BEHIND THE QUEEN

BEHIND THE QUEEN
TIDAK DIBUMI



Shine, kini berada di alam bawah sadar. Tidak pernah ia berjalan menapaki tangga kayu dengan asap kabut. Pohon yang menjulang tinggi, terdapat pohon kapuk yang bertebaran. suara alu lalang burung dan anak kecil tertawa membuat Shine mencari keberadaannya. Telunjuk Shine terbang, bersama Leon bagai mengambang di atas awan.


Shine memutar, melangkah seolah mencari suara anak kecil tertawa. Terlihat jauh tapi dekat, dekat tapi sangat tak terlihat meski nyata bagi pendengarannya. Jika itu adalah suara tawa anak anak, namun tak nyata bagi Shine.


"Leon, begitu indah alam langit."


"Shine, asalkan bersamamu aku pasti bahagia." deru Leon tersenyum.


Tak lama, mereka kembali ke dataran bumi. Sehingga Leon dan Shine kini berada di rumah sakit kembali. Shine yang takut jika ia tak bisa seutuhnya menjadi manusia biasa. Ia harus kembali seutuhnya meninggalkan Leon selama beberapa dekade. Hal itu juga membuat kehamilan Shine terganggu.


"Leon, bagaimana dengan kandunganku. Jika terjadi sesuatu. Aaah.."


"Shine tenanglah! kita akan tahu hasilnya. Tetaplah bersamaku." ujar Leon menenangkan.


"Pak Leon. Tenanglah! biar saya jabarkan, dan saya ambil hasil lab, agar pak Leon paham!"


Pada hamil anggur komplit, sel telur tidak mengandung kromosom sehingga tidak akan terbentuk janin setelah pembuahan. Akan tetapi, tubuh ibu hamil tetap memproduksi hormon kehamilan atau hCG sehingga jika menggunakan test kehamilan yang sederhana, hasilnya akan terlihat positif.


"Jadi layaknya hamil pada umumnya, hanya saja kosong tidak berbentuk janin. Maka dengan kata, jika saya tidak kuret pada kondisi bu Shine. Itu akan membuat derita sejenis penyakit di kemudian hari." jelas dokter.


"Pertanyaan satu lagi, mungkin sedikit sensitif. Boleh saya bertanya lagi?"


"Silahkan pak Leon. Saya akan menjawab sesuai kemampuan dan istilah medis yang saya pahami."


"Lantas, berapa lama rahim bersih setelah keguguran. Agar saya bisa eheuuum, dokter mengertikan maksud saya?" sedikit malu Leon.


"Leon.." bisik Shine mencubit tangan.


Dokter ikut tersenyum, sehingga kala itu sang dokter menjelaskan dengan meletakkan hasil Lab Shine.


"Saran saya, tunggu selama empat minggu ya pak!" senyum dokter yang memahami.


Setelah banyak Leon mengetahui penjelasan. Ia keluar, guna membeli buah dan menebus obat sebelum menemui Shine saat ini yang sedang diperiksa lebih lanjut. Ia sudah akan di pindahkan, setelah menjalani kuret.


"Mah, apakah Shine dan bayi Shine baik baik saja?" tanya Shine pada mama Lora.


"Shine, kamu yang tabah ya!"


"Maksud mama a-apa?"


Hingga dimana Leon, datang menatap mama mertua. Mama yang tau kode tidak enak dalam ruangan pasien. Ia meminta Leon keluar bersamanya, dan memberi waktu pada Shine untuk tidak berlarut sedih.


"Leon lebih berhak menjelaskannya Shine, mama tunggu di luar ya?!"


Shine hanya mengangguk, ia menoleh menatap Leon yang kini memandangnya.


Leon yang kini tak rela menatap Shine, dan Shine didalam sana penuh banyak tanya. Rasa sakit hati, sangat membuat ia tak konsen kala istrinya pasti akan kecewa jika mendengar apa yang terjadi.


"Mas, apa kata dokter? bayiku aman kan?" senyum Shine.


"Shine, kita harus sabar. Kita belum di izinkan, maafkan aku Shine. Mungkin aku yang menahanmu lebih lama tinggal dibumi. Dokter bicara, kamu tidak mempunyai rahim pada umumnya."


Shine terdiam lemas, ia tidak percaya jika dirinya tinggal lebih lama dibumi. Itu akan membuat kehidupannya semakin hancur, tidak bisa seperti manusia umumnya.


"Benarkah Leon?" lemas Shine.


Tbc.