
"Masih lupa dengan apa yang kamu katakan Leon?" ingat kita perlu membenahi diri kita. Setelah kita bersama, akan banyak cahaya kejahatan yang akan datang menghampiri. Apa kamu siap?" tanya Shine.
"Aku sudah memikirkan banyak hal, tidak mudah memintamu tetap tinggal disini Shine! bisa saja kucing sihirmu, akan memintamu segala cara untuk pulang! tapi aku butuh kamu Shine."
Shine menunjukan tangannya, ia tempelkan pada sebuah pundak Leon. Tidak ada cahaya kebohongan dalam diri Leon, sehingga Shine mampu tersenyum yakin untuk tetap tinggal.
Shine dan Leon berjalan ke meja makan, berkumpul bersama keluarga mereka. Keluarga Hartawan dan keluarga Gabin. Shine menatap bulat matanya kala sebuah lilin yang terpancar di sekeliling meja makan.
"Shine kenapa diam sayang?" tanya mama Lora.
"Ya sayang, kemarilah! kita sudah menunggu. Apa yang kamu bingungkan?" tanya Hartawan sang papa mertua.
"Shine, mereka sudah mengetahuinya sebelum aku tahu. Jadi mereka tetap menganggap kita anaknya, dan terus melanjutkan misi beberapa musuh yang ingin menghancurkan Money Heist papa. Bisakah kamu membantuku, selain jadi partner bisnis, kamu adalah partner hidupku Shine?"
"Leon, apakah ini serius?"
"Serius Shine."
Sementara Jie si kucing, ia melempar satu gulungan kertas pada kamar Shine. Merasa kecewa kala Shine ingin menetap lama di bumi, tidak ingin kembali setelah semua misi dan menemukan jalan keluar.
'Shine, meski aku kecewa. Aku akan selalu menjadi dayang pelindungmu dimanapun kamu berada, kita sudah menemukan pintu rahasia milik keluarga Hartawan, mereka yang menimbun banyak harta dan menguji coba aliran cahaya dan sengatan listrik, yang membuat jiwa di zaman era kita terancam. Semudah itukah kamu melupakan dendam Shine.'
Shine duduk, ia makan malam seperti biasa. Bukan lagi menyembunyikan identitas. Yang Shine tidak terpikirkan adalah, beberapa dari mereka sudah tahu jika seseorang yang pergi, mereka akan membuat ritual, meski raga mereka terganti oleh yang lain.
'Rasanya misteri, dua keluarga yang Shine tak pernah bayangkan, ia mendapat jawaban.'
***
Esok Harinya.
DI RUMAH SAKIT, SHINE DAN LEON BERSITERU.
"Kamu tau apa yang saat ini aku rasain Leon?"
"Soal apa Shine?"
"Di mall Land tadi, kau lupa kamu meninggalkan aku seorang diri. Bagus aku bisa menghilang dimanapun konsentrasiku berada. Aku bisa kembali dengan mudah."
"Omong kosong! teruslah bersandiwara dan membuat hati seseorang jatuh dan terbang lalu kau buang Leon, aku takut tinggal lebih lama denganmu!"
"Really. Kamu jatuh cinta padaku, katakan kamu cemburu Shine, kamu cemburu dengan Key?"
"Ckckck! kau lagi lagi membuat pengakuan kebohongan. Leon! akhiri semua omong kosong ini. Aku lelah, lelah menjadi benang kusut dalam impianmu. Kamu bisa menikahi siapapun, jujur aku masih ragu padamu."
"Kamu mau kemana?" erat tangan Leon menahan tangan Shine.
"Papaku kritis, dia kritis karena melihat beritamu dengan wanita bernama Key. Apa kau bahagia, setelah ini kita katakan semuanya! kamu tinggal bersamaku hanya karena kemampuanku kan?"
Leon menahan! ia memohon dan memeluk Shine dari belakang. Aroma tubuh Shine masih sama saat pertama kali ia datang, hanya saja tubuhnya lebih ramping. Lagi lagi Leon, membuat hati Shine luluh. Padahal sebelumnya niatnya bulat untuk mengakhiri dan mengatakan yang sebenarnya yang terjadi.
"Lepas! apa yang kau minta dariku?" cecar mata Shine tajam, mendorong pegangan Leon.
Shine, jika aku menatapmu sedih seperti ini. Jika aku bukan sebagai serpihan yang kamu cari saat ini. Aku ingin menjadi sandaranmu! gemuruh Leon, agar Shine percaya ketulusannya.
"Aku rindu Jie, dia pasti marah. Dan bodohnya aku baru tau, jika kamu dan Key bukan hanya parter bisnis. Tapi mantan terindah kan? kamu tipe pria mendua Leon."
"Shine, bagaimana caranya kamu bisa percaya padaku." mode memeluk.
Tilt!
Tilt!
Delapan jam lamanya proses sang papa masih dalam tahap observasi untuk sebuah tindakan operasi. Shine ingin mengantar mama pulang, begitu juga kedua mertua Shine bergantian pulang. Shine meminta mereka istirahat dan bergantian. Musibah Shine adalah sang papa serangan jantung, terlebih ia mendapati Leon dengan seorang wanita.
Leon yang duduk disebelahnya mengantuk, mereka berjaga tapi bagai orang asing. Shine melihat pesan misterius, ia datang menjenguk menemuinya.
Shine meninggalkan Leon yang tertidur, ia membiarkan Leon sendirian. Lagi pula suster berjaga setiap dua puluh menit, dan jika ada apapun Leon pasti menghubunginya. Lagi pula jarak Cafe dan kamar rumah sakit bersebrangan dan dekat.
Leon terbangun, tapi ia tak mendapati Shine di dekatnya. "Shine, kamu dimana?" teriak lembut.
Tbc.