BEHIND THE QUEEN

BEHIND THE QUEEN
BERSAING DENGAN HACKER



"Jie, kamu yakin ini tempatnya. Si Leon enggak nipu kita kan?" tanya Shine.


"Shine, dia itu statusnya suami kamu. Jadi kamu harus percaya dia, inget kan misi kita adalah ..?"


"Ya, tau. Misi kita pulang kembali ke tempat asal, hanya dengan cara bekerja sama dengan orang kaya mereka." sebal Shine, menunjuk foto Leondra dan keluarga.


"Mereka itu suami dan keluarga kamu Shine." jelas Jie.


"Jie, dia itu pengantin pria Hawa sebenarnya. Pemilik raga ini, bukan jiwa. Ngerti!"


"Uups, maaf Shine."


Shine kembali menatap Jie yang kembali kilat berubah seperti kucing, ia melirik sekeliling bagus saja tidak ada kamera cctv saat Jie berubah.


Saat ini memang Shine dirundung bingung, berada di gedung UGM, yaitu Univ Game Money. Ia memang datang lebih awal, sebelum Leon datang bersama klien. Terlebih kenyataannya jika Leondra bukan raja, melainkan perantara Shine yang sedikit lagi menemukan Leon asli.


Bodohnya ia terperangkap di raga seorang gadis bernama Hawa. Dan Leondra adalah kekasihnya, meski saat ini Leondra tau jika Shine bukanlah Hawa, karena mata birunya. Bisa dikatakan Leondra mempunyai pendamping leluhur yang melindungi.


"Aku tau ini memang berat, aku tahu jika Hawa sudah tiada. Tapi melihat seseorang yang dicintai di isi oleh jiwa seseorang, aku berharap bisa menebus sisa waktuku bersamanya." lirih Leon.


"Maksud kamu, siapa yang bicara padamu?"


"Mimpi, jika aku bicara pada keluargaku. Mereka tidak akan mengerti, satu satunya cara adalah. Aku mencarimu, aku bisa melukis dan kamu tahu Shine. Wajah aslimu yang aku lihat bisa jelas aku lihat saat ini, jadi mereka hanya menganggap Hawa masih hidup. Yang jelas dia benar benar sudah tidak ada."


Shine mengingat pagi tadi, hal itu juga membuat Shine merasa beban terperangkap kedalam dunia manusia. Apalagi perasaan sedih, yang ia benci dan kasihan adalah pantangan ratu cahaya bulan. Tapi karena ia ingin kembali maka Shine harus melewatinya.


"Shine, sudah siap?" tanya Leon, yang tiba saja datang tersenyum padanya.


"Hah, datang dari mana kamu. Ah! baiklah, aku siap."


"Ikutlah denganku!"


Shine mengekor Leon. Bersama sama menuju lift dan terlihat tampan dari sisi kanan, Leon memencet tombol enam. Mereka segera memasuki ruangan bersama sama dengan meja bundar yang terlihat seluruh orang penting berkumpul.


Money Heist adalah, suatu perusahaan yang bermain curang dalam bidang perputaran uang. Hanya dengan bergabung dengan hacker mereka dapat mencuri data dan mata uang yang membuat perusahaan mereka melejit dan kaya raya tanpa kesulitan pastinya.


Tapi Leon tak menyukai bekerjasama dengan klien petinggi yang melakukan kecurangan, sayang karena kerjasama sudah terjalin dari orangtuanya dulu. Maka jalan satu satunya Leon adalah memutus dengan cara bermain cantik, mereka merampok. Maka Leon meminta bantuan dengan skrip ide Shine dan telunjuk manisnya, sihir yang dilakukan Shine tidak akan terlihat oleh mata manusia, sekalipun seorang Hacker ahlinya akan kalah dengan Shine dari zaman kuno sebagai ratu kesempurnaan.


Seluruh klien mengangguk, dan leondra kembali menunjukan sebuah proyektor milik nya. Shine memutar mata agar Jie yang saat itu sebagai kucing, mengitari beberapa petinggi yang sedang proses mencuri data keuangan dengan masing masing hackernya.


"Selesai! baiklah, kita sudah bekerja sama dengan baik. Terimakasih atas kerjasama dengan Hartawan Group, kami bisa membayar seluruh hacker berikutnya!" ucap Stecolen klien inggris.


"Sama sama, perjanjian kontrak kita telah berakhir. Semoga kita bisa kembali dalam proyek proyek berikutnya!" senyum Leondra dengan penuh alibi.


Satu hingga empat jam lamanya, seluruh Hacker mengangguk mengedipkan mata jika ia telah berhasil meraup uang dollar. Hingga meja bundar itu kosong, Leon mendekat ke arah Shine.


"Kau dari tadi tidur, mengantuk. Bagaimana kelanjutannya? mereka sudah pulang loh?" cetus Leon.


"Berisik sekali sih kau, bahkan dengan mata mengantukku aku masih bisa melakukannya. Yang bekerja telunjuk ku, bukan mataku."


Lima detik kemudian. "Tling!"


Leon menatap ecommerce bank asing, seluruh keuangan yang dicuri oleh klien mereka berhasil masuk ke bank rahasianya. Leon senyum dan menepuk nepuk bahu Shine dengan gembira.


"Thank, kerjasama yang bagus."


"Jangan lupa, tiap transaksi sepuluh persen!" ujar Shine.


Mata Loen hampir copot, kala Shine kembali menghela nafas. "Baiklah, lima persen. Dasar pelit" ucap Shine.


"Baiklah, deal." balas Leon, di ikuti dengan senyum gembiranya.


Shine yang mengedipkan mata pada Jie, ia meminta Jie mengikuti Leondra ke ruangannya. Shine bingung, aliran dana yang Leon tarik sebanyak itu untuk apa. Apakah Leondra sama dengan orang orang yang merampok dengan cara elite.


Tbc.