
"Apa yang kamu rasakan Shine?"
"Semuanya enak, makanan semua disini sangat lezat." balas Shine.
"Shine, tahu kan aku sangat menyayangimu. Katakan apa yang terjadi ketika kamu hilang?"
Shine terdiam, ia sejenak memejamkan mata dan mulai berfikir. Ada ingatan yang kembali datang kala saat itu ia menjalankan sebuah misi yang kedua kalinya di jepang.
'Tuan Albert, dia datang.'
Leon, dia datang mengancamku! tapi aku yakin dia orangnya. Meski aku yakin yang datang saat itu orang suruhannya.
"Shine ayo katakan, aku akan terus membuat kamu aman. Aku akan mencopot kesulitanmu dari perusahaan money heist milik papa!" ucap Leon menenangkan.
Shine pun mengingat perlahan demi perlahan. Ia begitu jelas kala ingatan itu kembali muncul.
'Shine, ingat misi!' pesan dari layar ponselnya itu, dari Leon. Sementara Shine hanya menghela nafas.
Sedangkan Leon hanya memutar bola matanya malas, ia tahu jika Shine ini tak tahan dengan wajah Albert. "Dasar wanita zaman kuno, apakah di dunia sana tidak ada pria tampan, jelas aku lebih tampan." gerutu Leon dari balik tirai, masih mode memperhatikan Shine.
"Tuan butuh ini?" Shine senyum, memberikan pedang kuno.
"Terimakasih, namun menurut saya ini masih belum cukup kuat."
Shine terdiam saat mendengar ucapan Albert, terdengar banyak beban saat ia mengatakan itu, Shine tak mengerti maksudnya namun ia juga tak ingin menggali lebih dalam. Menurutnya, tak baik jika menanyakan masalah pribadi pada seorang yang belum lama ia kenal. Jadi, Shine berdiri lalu bersiap untuk pergi.
"Jangan berlatih terlalu keras sampai memaksakan diri anda, tuan Albert. Saya akan pergi ke desa para jepang dan menemui ayah angkat saya, anda boleh makan makanan yang ada di meja! saya merasa beruntung bisa bertemu dengan orang penting seperti anda." alibi Shine.
"Tunggu, nona Shine anda berlebihan. Tapi apa saya boleh ikut?"
"Boleh saja, tapi anda harus berjanji jika nanti anda pergi dari hutan ini, maka anda harus merahasiakan hal yang anda lihat hari ini."
Shine menjeda ucapannya sejenak, ia mengatakannya sambil meletakan jari di bibirnya, lalu menatap Albert di depannya dengan tatapan datar.
"Tapi, jika anda tak bisa jaga rahasia. Maka nyawa anda menjadi taruhannya, karena di makanan yang anda makan kemarin, sudah saya berikan ramuan sumpah yang membuat anda mati jika mengatakan rahasia hutan."
Albert terkejut, "Nona Shine anda bicara apa tadi?"
"Ah, aku tidak bicara Tuan." senyum Shine.
Dengan jentiknya, Shine memutar mata dan menunjuk layar ponsel sandi milik Albert dari jauh, untuk memindahkan data keuangan milik tuan Albert dalam hitungan detik.
'Yes, misi berhasil.' gumam batin Shine, sehingga kali ini Leon senyum dari ujung balkon. Meninggalkan Shine untuk memastikan Albert tidak tahu, jika dirinya sudah miskin detik itu.
Apa maksudmu, jadi aku harus tetap memilih tinggal di dunia ini bersamamu, bagaimana dengan Jie' batin Shine, yang mengingat kata kata Leon beberapa jam lalu dan sedang bimbang dan banyak tanya.
Shine melihat jelas Leon datang dan tersenyum, tapi ia yakin bukan untuknya.
"Leon, misi jepang kita. Aku yakin semua itu ada hubungannya dengan tuan Albert." jelas Shine.
"Benarkah? kamu yakin Shine, lalu apalagi yang kamu ingat?" ucap Leon dengan memeluk Shine, karena rasa khawatirnya.
Shine pun berbisik, kala seseorang yang ia lihat. Mungkin bisa mengancam keselamatan Leon dari belakang. Hingga dengan jentik jarinya, Shine menunjukan telunjuknya yang mengelurakan racun jarum.
Tbc.