sayang ayo makan nak! cepat turun kebawah!" ujar mama Lora.
"Iy mah. Shine turun sebentar lagi."
Buru buru Shine mengambil cardirgan, lalu turun kebawah. Dan terlihat Leondra senyum berada di anak tangga.
"Leon, kamu sudah kembali?"
"Ya, karena kamu. Aku menunggumu Shine, apa kamu masih ingat janji aku. Apa kamu tetap akan pulang?"
"Tapi jika aku bersedia tinggal di bumi, maka wajah Hawa yang lama yang aku tinggali saat ini akan berubah. Keluarga Hawa akan bersedih mendengar kenyataannya. Leon jaga sikapmu, jika aku tinggal maka kamu harus tau, aku akan pergi tak kembali. Jika kamu menghianatiku, dan itu akan membuat kamu gila nantinya!"
"Aku janji Shine, kita turun kebawah! ceritakan semuanya pada keluargaku dan keluarga Hawa. Siapa kita, aku menikahimu Shine bukan Hawa. Karena aku menginginkan dan menaruh rasa, jika kebahagiaanku adalah kamu."
Ucapan Leondra membuat Shine hanyut, ia tersenyum dan ikut melambai tangan, gapaian tangan Leon.
"Baik, aku akan ikut dan hidup denganmu lebih lama Leon. Aku juga melupakan buku kuno kebenaran, jika zaman dulu itu kita bersiteru. Maka kita akhiri dengan hidup kebahagiaan saat ini!"
"Terimakasih Shine." menatap Shine saat ini Leondra.
Shine dan Leon saling menatap, hingga tak sadar seseorang berada dibawahnya melihat.
Eheuuum!! deheuman seseorang, membuat Shine dan Leon salah tingkah.
Tbc.