
Melupakan kegiatan buruk Shine yang akan semakin memburuk. Ia lalui dan lupakan jika ia tidak akan bertahan lama tinggal di bumi. Hal itu membuat Shine tetap menyembunyikan dirinya sampai kapan ia berada di bumi tinggal bersama Leon.
"Leon, aku pastikan aku akan hidup bersamamu lebih lama. Aku tidak tahu sampai kapan aku akan menghilang tiba tiba. Tapi percayalah ini adalah garis waktuku." lirih Shine menyakitkan pilu.
Shine yang membuka pintu, ia ikut berkenalan pada kerabat leon. Lalu meminta Shine untuk sabar dan semua kehidupan memang bagai roda berputar, tak bisa di tebak. Hingga saat itu juga Leon merangkul membawa Shine mengantar tamu yang ingin pulang. Mereka tak sadar banyak kehidupan pemula pasangan suami istri terhadap rintangan dan ujian.
"Mbak Shine, saya sudah suruh orang untuk menyewa mobil rental. Hanya setengah jam lebih kita sudah bisa antar mbak Shine ke desa Arta. Semoga betah ya mbak, desa Arta group sangat hijau. Pokoknya dingin sejuk." ungkap Bella.
"Makasih mbak Bella, saya merasa bersyukur deh. Karena di saat seperti ini, mas Leon masih di kelilingi orang baik. Di saat kita ada musibah, masih banyak orang berhati baik. Kami pasti ga akan lupa."
"Jangan sungkan mbak Shine, kebaikan Leon dan keluarga itu jauh lebih dari ini. Ini hanya bantuan kecil kami, dan soal bengkel. Atau biaya supir. Leon, lo ga perlu mikirin ya! biar urusan gue itu!' ucap suami Bella pada Leon.
"Thanks bro."
Sapaan hingga obrolan, Shine dan Leon melihat jelas sahabat sejati. Kawan yang sibuk tapi sekalinya bertemu ia berusaha melindungi, dan memberi bantuan di saat dirinya sedang berkelit masalah meski saat ini berjauhan. Hingga mereka pamit, dan Shine serta Leon melambai.
"Mas, Shine udah kabarin mama. Kalau kita baik baik saja, saat ini mama kan ikut papa Gabin. Shine kabarin ke mereka untuk tidak usah datang temui kita, Shine takut perjalanan dan kalau mama tau, mama syok."
"Benar sayang, mama sebaiknya memang tinggal bersama papa Gabin. Ada tante Frans, selaku dokter yang siaga. Lagi pula kegiatan papa Gabin lebih banyak di rumah kan. Mas yang minta maaf, karena ini kita harus mengirit. Dan meninggalkan rumah kita, karena kita sedang di intai soal money heist."
"Mas, udah dong. Jangan merasa bersalah lagi!"
"Mas, mbak Bella bilang. Satu jam lagi supir rental datang jemput kita. Baik banget sih mereka, kita ga bisa kasih apapun malah."
"Udahlah sayang, bantu doa ya. Supaya tuntutan yang dilayangkan klien itu kalah, doakan mas menang. Mas yakin seluruh pegawai akan syok, saat ini mereka bingung karena tiba tiba atasan dan pemilik berbeda. Belum lagi banyak yang di keluarkan."
"Ah! gimana teman kamu dan Zacky mas. Mereka punya adik istimewa, belum lagi orangtua lanjut. Kalau mereka di phk, gimana ..?"
"Shine sayang. Tau ga kenapa mas makin sayang sama kamu?"
"Kenapa mas?"
"Kamu itu lebih mementingkan, dan memikirkan orang lain, di banding kamu sendiri. Bahkan dirimu saat ini masih sedikit trauma, kenapa kamu selalu mengasihani orang lain di saat kamu sendiri sedang kesulitan?"
"Mas, aku hanya ga tega. Karena aku pernah temui mereka saat itu, kamu tau kan mas. Hidup ini harus saling peduli dan empati terhadap sesama."
"Good Wife Shine sayang, baiklah. Ayo habiskan makannya! kita akan bersiap lagi."
Tbc