
Saat ini Shine melihat buku kuno, perdebatan zaman kuno membuat Shine bingung untuk pergi. Hingga ia ditarik oleh Leon dan memintanya jangan pergi.
"Shine, aku lancang jika meminta kamu untuk tidak pergi! tapi percayalah, meski aku bukan Leon si raja sytem dari berbagai cahaya di zaman kamu hidup pertamakali. Dia adalah urusan dengan urusan nenek moyang kita! maukah kamu bertahan di dunia ini, menjadi diri sendiri Shine Hawa yang aku kenal. Tinggal bersamaku!" ucap Leondra membuat Shine terpukau.
'Apa maksudmu, jadi aku harus tetap memilih tinggal di dunia ini bersamamu, bagaimana dengan Jie' batin Shine, yang mengingat kata kata Leon beberapa jam lalu dan sedang bimbang.
Shine melihat jelas Leon datang dan tersenyum, tapi ia yakin bukan untuknya. Terlihat jelas jika seseorang mendekat ke arahnya. Menyisakan luka, dan terlihat seseorang menarik tangan Shine, saat menghindar.
Wuuush!
Shine membalik badan bagai di terpa angin, hembusan nafas dan Shine menoleh kala tubuhnya bersejajar dengan Leon. Leon menatap dalam manik manik wajah mata Shine saat ini, jelas ia merasakan tatapan Shine berbeda padanya, dan itulah harapannya.
"Hey! apa kamu mengantuk? jangan jauh jauh dariku!" bisiknya, menyentuh telinga Shine.
"Leon, perhatikan dirimu. Ini kantormu, bagaimana bisa wibawamu seperti ini?" balas Shine.
"Hello Leon?" suara seorang wanita.
Saat Key menyapa. Shine juga membalik badan, tapi eratan tangan Leon mengapit Shine bagai kepiting. Key senyum, ia melihat Leon yang sekarang sangat benar benar mencintai seorang wanita yang tepat.
"Bagaimana perjalananmu?" tanya Leon.
"Aku baik, tapi ada satu hal yang mau aku bicarakan, sebelum meeting nanti."
"Baiklah. Silahkan ke ruanganku!" ucap Leon, pada Key teman baiknya.
Shine menoleh arah lain, lagi lagi seseorang melihatnya akan aksi Leon yang sangat dekat saat ini. Shine meminta Leon jaga wibawanya, tapi satu hal yang Leon balas adalah.
"Kenapa wajahmu masam, ga suka aku memperlihatkanmu pada orang orang?"
"Tanganmu sudah membaik, saat ini kamu temui klien pentingmu. Aku juga tau, kamu akan ke jepang kan? masih banyak kerjaanku yang harus aku lakukan Leon." sebal Shine tak karuan, melihat Leon di dekati wanita berpakaian minim.
"Apa kamu keberatan, jika saat ini kamu bekerja di dalam ruanganku?"
Shine menarik nafas, andai saja Leon tidak terluka. Mungkin ia sudah menginjak kaki Leon saat ini. Jujur saja ia sangat terbakar karena Leon akan berada di ruangannya bersama Key. Tapi Shine merasa gengsi, ia masih bertahan senyum dan berlaga kuat.
"Leon, pergilah! aku janji akan menunggumu pulang dan mengatakan hal penting!"
Tidak lucu! desis Shine merasa geli, melepas tangannya yang masih saja dikecup Leon.
Leon tertawa kecil, berjalan melewati Shine. Sementara Shine mengepal tangan dan berwajah masam. Tega teganya Leon mengacuhkannya karena ada Key. Shine pun berlari pergi kembali ke ruangan kerjanya. Ia menyibukan diri dan berusaha tidak makan siang, guna mengalihkan pikirannya saat ini.
"Shine, kamu masih kerja. Lembur ya? tumben ga ikut makan siang. Udah mau jam habis loh ini istirahatnya?" tanya Jie.
"Ga apa apa, aku kerja dulu ya."
Jie si kucing yang telah berubah jadi manusia hanya tercengang, tidak biasanya Shine berlaga seperti ini. Ia berusaha menahan rasa penasaran apa yang terjadi dan mengejar Shine.
***
Hingga menjelang sore, Shine kembali mengambil barangnya di dalam loker. Ia pergi dengan tatapan kosong, karena melihat mobil Leon benar benar tidak ada. Ruangannya juga sudah gelap, tanda sudah pulang. Baru kali ini Shine merasakan kegundahan yang tidak bisa ia tebak. Belum lagi beberapa karyawan berbisik jika Leondra pergi dengan klien bernama Key. Dan tak sedikit mereka bicara Leon dan Key sangat serasi, dalam bidang money heist gamers.
'Ingin rasanya aku cabik cabik mereka yang masih bergosip.' batin Shine.
Apalagi yang Shine pikirkan saat ini, soal tentang Key, yang membuat otaknya melanglang. Jika hubungan Leon dan Key yang sudah terjalin, benar akan terjalin kembali di jepang bukan hanya soal kerjasama. Tapi Shine kesal ketika Leon tak memberitahunya, belum lagi wanita bernama Key, mencari alasan untuk pergi ke jepang.
"Key memang cantik, tapi kenapa harus seperti ini sih. Apa karena semalam aku mempertahankan diriku, menolak Leon dan dia kembali mengejar Key lagi? haruskah aku katakan. Jika aku akan tinggal di bumi." gerutu Shine.
Shine masuk melewati pintu belakang, kala melihat jelas dari jendela. Seorang pria dan keluarga yang sedang sumringah tawa bahagia.
Hingga Shine segera masuk melewati celah pintu lain, yang menghubungkan kamarnya. Shine merasa kesal saat ini pada Leon, tapi sampai di rumah ia malah melihat aksi pemandangan yang tak ingin ia merasakan cemburu.
"Lelah! sampai juga aku dikamar, sebaiknya aku berendam. Melupakan pikiran nama Leon yang masih saja melintas di otakku."
Shine melepas seluruh pakaian, menyisakan satu helai penutup atas dan bawah saja. Kamar ia kunci, tapi ia melupakan setengah gorden di jendela kamarnya yang terlihat bayangan, dan tepantul dari arah mobil lain yang baru saja tiba.
Jie si kucing tiba datang, membuka tirai dan berkata pada Shine. "Shine, kita bisa pulang dan kembali. Kau sudah siapkan?" tanya Jie seekor kucing.
Shine terdiam, bingung jika ia mungkin merasakan jatuh cinta. Dan meminta Jie pergi lebih dulu ke alam mereka sebelumnya. Tapi sedikit sulit dan bimbang.
"Kenapa Shine?" tanya Jie.
Tbc.