BEHIND THE QUEEN

BEHIND THE QUEEN
LEON PANIK



Jie tahu, kala kehidupan dunia manusia sangatlah indah. Tapi banyak fatamorgana kesesatan akan Zaman kuno dulu mereka hidup. Saat ini juga Jie ingin sekali bicara berdua dengan Shine, jika dirinya ingin selalu bersama. Dan kali ini Jie ingin sekali memberi kabar pada Shine, jika dirinya bisa berubah menjadi kucing kapanpun itu. Hanya saja ada batas waktu beberapa bulan ke depan ia masih diberi kehidupan, layaknya kucing mati tidak akan kembali hidup atau bereinkarnasi mahluk lain.


Sementara di kantor, Leon. Ia panik karena seseorang mencelakai dan menculik Shine, saat ia sedang meretas system. Ia pun memerintahkan seseorang untuk mencari pelakunya sampai ketemu.


"Cepat kalian cari sekarang! pasti ada salah satu cctv dimana keberadaannya!" tegas Leon, pada security.


Leon memaki ketidak becusan security yang berjaga, tidak mungkin jika seseorang menghilang tanpa jejak. Hal itu membuat Leon geram, ketika ia menghubungi Shine. Coffe yang baru saja dibuat, dengan cup gelas cantik jatuh begitu saja.


Leon yang menghubunginya beberapa saat, tidak terangkat ketika ia lupa menaruh ponselnya. Tapi saat ia kembali menghubungi Shine, tentu saja itu membuat gundah kekhawatiran. Kala ponselnya tepat berada di lantai tak jauh dari mobil parkirannya. Hal itu juga ia melepas dua cup coffe, dan yakin jika Shine sedang dalam masalah.


"Ketemu pak! ini dia rekaman cctv nya!" Upi salah satu security.


Leon menggerbak meja, ia memerintahkan pada seluruh security yang berjaga di area tepat di blog G. Leon menyadari pasti ada orang yang terselubung, atau benar hanya kelalaian.


Leon meminta Upi mengurus seluruh keamanan. Lalu Leon segera mengambil kunci mobil dan mengendarainya sendiri.


"Pak! saya antar atau .." lirih Jacky.


Leon hanya memberi telapak tangan, bagai angin. Menandakan jika dirinya perlu sendiri menemui keluarga. Kepanikan yang terlihat jelas asistennya lihat, ia segera menghubungi pak Gabin. Karena hanya tuan Gabin yang tau tempat persembunyian villa john.


Gabin sangat marah, ia menghubungi Jhon setelah puluhan tahun. Meminta pertemuan sekaligus memutuskan kontrak kerjasama money heist mereka yang telah terjalin cukup lama.


Namun saat ini berhubungan dengan Shine, ia harus melibatkan sang papa mertua mungkin yang akan turun tangan, bahkan mengetahui. Atau bahkan restunya pada Shine di tolak, sehingga menimbulkan kedamaian yang sudah lama tentram.


"Paman! dimana Ben? dimana dia sembunyikan Shine?"


"Oh! kau sudah berani datang kemari, sebelas tahun baru menginjak rumah paman lagi, Leon?"


"Paman, jangan buang waktu. Jika tidak aku akan bicara pada bibi Maria, soal uang panas paman!"


"Anak keras kepala ini, sama seperti Hartawan. Terus terang soal Shine, paman benar tidak tahu."


Sia sia bagi Leon, ia berteriak dan meninju tangannya pada pilar kediaman Jhon. Pengawal dan bagian art rumah hanya diam menunduk melihat semua itu.


Tak lama asisten Leon, mengirim pesan kode misterius. Ia telah berhasil melacak sebuah apartemen pribadi dengan lima lantai tapi hanya di isi dengan beberapa orang saja.


"Ben! jika aku menemukanmu, aku akan membuat kamu kesakitan sama seperti kamu menyakiti Hawa, dan kali ini istriku Shine Hawa tidak bisa kau sakiti lagi, jika kau sakiti orang yang aku cintai. Maka tiga kali lipat aku akan balas perlakuanmu." lirih Leon mengepal tangan.


Tbc.