
Shine berhenti, ia keluar dan terlihat Leondra sudah ada di depannya. Menariknya dan membawa Shine ke gudang.
Dari sofa Shine berdiri, "Aku tidak akan pernah memaafkan mu."
"Aku berada disini karena di kejar oleh orang itu. Aku tahu kamu wanita berbeda Shine, maka dari itu aku ingin menikahimu." jelas Leondra.
Wauah, gila baru kali ini ada pria terang terangan ingin menikahi seorang wanita dengan jujur. Pada umumnya wanita akan senang jika dilamar dengan cinta, tapi ini karena maksud lain.
"Orang yang telah menyebabkan ibuku menderita, dan dirimu mati berada dalam jiwa wanita bernama Shine saat ini." terlihat kebencian yang mendalam dalam Leondra.
"Apa maksudnya, apa kamu Leon?"
"Aku juga terperangkap dalam jiwa yang salah. Karena cahaya bulan, lihat buku ini!"
Leondra terpaksa jujur dan mengatakan semuanya. Sehingga Shine kesal dan tak percaya. "Jadi karena ulahmu, aku terdampar di tubuh dunia modern. Kau membuat aku mati, untuk apa aku menolongmu!" Shine membalikan badan berusaha ingin keluar.
"Burung pemandu, sekarang aku tidak tahu bagaimana keadaan ibumu, akankah aku bisa pergi dari sini. Sebagai gantinya akan aku perlihatkan keadaan ibumu Shine?"
"Jangan buat lelucon Leondra, ini bukan dunia kuno. Tidak ada yang bisa membuat hidup kembali ke masa dulu, pergilah jangan lagi muncul di depanku! jika tidak aku akan mencari cara untuk membuat kamu mati dua kali." ucap Shine dengan emosi.
Terbang ke kiri dan ke kanan Leondra memikirkan ucapan Shine.
"Hanya ada satu cara, coba kamu buka sistem cahaya bulan tidak ada bersamaku, dia pasti menempel hanya saja kita harus bersama untuk mewujudkannya!" teriak Leondra.
"Benarkah? dengan pikiran dan panggilan seperti ponsel dan simcard yang menyatu. Mustahil, jangan mencoba mempengaruhiku Leon. Enyahlah!"
Dihadapkan dengan hal seperti ini sebenarnya sangat sulit bagi Leondra memahami teknologi tersebut. Tapi ia pernah membaca buku kuno dan konon dengan cara menyatukan jiwa mereka bisa kembali dengan kekuatannya, maka dari itu ia mengejar dan berani melamar Shine, dengan mata tajamnya jika dia adalah my queen yang terjebak.
"Bagaimana, apa kita kejar Shine sekarang?" tanya Deri.
"Tidak perlu, biarkan waktu Shine untuk memikirkan. Dia pasti akan menyetujui, karena dia merindukan ibunya. Setelah itu misi kita berhasil." ucap Leondra dengan angkuh.
***
Shine mengunjungi Jie, ia bicara segala hal tentang Leondra saat ini. Sehingga Jie kembali memutar mata, pantas pria yang ingin menikah dengan Shine selalu memakai kacamata. Maka dari itu dia benar benar bukan manusia normal pada umumnya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan Shine?"
"Entah! buku kuno yang ia berikan padaku, apakah ini benar Jie. Jie ayolah, cepat kamu cari tau. Jika dengan menyatukan pernikahan membuat kita kembali ke zaman semestinya. Maka akan aku lakukan."
"Tidak mungkin Shine. Menyatukan di zaman kuno adalah sebuah cahaya dan kekuatan lain, jika di zaman modern seperti ini. Adalah dengan setelah menikah, kalian berdua akan beradu perang dengan tanpa busana." jelas Jie.
"Astaga! maksudmu seperti kucing kawin begitu?" menohok Shine gugup, menggigit jarinya.
"Heuuumph! dan itu harus dengan cinta Shine. Pikirkanlah dengan masak."
Jie membaca buku kuno yang memang tidak asing, tapi ia baru membaca satu bait yang membuat ia tak pernah tahu di kehidupan sebelumnya.
Monster dan cahaya petir merah yang akan dihadapi my queen adalah cahaya monster yang kekuatannya sangat besar, bahkan dengan sekali pukul Shine bisa saja mati, kelemahan monster ini dia bodoh dan malas. Lalu di zaman modern, apakah yang di maksud dia adalah robot. Jie membaca bait dari buku hitam tebal seperti bantal.
"Benarkah, lalu kamu tau permintaannya seperti apa?"
"Hanya satu, setelah cahaya bulan berhasil kembali. Kita minta jiwa kita kembali ke asal, dan kamu Shine, kamu harus merelakan Shine Hawa di dalam tubuh ini memang sudah mati, kita kembali lagi." senyum Jie.
"Benarkah, kenapa aku ragu."
"Shine kamu jangan ragu, kamu tidak boleh menyukai manusia. Itu akan sulit dan membuat kamu menjadi manusia di zaman seperti saat ini, kamu tau kan Shine hidup di zaman kita sangat indah dan beribu tahun kita tidak akan mati, asalkan kita tak melanggar leluhur."
"Jika aku menyelesaikan misi ini akankah aku dapat kembali ke dunia ku?" tanya Shine.
"Pasti Shine, aku akan mendampingi kamu. Dan mematai jika Leondra benar raja sytem yang terperangkap, aku merasa aneh jika dia hanya manusia normal saja."
"Shine, tidak ada hal yang semudah itu! tapi tetaplah tujuanmu saat dulu kamu mati mengering dalam beberapa detik!"
Mendengar perkataan Jie, Shine pun menjadi mulai tak sabaran dan menggenggamnya,
"Jika aku tidak pulang, lalu ibu, memikirkannya saja aku takkan sanggup. Kamu tau kan Jie, bertahun tahun aku mencarinya."
Apakah kita akan memilih sesuatu yang baik atau tidak, tergantung dari dirimu sendiri Shine. Itulah mengapa kita harus menerima takdir yang telah ditentukan karena hal itu adalah pilihanmu sendiri, tapi tujuan aku bersamamu adalah mencari Leon asli dan membalasnya!! jelas Jie.
Tertegun dan tersadar Shine dengan apa yang dikatakan oleh Jie.
Setelah Shine menekan layar dalam buku kuno itu, suatu ruang dimensi pun terbuka, menghisap masuk aura Shine dan Jie ke dalamnya.
"Kita brangkat, mari berpetualang!" kata Shine dengan semangat yang tinggi.
Setelah mengatakan hal itu, sebuah kucing putih pun masuk kembali dengan Shine.
Brukk!! ketika muncul dalam suatu tempat dan punggung menabrak belakang seorang gadis kecil, mereka saling membelakangi.
"Kenapa begitu sial, bagaimana jika ini adalah monster, habislah aku, tapi mengapa ini bisa terasa begitu kecil?" dalam hati Shine.
"Hey.." ujar seseorang yang bertabrakan dengan Shine.
Terdengar suara yang begitu familiar di telinga Shine, sesuatu yang mengejutkan dirinya, sejenak ia tidak bergeming.
"Shine, aku Jie yang kamu panggil Jibon dari zaman kuno. Lihatlah, apakah itu benar tempat ibumu saat sakit?" ucapan kucing membuat mata Shine terdiam dan mengeluarkan bulit air mata.
Tidaaaak!! cahaya meredup, Shine dan Jie kembali telah ada di kamarnya. Jie melihat Shine menangis dengan kencang.
"Shine, bersabarlah! kita pasti bisa melihat ibumu, itu hanya ranjang saja. Kita pasti akan menemukan cahaya bulanmu."
"Tidak Jie, aku kesal karena aku sulit menggapainya. Padahal sedikit lagi, tapi cahaya itu hilang. Kenapa sulit mencari ibuku?" isak tangis Shine.
Tak lama ketukan pintu, membuat Shine dan Jie menatap pintu kamarnya.
Tbc.