
"Mengertikan! zaman kuno dan modern tidak berdampingan seperti alam nyata dan tidak nyata, robot game dunia ini sudah ada dari kecil. Papaku yang membuat dengan seorang yang aku ga tahu hingga kini, hanya saja aku menyukai dan menekuni hingga aku mengenal Hawa yang nyata ia juga memainkan. Itu adalah awal kami mendirikan. Shine! aku tidak ada niat membohongimu!"
"Benar, aku memang terlahir tidak baik. Aku dikutuk karena kesombonganku yang meminta lebih kekuaatan, aku di asingkan. Benar aku sangat di asingkan dan ini membuat aku gila."
Meooong!! Ji seolah memanggil Shine, dan Shine pergi begitu saja mendiamkan Leon yang masih menatapnya.
Tak lama ibu Lora datang, memencet bel membuat sikap Shine dan Leon mau tidak mau berdamai saat itu. Sehingga kali ini mereka membuka pintu, senyum menyapa.
"Mama, kapan datang. Kok ga bilang?"
"Shine, emang harus ya. Mama kemana kek, mau ke rumah kamu bahkan mama itu rindu, terserah dong. Aneh deh! kamu masak apa sekarang?"
Gleuuk! mata Shine dan Leon terdiam. Ia meminta Leon untuk mencari cara agar keluar dari rumah saat ini. Karena beberapa saat lalu ia menerima kabar tak enak, soal tuan Albert yang sudah mengadu pada capil akan rekening yang menghilang dan tak terdeteksi.
"Ga masak mah, tapi maaf mama. Mama tunggu di rumah aja dulu, Shine harus ke kampus mah. Maaf ya mah. Wasalam, Shine pamit mah." teriaknya dengan berlari.
Sementara Leon terdiam kaku, bingung apa yang harus ia lakukan saat ini.
"Kalian ga bareng perginya?" tanya mama Lora.
"Ah, iy. Leon kejar Shine, pamit dulu ya mah." ujar Leon yang masih canggung pada ibu mertuanya itu.
Shine!! teriak Leon.
"Gimana sih, kamu malah ninggalin aku gitu aja. Kalau mama kamu curiga, terus kita di aduin ke papa aku gimana?"
"Ah! lupa, sebab tuan Albert minta kita datang kan. Gimana kalau saat aku turunin dia di hutan cheetah, dia sadar ingatannya. Duh, aku lalai nih."
"Ya udah, aku ikut. Kita hadapin sama sama, aku juga yang buat kamu dalam masalah money heist. Permainan robot yang menghasilkan uang juga karena aku, kamu terlibat Shine. Aku ga mau kamu kenapa kenapa nantinya."
Penjelasan Leondra, membuat hati dan mata Shine saling menatap. Bimbang dan rasa campuran membuat ulu hati Shine teraduk aduk memikirkan siapa Leon.
Sudah sampai di depan penjara akar, tempat para pemberontak, pengkhianat dan juga penyusup di kurung. Dan, kemungkinannya bawahan Albert pun ada di sana, itu sebabnya Shine datang untuk memastikan apa itu benar atau tidak.
'Ini kedua kalinya aku mengunjungi penjara akar, suasana di sini tetap sama. Menyeramkan!' batin Shine.
Ia merasa merinding hanya melihat gerbang penjara itu. Gerbang depan terbuat dari akar yang kokoh dan di lengkapi dengan sihir milik ketua roh cahaya sama seperti namanya 'penjara kegelapan dan sisi terang' jadi itu terbuat dari akar yang muncul ke permukaan karena kekuatan roh pohon agung.
Itu juga di lapisi oleh sihir, sehingga akan sangat sulit untuk membobol penjara. Leon masih menatap Shine yang mengecek markasnya dengan bola mata menyala dan telunjuknya.
"Dulu kamu juga pernah hampir masuk ke sini bukan? Untung saja, roh pohon agung itu masih mengingat ramalan yang aku tinggalkan dulu." tanya Shine.
"Iya, tapi lorong itu. Papa memintaku tidak masuk kedalam sana. Aku tidak tau apa yang ada di dalam sana." balas Leon.
Sekarang Leon sedang berjalan di depan Shine. Dulu, saat pertama kali Shine di temukan tinggal dalam hutan, ia pernah hampir masuk ke dalam penjara itu karena orang yang melihatnya menyangka dia penyusup yang masuk ke dalam hutan, namun saat itu Leon melihat mata Shine yang memiliki warna berbeda, sama seperti dirinya yang melihat tubuh Shine pindah ke jiwa Hawa.
'Shine Hawa, namamu itu bersatu dalam raga dan jiwa yang berbeda." batin Leon ketika mengingat mimpi itu lagi, bagai dejavu saat ini.
Setelah itu, Shine langsung di angkat menjadi putri roh pohon agung karena sebuah ramalan yang mengharuskan dia memiliki gelar itu.
"Leon, apa kamu takut masuk ke dalam sana?"
"Maksudmu, aku masuk sekarang sendirian?" panik Leon.
"Ya, tapi tenang saja, aku ada di sini. Masuklah, cari sesuatu yang aneh. Aku yakin ada sesuatu yang ganjil, bukankah kamu ingin eccomerce asingmu tetap tidak terlihat kan. Setelah ini kita bisa melakukan misi dengan lancar. Bahkan Albert mengadu pada siapapun, akan hanya dianggap pria gila."
Benarkah! sepede itu kamu tersenyum dengan yakin?! gerutu Leondra yang takut masuk ke dalam ruangan berakar gelap.
Tbc.